Gunungsioli, (Analisa)

Rencana pembangunan pelabuhan Gunungsitoli Nias, dengan dana Rp80 miliar akan dibangun Infrastucture Reconstruction Finanching Fasilities (IRFF) melalui pelaksananya Infrtruktur Rekonstruksi Enabling Program (IREP) dan bekerjasama dengan BRR NAD-Nias dalam beberapa minggu kedepan akan dilelang secara internasional.

Hal itu disampaikan Deputi Infrtruktur BRR NAD-Nias Bastian Sihombing dam juga selaku Kepala PMU IREP pada sosialisasi dan launching IREP dan IRFF di rungan Aula Pendopo Bupati, Kamis (22/2).

Sosialisasi dihadiri Bupati Nias Binahti B Baeha, SH, Deputi Infrtruktur BRR NAD-Nias Bastian Sihombing dan juga selaku Kepala PMU IREP Kepala BRR Perwakilan Regional IV Nias, Willam P Sabandar, KPA Perumahan dan Infratruktur BRR Perwakilan Nias, Buyung Sitompul.

Rencana pelelangan akan segera dilakukan dalam beberapa minggu ke depan, serta Deputi Infrtruktur BRR NAD-Nias Bastian Sihombing mengharapkan agar lokasi dan lainnya tidak ada masalah, hingga proses pelelangan nantinya cepat terealisasi, selain itu akan dilakukan pembangunan lain dalam infratrukstur di Nias dan Nisel.

Deputi Infrtruktur BRR NAD-Nias Bastian Sihombing dan juga selaku Kepala PMU IREP pada sosialisasi menjelaskan, pelaksanaan program IREP nantinya lebih terfokus pada pembangunan infrastruktur baik NAD maupun Nias bertujuan membantu serta mempercepat kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan alokasi dana sekitar 300 juta dolar AS untuk NAD-Nias.

DUA KONSULTAN

Selain itu, dalam pembangunan infrastruktur yang didanai IRFF nantinya khusus untuk Nias dan Nisel IREP akan memperbantukan dua orang konsultan, satu Konsultan ahli nasional dan Konsultan ahli internasional yang tugas dan fungsinya secara global adalah rencana umum yang akan banyak membantu BRR dan Pemerintah Daerah dalam hal mencari prioritas pembangunan, serta capacity building dengan dibantu kedua ahli itu serta untuk mempercepat administrasi dan cara pencairan dana pembangunan ke Washington karena dana itu nantinya tidak melalui BRR lagi.

Bupati Nias, Binahati B Baeha, SH mengatakan, sebelumnya dalam hal penanganan infratuktur khususnya di Kabupaten Nias belum tertangani dan tersentuh dengan baik, baik jalan provinsi maupun jalan kabupaten dan yang lainnya, dengan ada BRR dan para NGO pasca bencana alam Nias mulai meningkat.

Ifrastruktur di Kabupaten Nias merupakan hal yang sangat diharapkan karena infrastruktur merupakan salah satu prioritas pemerintah Daerah Kabupaten Nias sejak tahun 2001 lalu, tetapi karena keterbatasan dana, hingga dalam kurun waktu itu tidak dapat terlaksana dengan baik.

Dengan datangnya BRR dan NGO serta program ini yang sejalan dengan pemerintah daerah pihaknya sangat berterima kasih dan tentunya sangat disambut dengan baik untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Nias.

Sebelumnya Kepala BRR Perwakilan Nias, Willaam P Sabandar mengungkapkan, dalam membantu program ini Sekber nantinya sangat berperan aktif sebagai pintu masuk dalam program IREP ini, hingga semua pihak baik Pemda maupun BRR berperan aktif dalam program ini dengan dibantu kedua kepala distrik yakni Kepala distrik Nias dan Kepala distrik Nisel.

Kepala BRR Nias mengharapkan kepada kedua pemerintah daerah untuk mengawal proses paket ini dari awal, hingga dapat berjalan dengan baik karena paket merupakan paket besar dan pertama kali terjadi di Indonesia. (kap)

Sumber: Analisa Online, 24 Februari 2007

Facebook Comments