Bantuan Paket C Korban Gempa Nias Diduga Diselewengkan

Friday, March 9, 2007
By nias

Gunungsitoli, WASPADA Online
Satker Perumahan BRR Perwakilan Nias diduga telah memanipulasi data korban gempa Nias untuk penyaluran dana bantuan Paket C. Ada korban gempa yang rumahnya hancur total tidak menerima dana bantuan paket C, justru diberikan kepada warga lain penduduk Jakarta.

Seperti dialami Herianto Wijaya alias Tan Peng Tjui, 50, warga Kel. Pasar Gunungsitoli. Saat gempa, rumahnya hancur total, bahkan istri dan kedua anaknya meninggal dunia tertimpa bangunan rumahnya di Jl. Sirao No. 108 Gunungsitoli. Namun, bantuan paket C yang menjadi haknya dialihkan kepada warga lain yang notabene bukan penduduk Nias, tetapi berdomisili di Jakarta. Kepada Waspada, Selasa (6/3) di Gunungsitoli, Herianto menuturkan, setelah menunggu hampir dua tahun pasca gempa belum juga mendapatkan dana bantuan paket C sebesar Rp45 juta. Sementara dana sudah disalurkan sekira Agustus 2006.

Karena belum ada kepastian namanya termasuk penerima bantuan dana paket C, sekira Februari 2007 dia mempertanyakan kepada petugas PPK Perumahan BRR Perwakilan Nias bidang penyaluran bantuan Paket C berinisial IH. Dia menyarankan agar Herianto menemuinya di rumah, karena data penerima bantuan paket C disimpan dirumahnya. Pada pertemuan dirumah IH dihadiri petugas PPK Perumahan lainnya ARZ. Sesuai data yang ada pada IH, dana bantuan paket C untuk rumah Herianto Wijaya telah disalurkan kepada dua warga lain atas nama Bendris dan Sense Wijaya dengan alamat rumah sesuai permohonan yakni, 108 A dan 108 B.

Herianto menjelaskan, rumah miliknya di Jl. Sirao No. 108. Tidak pernah ada no. 108 A dan 108 B. Dia juga menemukan telah terjadi manipulasi data atas rumahnya, dimana kedua orang yang menerima dana bantuan itu merupakan penduduk Jakarta. Petugas Satuan Pengawas Internal (SPI) BRR Perwakilan Nias, T. Edwad David, BBA dikonfirmasi Waspada membenarkan pihaknya menerima surat laporan dari warga korban gempa atas nama Herianto Wijaya.

David menegaskan, pihaknya mendukung adanya laporan masyarakat dalam hal dugaan penyimpangan bantuan dan berjanji mengusutnya. Bila nantinya terbukti telah terjadi manipulasi dalam hal penyaluran dana bantuan perumahan Paket C, maka segera dilimpahkan kepada penegak hukum untuk diproses. Namun Kepala BRR Nias, William Sabandar dikonfirmasi via telefon selulernya mengatakan hal itu tidak benar.(cbj) (wns)

Sumber: Waspada Online, 8 Maret 2007

One Response to “Bantuan Paket C Korban Gempa Nias Diduga Diselewengkan”

  1. 1
    Marthin D. Laia Says:

    Sungguh sangat disayangkan, sampai hari ini masih saja terjadi ketidak adilan yang dialami oleh warga Nias akibat dampak dari gempa yang telah meluluhlantakkan Pulau Nias.
    kasus ini cuma salah satu contoh kasus ketidak adilan yang sedang terjadi di Nias selama ini. Inilah kenyataan kebobrokan dari BRR Nias. BRR terkesan cuma tahu laporan diatas kertas, apa yang sebenarnya terjadi dilapangan tak pernah di cross check kebenarannya. Makanya kasus yang dialami sdr Herianto di atas terjadi. Rumah cuma satu di Jl. Sirao No.108. Tapi dalam laporan penyaluran dana bantuan kok muncul dua alamat yaitu 108A dan 108B. Kalau memang BRR mengerti dan tahu keadaan yang sebenarnya bahwa yang benar cuma ada satu rumah yang bernomor 108 di Jl.Sirao, mereka gak mungkin mengeluarkan dana bantuan tersebut untuk dua rumah (108A dan 108B). Kota Gunung Sitoli tidak susah untuk dikenali tata letaknya, Gunung Sitoli cuma kota kecil, tidak seperti kota Medan, Jakarta, Surabaya dan kota kota besar lainnya yang kadang untuk mencari alamat saja kita kesulitan.
    Kepala BRR Nias William sabandar kok masih berkelit bahwa kasus ini tidak benar? Ini kenyataan bung. Jangan tau terima laporan diatas kertas saja. Turun dong kelapangan, check dan inspeksi semua laporan yang masuk dari staf BRR dilapangan, benar atau tidak. Bisa saja staf BRR dilapangan memanipulasikan data dan laporan laporan yang ada demi keuntungan pribadi atau golongannya.Kepala BRR Nias harus Bijak dan penuh tanggungjawab dalam menangani misi BRR di Nias. Jangan asal asalan.
    Dan dari pihak Pemda Nias juga harus mengevaluasi dan mengawasi misi dari BRR Nias, jangan malah ikut berkolusi dengan BRR Nias demi kepentingan pribadi.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita