Kabupaten Nias Rugi Besar, Jika Tidak Ikut Bergabung ke Propinsi Tapanuli

Friday, March 2, 2007
By Berkat

Medan (SIB)
Anggota DPRD dari Dapem VII (daerah pemilihan Nias-Nisel) menilai, terjadinya kontra atau penolakan sebagian warga Nias bergabung ke Protap (Propinsi Tapanuli) bukan dari lubuk hati yang paling dalam, tapi hanya dipermainkan elite tertentu, sehingga Kabupaten Nias menjadi sangat rugi besar, jika tidak ikut bergabung ke Propinsi Tapanuli.

Penilaian itu dikemukakan salah seorang anggota dewan dari dapem VII (Nias-Nisel) Aliozisokhi Fau Spd kepada wartawan, Kamis (22/2) di gedung DPRD Sumut, terkait masih adanya masyarakat Nias pro-kontra terhadap Nias bergabung ke Propinsi Tapanuli.

Menurut Aliozisokhi, masih terjadinya pro kontra soal bergabung ke Propinsi Tapanuli di kalangan masyarakat termasuk Nias merupakan hal yang wajar dan positif. Tapi penolakan yang dilakukan Nias diyakini bukan dari hati yang dalam, karena masalah bergabung atau tidaknya Nias ke Propinsi Tapanuli hingga saat ini belum final, tapi sebatas wacana.

“Kalaupun ada keputusan itu, bisa diamandemen, karena melihat kepentingan Nias secara substansial. Saya tahu, yang menyatakan penolakan, orang-orang yang cinta rakyat, mencintai proses peningkatan pembangunan dan kader jabatan politis. Intinya, penolakan yang dilakukan jelas untuk bargaining position, agar Nias benar-benar diperhitungkan kelak,” tegas Alio.

Alio yang politisi Partai Demokrat melihat, ada dua hal permintaan rakyat Nias selama ini terkait pembentukan Propinsi Tapanuli, di antaranya masalah ibukota nantinya di Sibolga-Tapteng dan hal ini telah terjawab dengan diajukannya 2 calon ibukota yaitu Sibolga dan Siborong-borong.

Selain itu, kata Alio kini anggota Komisi E DPRD Sumut, adanya kekhawatiran bahwa setelah terbentuk Propinsi Tapanuli, jabatan-jabatan yang akan diberikan kepada putra Nias dalam jabatan karir adalah jabatan kurang populer, seperti di dinas jalan dan jembatan, dinas pengairan, dinas pendidikan, dinas kesehatan dan lainnya.
“Persoalan ini, justru bisa terjawab, jika panitia pembentukan Propinsi Tapanuli dan masyarakat Nias membuat semacam MoU, dimana pembagian jabatan kelak secara proporsional. Kalau orang Nias Kadis, wakilnya dari Taput dan sebaliknya. Masalah ini sudah sering dibicarakan dalam rapat-rapat kepanitiaan dan Ketua Dewan Penasihat sangat setuju,” ungkap Alio.

Menurut Alio lagi, jika Nias bergabung ke Propinsi Tapanuli, peluang orang Nias menjadi Gubernur atau wakil gubernur sangat besar, meski pemilihan Gubernur/wakil gubernur dilakukan melalui Pilkadasung, karena dari jumlah penduduk, Nias lebih besar dibanding penduduk Tapanuli. Contohnya di Sibolga, sekitar 30 persen orang Nias.
“Untuk masalah ini, orang Nias akan bertarung dan berjuang agar bisa duduk pada jabatan penting pada Propinsi Tapanuli nantinya. Apalagi, antara Nias dan Tapanuli sudah memiliki hubungan kekerabatan sejak lama melalui perkawinan silang,” ungkap Alio seraya berharap, masyarakat Nias dan eleit-elit politik serta pejabat Nias terus melakukan komunikasi, sehingga benang merah yang diinginkan bisa ketemu. (A13/u)

Sumber dari: www.hariansib.com
Tanggal: Mar 01, 2007 at 08:52 AM

13 Responses to “Kabupaten Nias Rugi Besar, Jika Tidak Ikut Bergabung ke Propinsi Tapanuli”

Pages: « 1 [2] Show All

  1. 11
    oni harefa Says:

    “Kabupaten Nias Rugi besar, Jika Tidak Ikut Bergabung ke Propinsi Tapanuli”, itulah judul yang tersurat pada artikel ini.

    “Kebenaran orang lain bukannya dalam apa yang diungkapkannya kepadamu, namun dalam segala yang tak dapat diungkapkannya kepadamu”, itu kata Kahlil Gibran dalam “Sand and Foam”.

    Jadi, apa yang tersirat (mungkin) dari ungkapan politikus kita itu… dan wartawan yang meliputnya… adalah:
    “Rugi besar, Jika Kabupaten Nias Tidak Ikut Bergabung ke Propinsi Tapanuli”.

    Huuua…ha…ha…ha…!!!

  2. 12
    savar s mendrofa Says:

    buat Mr.eben Hia..

    lau ba balugu…

    terkutuklah orang yang mengandalkan diri sendiri atau sesama manusia.tetapi diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan..

    bener ngga…?

    menurut saya nih..ada banyak pendapat pro dan kontra dari bpk2 di atas..semua baik..semua melihat dari sisi/cara pandang masing2/dari kaca mata kudanya masing2.
    namanya juga demokrasi..bale!

    kita belajar untuk saling menghargai pendapat orang.kita biasakan untuk menerima input dari orang.
    tetapi menurut saya..

    “Nias berkembang bukan karena bergabung dengan SUMUT atau PROTAP…tapi kita harus bergerak karena Tuhan berikan potensi bagi kita untuk bergerak maju.jadi bukan karena nias bergabung ke sumut atau ke protap.ini kan hanya rekayasa manusia.

    jadi kita ngga usah panik…mau ke sumut atau ke tapanuli..
    paradigma kita yg mesti berubah.karakter atau cara hidup yang lama kita yang harus berubah.

    sehingga tidak bergantung kepada siapa kita bergabung.
    jika kita adalah orang2 yg intelek dan unggul serta jujur..ngga perlu kuatir ngga dapet jatah jabatan.
    coba kalau karakternya jelek..tetep aja..mau ke sumut atau ke tapanuli tetep aja corupci..eh korupsi..memperkaya diri sendiri.
    jadi buat saudara2 yg saya kasihi in Jesus christ..ngga usah kuatirlah..

    Biarkan Tuhan yg menuntun…jangan merasa kita lebih tahu dari Tuhan..percaya bahwa Dia tahu yg terbaik utk masa depan nias,
    (mudah2an ngga ada yg nyeletuk..kog Tuhan dibawa2..apa urusan Tuhan..jangan yach..Tuhan berkuasa atas bangsa/pulau/darat/laut/udara/tanah/bawah tanah…apalagi atas Nias)

    tetapi..kita boleh juga saling mempertimbangkan dengan saudara2 yg lain..termasuk bpk2 petinggi/tokoh2 masyarakat yang memang lebih berpengalaman dari kita2.
    tentunya dengan motivasi yg mulia bagi nias secara menyeluruh.

    God bless u all..dan berkat Tuhan atas Nias
    yaahowuuuuuuu….

  3. 13
    Waruwu Group Says:

    Pendapat boleh beda….tapi yang ingin saya tanya ke Bapak Aliosokhi Fau.Spd….
    1.Apakah saudara sudah berpikir matang ttg Protap ini dan anak Nias? dan sampai sejauh mana anda berpikir? Kok yang enak2 aja yang di ceritakan ?
    2.Apakah saudara sering belajar dari pengalaman putra putri Nias sejak dahulu kala yang nyata2 lebih pintar dari saudara dari pola pikir maupun Titel jauh di atas saudara hingga saat ini ,sehingga saudara bisa presentasi dan belagak aktor/intelek saat ini ? ?
    3.Anda itu belum apa2…ingat itu..!!!
    4.Belajar…belajar dari putra putri Nias,belajar ttg apa yang di sebut dengan kesetiaan dan bukan pengkhianatan!!!!!!!!!!
    5.Nias mampu berdiri sendiri tanpa Lae Lae kita itu….Kita mampu berdiri sendiri, dan harus siap berkorban dan bersatu demi perjuangan anak2ku dan demi anak2mu juga…dan bukan ajari anak2 Nias jadi babu….U itu dukunglah anak2 kita….agar dia jadi pemimpin tanpa belas kasihan dari orang lain ,tp pemimpin yang diperoleh dari perjuangan mrk/anak2 kita juga.
    Mudah mudahan Lae Aliosokhiu Fau Spd bisa mendengar dan membaca atensi saya ini…

Pages: « 1 [2] Show All

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita