Program PPK-R2PN Senilai Rp200 Miliar Diluncurkan di Nias dan Nisel

Monday, March 5, 2007
By Berkat

Gunungsitoli, (Analisa)

Program Pengembangan Kecamatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pulau Nias (PPK R2PN) senilai Rp200 miliar, diluncurkan Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Departemen Dalam Negeri Kepada Bupati Nias dan Nisel di Pendopo Bupati Nias Gunungsitoli.

Direktur Jendral Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Departemen Dalam Negeri diwakili Mustafa mengatakan, dalam program R2PN ini program PPK regular yang sebelumnnya sudah berjalan akan dipadukan dengan rehabilitasi dan rekostruksi yang sedang berjalan saat ini.

Dalam program pengembangan kecamatan hasil analisa bank dunia, program ini dapat memberikan manfaat cukup signifikan kepada masyarakat karena program ini merupakan datang langsung dari dan untuk masyarakat sendiri mulai dari perencaan hingga selesainya proyek, katanya.

Mewakili BRR Perwakilan Regional IV, Kepala Distrik BRR Nias Yupiter Gulo menyatakan, dalam program PPK R2PN ini dana yang akan diberikan kepada 9 kecamatan baik di Kabupaten Nias dan Nias Selatan sebesar Rp200 miliar yang harus mampu diserap dalam waktu lima sampai enam bulan.

Dana itu, merupakan dana diberikan MDF bekerjasama dengan Dirjen PMD Departemen Dalam Negri yang disalurkan melalui BRR NAD-Nias. Program R2PN ini merupakan salah satu land mark program BRR Perwakilan Nias, dalam hal ini BRR berperan sebagai penyalur dan bertanggung jawab sebagi kordinator di lapangan dalam proses penentuan para penerima manfaat, kemudian seluruh masyarakat dalam program ini nantinya akan terlibat secara aktif dengan kapasitas yang ada dengan dibantu fasilitator.

Kemudian BRR berharap dukungan penuh dari berbagai pihak, terutama dari pemerintah baik Nias dan Nisel khususnya instrument yang dibangun melalui Sekber, hingga dengan sekber ini peran dan kominten sangat dibutuhkan dalam menyukseskan program R2PN ini.

Mewakili MDF Muhammad Faisal Sidik mengatakan, dalam hal ini MDF juga mendanai proyek melalui IREP sekitar 300 juta dolar AS, juga dalam program R2PN ini MDF menyalurkan dana melalui Dirjen PMD dan kerjasama dengan BRR dana sebesar 25,7 juta dolar AS.

Pihaknya berharap, dalam program ini dapat terlaksana dengan baik dan jika terdapat kendala-kendala di lapangan jika diperlukan keterlibatan di tingkat lebih atas MDF siap membatu, hingga progam ini dapt terlaksana sesuai dengan harapan bersama.

Sementara itu, Bupati Nias, Binahati B Baeha, SH mengharapkan program R2PN ini agar program ini dapat terlaksana dengan baik, para konsultan dapat mendampingi masyarakat hingga selesai proyek itu, karena kurangnya kapasitas masyarakat dalam hal administrasi seperti penyusunan RAB masyarakat kesulitan sebagaimana pengalaman sebelumnya.

Dalam hal pengadaan material proyek yang dilaksanakan.

Sebelumnya atas pemaparan singkat dari Tim konsultan R2PN menyampaikan, program R2PN ini akan disalurkan kepada 9 kecamatan Nias dan Nisel teridiri dari Kabupaten Nias, Kecamatan Namohalu, Tuhemberua, Idanogawo, Lolofitu Moi.

Sedang Kabupaten Nias Selatan, Kecamatan Teluk Dalam, Amandaraya, Lolowau dan Kecamatan Lahusa.

Dalam proram R2Pn ini akan menggunakan prinsip, pastisipasi, transparansi dan akuntabilitasi dan sederhana. (kap)

Sumber: Analisa Online
Tanggal : 05 Maret 2007

One Response to “Program PPK-R2PN Senilai Rp200 Miliar Diluncurkan di Nias dan Nisel”

  1. 1
    BERIAN MEI LAOLI Says:

    Program PPKR2PN dinias Khususnya Kecamatan Gido dalam Bantuan rumah dinilai gagal,terbukti dalam beberapa desa hasil infestigasi LSM TIPAN RI dalam penemuanya ada beberapa hal yang sangat merugikan masyarakat
    1. ketidak trasnparanya para pelaku dikecamatan.
    2. dari tingkat kepengawasan dari FK,FT dan PJOK yang tidak benar2 mengawasi keberhasilan tersebut.
    3. terbukti didesa lahemo kec.gido tahun 2007 anggaran yang masuk telah mencapai 90%-95% namun fisik hanya 50%-60%,ini terbukti pelaku UPK dan kecamatan bekerjasama dengan para oknum yang tidak bertanggung jawab dan memanfaatkan masyarakat untuk memperoleh keuntungan.
    dan anehnya lagi bahwa UPK dan kecamatan membiarkan orang lain membuat curang dan melakukan penipuan terbukti dalam pembuatan pertanggung jawaban dari para pengurus yang tidak memperhatikan fisik bangunan dan kesusksesan program tersebut.
    4. didesa ladea kecamatan gido LSM TIPAN RI melakukan investigasi hal yang sama perumahan tahun 2007 belum selesai sampai saat ini.bahkan swadaya mereka telah mencapai Rp15 juta.ini jelas bahwa program PPKR2PN tidak transpran bahkan terjadi pembodohan dan penipuan kepada masyarakat.
    kita mintakan kepada departemen dalam negeri di kecamatan gido PPKR2PN gagal dan para pelaku dikecamatan melakukan penipuan kepada pemerintah atas ulah mereka dalam pengawasan baik PJO,UPK,FK,FT yang menyimpangi Peraturan PTOK yang dikeluarkan DEPDAGRI.akhirnya program tersebut menyusahkan bukan membantu masyarakat miskin dan menguntungkan oknum2 yang tidak bertanggung jawab untuk memperkaya diri.data lengkap hub.081263711139 berian mei laoli desa lolozasai Kec.Gido Kab.Nias prov.sumut.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita