Struktur I: KK (+KGO) + K
Dalam struktur ini, kata kerja (KK) mendahului kata ganti orang (KGO), sementara kata keterangan (K), kalau ada, muncul pada bagian akhir.

Contoh:
Möido ba Mandrehe mahemolu – Saya pergi ke Mandrehe besok
Mofanöga ba fasa – Kami pergi ke pasar
Fao ita khöra – Kita ikut dengan mereka

Dalam contoh-contoh di depan, kata-kata ganti orang muncul setelah (dan umumnya melekat dengan) kata kerja yang mendahuluinya. Jadi:
möido — dari: möi + (yao)do
mofanöga — dari: mofanö + (ya’a)ga
fao ita — dari: fao + (ya’)ita

Perhatikan pemendekan KGO (ya’odo -> do, ya’aga -> ga, ya’ita -> ita) yang biasa dijumpai dalam struktur kalimat Li Niha.

Bentuk KGO Dalam Stuktur KK (+KGO) + (K)

KGO Bentuk Contoh Terjemahan
Ya’odo -do Möido ba fasa Saya pergi ke pasar
Ya’ugö Mondri’ö ba Muzöi Engkau mandi di Muzõi
Ya’ia ia Moloi ia ba gatua Ia lari ke hutan
Ya’aga -ga* Faoga ba motonia Kami ikut di mobilnya
Ya’ita ita Fahuhuo ita dania Kita berbicara nanti
Ya’ami -mi, ami Falukha ami Kalian bertemu
Ya’ira ira Fasulõ ira ba lala Mereka berpapasan di jalan

* atau “-ndra’aga”

Dalam tabel di atas, bentuk KGO dengan tanda (-) di depannya dirangkaikan langsung dengan KK di depannya. Sebagai contoh: mangado, mörö’ö, mohalöŵöga, dsb.

Bentuk KGO tanpa tanda (-) ditulis terpisah dari KK di depannya. Sebagai contoh: manura ami (kalian menulis), mombaso ita (kita membaca).

Sebagai pedoman, bentuk KGO dengan satu suku kata ditulis bersatu dengan KK yang mendahuluinya, yang lain (ami, ia) ditulis terpisah.

Catatan:
Orang-orang Nias Tengah pada umumnya mengunakan bentuk “-mi” untuk kata ganti orang kedua jamak (KGO II- Jamak – Ya’ami) untuk struktur I di atas, sementara orang-orang Nias Utara menggunakan bentuk “ami”. Jadi, orang Nias Tengah mengatakan: Möimi ba fasa, sedangkan orang-orang Nias Utara mengatakan: Möi ami ba fasa. Keduanya adalah bentuk yang sah.

Struktur II: KGO (+KK) + OBJEK
Contoh:
Usura zura – Saya menulis surat
Mataba manu – Kami memotong ayam
Mitörö yomo – Kalian singgah (di rumah)

Dalam contoh-contoh di depan, kata-kata ganti orang muncul sebelum dan melekat dengan kata kerja di belakangnya. Jadi:
Ya’odo (menjadi u) + sura + zura – Usura zura
Ya’aga (mejadi ma) + taba + manu – Mataba manu
Ya’ami (menjadi mi) + törö + yomo – Mitörö yomo

Bentuk-bentuk KGO pada struktur KGO (+KK) + OBJEK

KGO Bentuk Contoh Terjemahan
Ya’odo U Ukhao mbanio Saya memarut kelapa
Ya’ugö Ö Öboto gara Engkau memecah batu
Ya’ia I Ibunu wandru Dia mematikan lampu
Ya’aga Ma Masasai nukha Kami mencuci pakaian
Ya’ita Ta Tafazökhi nomo Kita membangun rumah
Ya’ami Mi Mitibo’ö zasao Kalian membuang sampah
Ya’ira La La’ötö nidanö Mereka menyeberang sungai

Catatan:
Dalam struktur ini, kata-kata benda mbanio, gara, wandru, nomo, zasao, dan nidanö telah mengalami mutasi awal (initial mutation) dan berasal dari kata-kata: banio (kelapa), kara (batu), fandru (lampu), omo (rumah), sasao (sampah), dan idanö (sungai, air) – lihat aturan mutasi awal pada artikel: Turia Si Tobali Duria.

Menurut penulis, gejala mutasi awal merupakan ciri khas Li Niha yang paling sulit dan barangkali salah satu yang terancam punah karena tidak sedikit generasi muda Nias yang susah menggunakannya.

Sebagai contoh, anak remaja Nias (terutama di kota), kalau ditanya: “Haniha zi tohare ?”, akan menjawab “Namagu”, “Gawegu”, “Nakhigu”, pada hal seharusnya: “Amagu”, “Awegu”, “Akhigu”. Menurut penulis, ini pun merupakan bentuk “konvensi paksa” dari luar yang sudah lama kita biarkan.

Struktur III: KK + OBJEK + KGO
Variasi lain dari struktur II adalah penempatan objek di antara KK dan KGO. Hal ini dijumpai pada kata kerja transitif, yaitu kata kerja yang memiliki objek, seperti: menulis (surat), memotong (benang), dsb.

Bentuk Kata Ganti Orang dalam Struktur: KK + OBJEK + KGO

KGO Bentuk Contoh Terjemahan
Ya’odo U- Mogao banio ndra’o(do) Saya memarut kelapa
Ya’ugö Ö- Mamoto kara ndra’ugö Engkau memecah batu
Ya’ia I- Mamunu fandru ia Dia mematikan lampu
Ya’aga Ma- Manasa(i) nukha ndra’aga Kami mencuci pakaian
Ya’ita Ta- Mamazökhi omo Kita membangun rumah
Ya’ami Mi- Manibo’ö sasao Kalian membuang sampah
Ya’ira La- Mangötö idanö ira Mereka menyeberang sungai

Catatan:

  1. Dalam struktur ini, kata kerja imperatif diberi awalan mo-, ma-, mang-.
    Jadi: khao -> mogao, boto -> mamoto, tunu -> manunu, sasai -> manasai, fazökhi -> mamazökhi, tibo’ö -> manibo’ö, dan ötö -> mangötö. Dalam contoh-contoh di atas, subjek memberikan tekanan pada apa yang dilakukannya.
  2. Dalam struktur ini kata-kata: “banio”, “kara”, “fandru”, “omo”, “sasao” dan “idanö” muncul dalam bentuk aslinya (tidak menglami mutasi awal seperti dalam Struktur II).

Kata Ganti Orang yang muncul dalam kolom I dari tabel-tabel di atas, jarang muncul dalam kalimat Li Niha. Yang sering muncul adalah bentuk yang muncul dalam kolom II dalam tabel-tabel di depan. Bentuk inilah yang harus diperhatikan, diingat dan dicoba dipakai dalam kalimat menurut struktur tententu.

Latihan:
Buat kalimat-kalimat berikut dalam Li Niha untuk setiap kata ganti orang.

Menurut struktur I
Contoh:
Manurado (Saya menulis), Manura ia (Dia menulis)
1. manura (menulis)
2. mombaso (membaca)
3. ma’igi / ma’iki (tertawa)
4. manuköu (mengantuk)

Menurut Struktur II
Contoh:
Ubözini zalo (saya menyapu lantai), Mabözini zalo (Kami menyapu lantai)
1. bözini zalo (sapu lantai)
2. teu ndruria (petik durian)
3. tunu geu (bakar kayu)

Menurut Struktur III
Kalimat-kalimat yang dibentuk menurut Struktur II di atas dapat diubah menjadi kalimat mengikuti Struktur III.

Contoh:
1. Mamözini salo ndra’o.
2. Maneu duria ia.
3. Manunu eu ami.

Cobalah Anda bentuk kalimat untuk setiap kata ganti orang menurut stukrtur III ini.

Catatan:

  1. Isi tulisan ini masih jauh sempurna. Kritik dan saran selalu dinantikan dengan tangan terbuka.
  2. Aturan di atas berlaku untuk Li Niha varietas Utara dan Tengah. Kita mengharapkan artikel sejenis dari teman-teman dari Nias Selatan untuk Li Niha varietas Selatan.
  3. Artikel ini pertama kali muncul di situs Nias Portal tagl 23 Oktober 2004 dengan judul: MARI BELAJAR BAHASA NIAS (2).

E. Halawa*

Facebook Comments