Potensi Gempa Sumut Semakin Matang

Monday, March 12, 2007
By nias

Medan, WASPADA Online
Sejumlah pakar geologi mengatakan, terjadinya gempa yang berpusat di Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), pekan lalu, menunjukkan peluang terjadinya gempa besar di Sumatera Utara (Sumut) semakin matang. Ketua Dewan Pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut-NAD, Ir. Jonathan Tarigan dan Ketua IAGI Ir. Gagarin Sembiring beserta Humas IAGI Eddy Maulana Barus mengatakan itu di Medan, Sabtu (10/3) malam.

Jonathan menjelaskan, ada dua sistem patahan besar yang berpotensi menimbulkan gempa di sepanjang Pulau Sumatera. Untuk wilayah darat, terdapat Sistem Patahan Besar Sumatera yang memanjang dari Banda Aceh sampai Lampung, dan terdiri dari 19 ruas patahan. Sedangkan untuk wilayah laut, terdapat sistem patahan Nias-Mentawai.

Jonathan menambahkan, gempa bumi paling besar yang terjadi pada 26 Desember 2004 lalu, dan meluluhlantakkan Aceh dan Nias itu berada di sistem patahan Nias Mentawai. Gempa itu menimbulkan dorongan energi ke Pulau Sumatera, sehingga menimbulkan tambahan tekanan pada sistem patahan besar Sumatera.

Akibatnya, kata Jonathan, terjadi gempa-gempa di sepanjang pulau Sumatera yang dilintasi oleh sistem patahan besar Sumatera. “Termasuklah gempa di Karo, Lampung, P.Sidimpuan, Madina, dan Sumbar kemarin,” kata Jonathan. Di Sumut sendiri, kata Jonathan, terdapat tiga ruas patahan yang termasuk dalam sistem patahan besar Sumatera. Yaitu, patahan Renun, patahan Toru, dan patahan Angkola. Dan patahan tersebut masih menyimpan energi yang berpotensi dapat menimbulkan gempa besar di Sumut.

Jonathan menjelaskan, gempa besar (skala di atas 7 Skala Richter) mempunyai karakteristik perulangan, artinya dia mempunyai rentan waktu setiap beberapa tahun sekali pasti terjadi. “Contohnya di patahan Renun, pernah terjadi gempa 7,2 SR pada 1936. Dan menurut jadwal geologis, diprediksi akan terjadi gempa besar kembali dalam rentan waktu 10 tahun dari sekarang,” katanya.

Ditambahkannya, sebelum terjadi gempa besar biasanya ditandai terjadinya gempa-gempa pendahuluan dengan skala 4-5 SR. Karena itu, gempa dengan kekuatan 4,2 SR di Karo pada Desember 2005, dan 5,2 SR di P.Sidimpuan pada Oktober 2006, dan 5,8 SR di Madina pada Desember 2006, masih dikategorikan sebagai gempa pendahuluan. “Artinya peluang terjadinya gempa besar di Sumut semakin matang,” kata Jonathan.

Pemprovsu tutup mata
Dalam kesempatan itu, Ketua IAGI Sumut-NAD Ir. Gagarin Sembiring juga menyesalkan sikap Pemprovsu yang terkesan tutup mata dengan potensi bencana yang mengancam Sumut. Dia juga menilai pernyataan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) yang menyatakan, prediksi ilmiah pakar geologi hanya menakut-nakuti masyarakat adalah naif dan sangat berbahaya.

“BMG sebenarnya tidak kompeten berbicara gempa, karena mereka tidak paham tentang geologi, mereka hanya punya instrumen pengukur gempa,” katanya. Gagarin mengingatkan, jangan sampai terulang kejadian di Muara Sipongi, Sumut. Ketika itu pemerintah yang telah menerima masukan dari BMG menyarankan masyarakat pengungsi kembali ke rumah masing-masing karena kondisi telah aman. Tapi ternyata kembali terjadi longsor yang memakan banyak korban jiwa.

Gagarin menambahkan, seharusnya Sumut memiliki peta bencana dan peta risiko bencana gempa. Sehingga apabila terjadi bencana, pemerintah sudah punya perencanaan dalam memberikan bantuan. “Bahkan apabila terjadi gempa, dengan peta itu kita bisa mengetahui di daerah mana gempa selanjutnya akan terjadi. Sekarang ini, Pemprovsu bisa bicara apa kalau terjadi gempa,” kata Gagarin.

Dengan adanya peta itu, kata Gagarin, kita juga dapat mengetahui dimana bangunan tahan gempa dapat dibangun. Karena bangunan tersebut juga tidak akan ada gunanya apabila tanah tempatnya berdiri amblas ke dalam. Humas IAGI, Eddy Maulana Barus menambahkan, seharusnya pemerintah jangan meninabobokan masyarakat, dengan menyembunyikan potensi terjadinya bencana Sumut. “Masyarakat seharusnya diberi penjelasan, agar saat terjadi bencana kita sudah siap. Sehingga semakin mengurangi risiko timbulnya korban jiwa,” katanya. (cnol)
(am)

Sumber: Waspada Online, 11 Maret 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita