Medan (Yaahowu)

Masyarakat Nias yang berjumlah lebih dari 20.000 jiwa dan berdomisili di Kota Medan menyatakan penolakannya untuk bergabung maupun digabungkan dengan Provinsi Tapanuli yang sedang dirancang pembentukannya. Hal ini terungkap dari temu ramah masyarakat Nias-Medan yang berlangsung Sabtu/17 Pebruari 2007 di Hotel Polonia Medan.

Temu ramah yang dihadiri oleh Tokoh-tokoh masyarakat Nias-Medan mewakili seluruh elemen masyarakat Nias Medan ini berlangsung hikmad dan sangat akrab.

Pertemuan yang juga dihadiri oleh Pejabat ekesekutif dan legislative Nias, para tokoh gereja suku asal Nias serta unsur-unsur generasi muda Nias ini, diselenggarakan oleh Persatuan Masyarakat Nias(PMN) Medan, sebagai sebuah Ormas Masyarakat Asal Nias di Kota Medan.

“Pertemuan ini kita gelar untuk mengakomodir keinginan tokoh-tokoh masyarakat Nias-Medan untuk bisa bertemu dan duduk bersama membicarakan berbagai isu actual tentang Nias” Ungkap San Zebua, Ketua PMN Medan kepada pers.

Selanjutnya, San Zebua, SH menambahkan bahwa para tokoh masyarakat Nias yang ada di Medan merasa bertanggungjawab secara moral untuk menyikapi berbagai informasi dan pemberitaan yang berkembang tentang Nias sebagaimana dilansir oleh berbagai media akhir-akhir ini dan hal inilah yang mendorong digelarnya pertemuan tersebut.

“Di era reformasi ini, kita tidak bisa menghalangi siapapun untuk mengemukakan opini tentang apapun, akan tetapi kita sebagai wadah perhimpunan masyarakat Nias di Medan ini tentu harus juga menyatakan sikap kita terhadap semua isu yang mencuat ini” tambah Ketua PMN Medan.

Ketika ditanyakan tentang isu yang paling prioritas disikapi saat ini, San Zebua,SH, menegaskan bahwa saat ini yang paling menyita keperdulian dan perhatian masyarakat Nias Medan adalah isu Pembentukan Propinsi Tapanuli.

Ia menegaskan bahwa masyarakat NIas tentu tak kuasa dan memang tak pernah sedikitpun berniat untuk menghalang-halangi rencana pembentukan Propinsi Tapanuli yang saat ini sedang diperjuangkan, karena hal itu sah-sah saja sesuai konstitusi yang berlaku, akan tetapi menyangkut keikutsertaan masyarakat Nias untuk bergabung atau tidak, hal ini harus dikembalikan pada keinginan masyarakat Nias khususnya yang berada di wilayah hukum Nias itu sendiri.

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab itu, Masyarakat Nias Medan mencapai beberapa kesepakatan di antaranya memberikan dukungan penuh kepada Pimpinan Daerah di Pulau Nias atas segala keputusan yang telah diambil berkenaan dengan rencana pembentukan Provinsi Tapanuli sekaligus menghimbau segenap masyarakat Nias di perantauan agar bersama-sama memberikan dukungan serupa sehingga masyarakat Nias tidak tercabik-cabik hanya karena kepentingan sesaat dari pihak-pihak tertentu.

Sementara itu, Wakil Sekretaris PMN, Ir. Sudirman Halawa, ketika dimintai pendapatnya tentang adanya opini yang berbeda dan dilansir juga oleh media tertentu selama ini, dengan tegas menyatakan bahwa opini atau pendapat yang mengemuka dan berbeda dengan kesepakatan pada acara temu ramah sebagai pendapat atau opini pribadi orang tertentu saja dan bukan sikap resmi masyarakat NIas yang ada di Medan.

“Kalau kita ikuti secara seksama pendapat masyarakat pada malam temu ramah, sangat jelas bahwa keinginan msayarakat Nias Medan tidak berbeda dengan keinginan mayoritas masyarakat di Pulau Nias, dan inilah sikap resmi masyarakat Nias Medan, jadi kalau selama ini ada yang punya opini pribadi, ya sah-sah saja, saya pun mungkin juga punya pendapat yang berbeda, tetapi kalau sudah berbicara pendapat masyarakat, itulah yang menjadi sikap resmi kita.” tegas Sudirman kepada Pers.

Pada kesempatan yang sama, San Zebua juga mengemukakan bahwa untuk menyikapi isu pembentukan Provinsi Tapanuli, selain berkomunikasi dengan Para Pimpinan Eksekutif dan Legislatif Kabupaten Nias, PMN juga secara intensif sedang menjalin komunikasi dengan Kabupaten Nias Selatan sembari berharap bahwa akan ada waktu yang tepat untuk menggelar temu ramah serupa bersama para Petinggi Nias Selatan, mengingat kapasitas PMN menghimpun masyarakat dari kedua wilayah tersebut. “Kita merasa peduli terhadap masyarakat dari kedua kabupaten ini, karena dalam pandangan masyarakat Nias yang ada di Medan, ikatan darah dan emosional dengan masyarakat Kabupaten Nias maupun Kabupeten Nias Selatan tidak berbeda” Tegas San Zebua yang juga mengaku sangat terikat secara emosional dengan masyarakat Nias Selatan karena pernah bertugas lama di sana.

BUPATI DAN KETUA DPRD NIAS BANGGA
Ketika dimintai keterangannya di akhir acara temu ramah, Bupati Nias Binahati B. Baeha yang didampingi oleh Wakil Bupati dan Sekdakab Nias serta Ketua DPRD Nias. Ingati Nazara, yang juga didampingi oleh unsur Pimpinan fraksi DPRD Nias senada mengungkapkan kebanggaannya kepada masyarakat Nias Medan yang secara kompak dan dalam suasana kekeluargaan menggelar acara temu ramah bersama para tokoh-tokoh masyarakat Nias Medan, dan yang lebih penting lagi, kedua Petinggi Kabupaten Nias itu berterimakasih atas sikap dan dukungan yang diberikan oleh masyarakat Nias Medan atas Keputusan yang secara formal telah mereka suarakan selama ini

Acara temu ramah selain mengelar makan malam bersama, diskusi juga diisi dengan berbagai penampilan lagu-lagu Nias yang dikumandangkan oleh Nias Swara Entertainment binaan Drs. Kosmas Harefa, selain juga diisi dengan Menyanyikan “Lagu Kebangsaan” masyarakat Nias yakni “Lagu Tano Niha”. (kym1)

Facebook Comments