Polisi Amankan Dua Tersangka Pembuat dan Pengedar Upal di Nias

Tuesday, March 6, 2007
By Berkat

Gunungsitoli (SIB)

Dua tersangka pembuat dan pengedar uang palsu (upal) ditangkap petugas Polres Nias, Sabtu (24/2) sekitar pukul 23:00 WIB saat membelanjakan upal tersebut di salah satu kedai milik warga di Jalan Diponegoro Gunungsitoli. Dari dua tersangka, satu di antaranya oknum polisi yang bertugas di Polres Nias.

Keterangan yang berhasil dihimpun wartawan di Mapolres Nias menyebutkan kedua tersangka yang diamankan masing-masing Aipda YM (40) warga Jalan Diponegoro Gunungsitoli dan AHT (40) warga Jalan Kelapa Kelurahan Ilir Gunungsitoli.

Dari kedua tersangka, petugas menyita barang bukti 6 lembar uang palsu pecahan Rp 100.000,- masing-masing bernomor seri ZAK 206649 sebanyak 3 lembar, seri GBG 231312 dua lembar, seri EBM 635411. Pada malam itu juga petugas menyita barang bukti untuk mencetak upal di rumah tersangka YM berupa mesin printer merek Canon Pixma warna abu-abu tua, 7 lembar kertas kwarto warna putih, 1 buah gunting besi warna orange stainless Japan.

Terungkapnya kasus peredaran upal ini berkat laporan pemilik kedai Sahran Caniago (35) warga Jalan Diponegoro Kelurahan Ilir Gunungsitoli yang merasa curiga terhadap uang yang diterima untuk membeli rokok dari tersangka AHT.

Pada malam kejadian tersangka yang menerima upal tersebut dari YM dan menyuruh AHT menuju kedai milik Sahran Caniago di Jalan Diponegoro untuk mengedarkan upal dengan modus membeli rokok Gudang Garam Surya yang saat itu sedang dijaga istri korban Rahmawati Dakni (33). Istri korban awalnya tidak curiga saat menerima upal tersebut dan sempat menyerahkan uang kembalian kepada AHT.

Namun setelah AHT meninggalkan kedainya, Rahmawati Dachi curiga atas uang yang diterimanya dari tersangka AHT dan memberitahukan kepada suaminya Sahran Caniago. Tidak lama berselang sekitar setengah jam berikutnya tersangka AHT datang lagi hendak membeli rokok. Kepada tersangka AHT Sahran Caniago meminta untuk mengembalikan uang kembalian yang diserahkan istrinya karena uang untuk membeli rokok pecahan seratus ribu dari tersangka ternyata uang palsu. Namun tersangka AHT bersikeras bahwa upal tersebut bukan darinya. Kebetulan pada saat itu anggota Polres Nias melintas di depan kedai Sahran dan melihat sedang berdebat dengan tersangka AHT. Petugas Polres Nias tersebut mendengar dari pemilik kedai Sahran Caniago bahwa tersangka mengedarkan uang palsu dengan membeli rokok di kedainya. Melihat ada polisi datang tersangka AHT melarikan diri dan berhasil ditangkap di Jalan lagundri Kelurahan Pasar Gunungsitoli selanjutnya diamankan di Mapolres Nias.

Dari ketarangan tersangka AHT kepada petugas polisi dia mengaku upal tersebut diberikan oleh oknum anggota Polres Nias YM untuk diedarkan dan hasilnya dibagi dua. Mendapat pengakuan dari AHT, malam itu petugas Polres Nias menggerebek rumah YM serta mengamankannya dan menyita alat pencetak uang palsu berikut kertas dan gunting.

Dihadapan petugas tersangka YM mengaku berbuat hal melawan hukum itu karena sedang kepepet uang untuk beli tiket pesawat karena pada Senin (26/2) akan berangkat ke Medan Malam dalam rangka tugas. Untuk pengusutan lebih lanjut kedua tersangka dijebloskan ke dalam tahanan Mapolres Nias.

Waka Polres Nias, Kompol Justin Sinaga yang dikonfirmasi wartawan, Senin (26/2) di Mapolres Nias tidak berkomentar karena belum mendapat perintah Kapolres Nias yang saat itu berada di luar daerah. (LZ/i)

Sumber: www.hariansib.com
Tanggal: 2 Maret 2007

One Response to “Polisi Amankan Dua Tersangka Pembuat dan Pengedar Upal di Nias”

  1. 1
    savar s mendrofa Says:

    ada – ada aja tuh orang…
    pakai ngedarin uang palsu segala.mestinya anggota polisi yang punya mesin cetak itu dihukum dan dikeluarkan dari keanggotaan polri.karena merusak institusi penegakan hukum dan mengajar masyarakat untuk mencoba melakukan kejahatan.serta merugikan masyarakat nias pada umumnya.
    syukur deh ketangkep…

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita