A. Ejaan
Sampai saat ini belum ada ejaan khusus untuk Bahasa Nias. Ejaan yang dipergunakan dalam Kamus ini secara umum mengikuti ejaan Bahasa Indonesia saat ini, yaitu yang diatur dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan (Pusat Pengembangan Bahasa, 1980).

Ada beberapa aturan khusus yang tidak dicakup dalam ejaan Bahasa Indonesia, yaitu yang menyangkut beberapa huruf dengan bunyi khusus yang hanya ditemukan dalam bahasa Nias.

õ, ô, atau ö memiliki bunyi seperti bunyi “e” dalam keras, gelas, lemas. Karakter õ, ô, dan ö dapat dihasilkan di layar komputer dengan menekan dan menaha tombol Alt lantai berturut-turut menekan tombol-tombol 2, 4, dan 4 (untuk ô), 2, 4, 5 (untuk õ) an 2, 4, 6 (untuk ö) di keypad di sebelah kanan kibor komputer. Contoh-contoh: hôgô (kepala), hõrõ (mata), töwö (cukur). Lihat juga artikel: Karakterödalam bahasa Nias.

Beberapa marga Nias memiliki karakter ini: Amazihönö, Bu’ulölö, Gulö.

e memiliki bunyi seperti dalam kata: sepak, enak. Contoh: tema (terima), deha (cabut), eha (batuk).

w memiliki dua bunyi dalam Li Niha: (1) seperti W dalam bahasa Indonesia (bahwa, hawa, kawan) – contoh: bawa (bulan), walu (delapan) (2) bunyi w khas Nias seperti dalam kata wurawura, waruwaru, werewere. Bunyi w dalam contoh-contoh ini dihasilkan dengan meniupkan udara di antara bibir atas dan bawah yang dipersempit jaraknya. Bunyi w macam ini kurang lebih seperti w dalam kata “Wulan” atau “woman” (bahasa Inggris).

Bunyi w jenis pertama (seperti dalam bahasa Indonesia) terdapat dalam nama-nama marga: Halawa, Maruhawa, sementara bunyi w jenis kedua dalam nama marga: Bawamenewi, Waruwu, Ziawa.

Dalam Li Niha, huruf d yang muncul misalnya dalam kata: dela (titi), deha (cabut), dölö (terus) diucapkan agak berbeda dengan pengucapan d dalam bahasa Indonesia. Orang-orang yang berasal dari Nias Utara, Nias Barat dan sebagian Nias Tengah mengucapkan d berbeda dengan orang-orang Nias yang berasal dari Nias Tengah (Lahusa, Lölöwa’u, Lölöfitu Moi, dan sebagainya). Lihat artikel: Bunyi Huruf ”D” dalam Li Niha.

B. Jenis-jenis Kata
Hampir seluruh entri dalam Kamus ini digolongkan dalam salah satu dari jenis-jenis kata berikut:
kata benda (kb) – talö (talas), tufo (tikar)
kata kerja (kk) – me’e (menangis), mörö (tidur)
kata kerja imperatif (kki) – yaitu kata kerja untuk menyuruh melakukan sesuatu: bokai (buka), taba (potong), förö (tidur), dst.
kata sifat (ks) – ataha (mentah), afusi (putih)

C. Struktur Kalimat Bahasa Nias
Li Niha memiliki struktur kalimat yang berbeda dari struktur kalimat Bahasa Indonesia. Silahkan baca artikel: Struktur Kalimat Bahasa Nias (1) dan Struktur Kalimat Bahasa Nias (2).

D. Mutasi Awal dalam Li Niha
Dalam Li Niha berbagai jenis kata yang muncul dalam kalimat pada umumnya mengalami perubahan pada huruf awalnya, yang dalam ilmu bahasa disebut mutasi awal (initial mutation, lih. Wawancara dengan Dr. Lea Brown). Sebagai contoh, dalam kata “Hadia duria ?” (Apa kabar?), kata “duria” telah mengalami perubahan huruf awalnya; kata “duria” di sini berasal dari kata dasar “turia” yang berarti berita atau kabar. Contoh-contoh lain adalah: ama (ayah) -> nama; ina (ibu) -> nina; balugu (pengetua adat) -> mbalugu; tuhe -> duhe; sato (publik, orang banyak) -> zato; So’aya (Tuhan) -> Zo’aya. Beberapa aturan yang terkait dengan mutasi awal diberikan dalam artikel: Turia Si Tobali Duria.

E. Pengucapan / bunyi huruf
Kata-kata Bahasa Nias tidak mengenal konsonan (huruf mati) sebagai penutup kata; dengan kata lain, kata-kata li niha diakhiri oleh salah satu dari vokal (huruf hidup berikut): a, e, i, o, ö, u. Contoh: töla (tulang), lahe (jejak), ngöfi (tepi), moyo (elang), balö (ujung), fandru (lampu).

Beradasarkan itu, huruf-huruf yang menyusun abjad dalam Bahasa Nias diucapkan sebagai berikut:
a – a
b – be
c – ce
d – de (Lihat artikel: Bunyi Huruf ”D” dalam Li Niha.
e – e
f – fe
g – ge
h – h
i – i
j – je
k – ke
l – le
m – me
n – ne
o – o
p – pe
q – kiu
r – re
s – se
t – te
u – u
v – fe
w – we
x – ekese
y – ye
z – ze

F. Pelambangan Bunyi Khas Li Niha
Ada beberapa bunyi khas Li Niha yang tidak terdapat dalam kata-kata bahasa Indonesia. mb – ndr …

G. Akronim:
Am. – Amaedola (peribahasa)
i – kata kerja perintah (imperatif)
kb – kata benda
ks – kata sifat (ajektif)
lih. – lihat
Sin. – sinonim

Komentari