BRR Jangan Tinggalkan Bom Waktu Di Nias

Tuesday, March 20, 2007
By nias

G. Sitoli WASPADA Online
Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias jangan meninggalkan bom waktu di Kab. Nias dan Nias Selatan, karena penanganan menjelang dua tahun pasca bencana gempa masih belum berpihak kepada masyarakat korban.

Hal itu dikemukakan Ketua Bidang Penanganan Bencana dan Kemasyarakatan Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Sumatera Utara, Ir. Y. Restu Gulo, SH kepada Waspada di Gunungsitoli, Senin (18/3). Menurut Gulo, ada tiga indikator kegagalan BRR NAD-Nias dalam merehabilitasi dan merekonstruksi Nias. Pertama, tidak sinkronnya program BRR dengan rencana pembangunan daerah yang telah disiapkan Pemkab Nias dan Nias Selatan melalui Musrenbang, sehingga terjadi proyek tumpah tindih dan overlapping.

Ke dua, tidak konsistennya BRR Nias memanfaatkan potensi rekanan lokal untuk mendukung program rehabilitasi dan rekonstruksi Nias, padahal sebelumnya Kepala BRR Nias, William Sabandar telah melakukan penandatanganan MoU dengan 8 pimpinan Asosiasi Jasa Konstuksi, disaksikan Gubsu serta perwakilan negara donor. Sedangkan faktor ke tiga, yakni ketidakmampuan manajemen BRR sehingga terjadi bongkar pasang Satker maupun Pejabat Pembuat Komitmen.

Diungkapkan Gulo, pada 14 Maret pihaknya diwawancarai tim dari Tranparansi Internasional Indonesia (TII) dengan pimpinan Todung Mulia Lubis, dengan tujuan mendapat masukan yang selanjutnya untuk direkomendasi kepada Kepala Badan Pelaksana BRR NAD-Nias. Ketiga indikator telah kita sampaikan kepada Tim TII, Frengky Simanjuntak. (cbj) (wns)

Sumber: Waspada, 18 Maret 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita