Jakarta (SIB)

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) merasa simpati terhadap rencana pembentukan Propinsi Tapanuli, yang sejak puluhan tahun lalu sudah menjadi keinginan dan dambaan masyarakat, khususnya yang berada di kawasan eks Keresidenan Tapanuli.

Rasa simpati itu ditunjukkan Wapres ketika menerima Penasehat dan Panitia Pemrakarsa Pembentukan Propinsi Tapanuli, Senin kemarin di kantornya Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, yang terdiri dari Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan (Penasehat), Ir GM Chandra Panggabean (Ketua), Budiman Nadapdap (Wakil Ketua) dan Hasudungan Butar-butar (Sekretaris).

Dalam pertemuan hampir satu jam itu, Luhut Panjaitan menjelaskan, proses dan perkembangan aspirasi masyarakat tentang pembentukan Propinsi Tapanuli. Diawali pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, dan puncaknya adalah acara penyampaian kebulatan tekad masyarakat tgl 12 Januari lalu di Tarutung, Taput yang dihadiri sedikitnya 40.000 masyarakat yang datang dari 10 daerah kabupaten/kota yang direncanakan bergabung dalam Propinsi Tapanuli, yakni, Kab. Tobasa, Kab.Samosir, Kab.Taput, Kab. Humbahas, Kab.Tapteng, Kota Sibolga, Kab.Dairi, Kab. Pakpak Bharat, Kab.Nias dan Kab.Nias Selatan.

Kebulatan tekad tersebut diserahkan melalui tokoh masyarakat dari 10 daerah kepada Ketua Komisi II DPR RI AE. Mangindaan didampingi Wakil Ketua Komisi II DPR RI H. Fachrudin dan disaksikan puluhan ribu masyarakat dan beberapa anggota DPR RI dari lintas Fraksi, di antaramya Drs Saidi Butar-butar (FPD), Hasurungan Simamora ( FPDS), Prof H Rustan Tamburaka MA (FP Golkar), DR Jumaini Adriana Sihombing (FPD), Hj Nidaliah Djohansyah (FPAN), Pastor Saut M Hasibuan (FPDS) dan H Jaluli Jawaini (FPKS).

Sebagai tindak lanjutnya kebulatan tekad masyarakat itu, disusul sedikitnya 82 anggota DPR RI yang berasal dari 10 Fraksi menandatangani usul inisiatif pembentukan Propinsi Tapanuli, yang kemudian diserahkan kepada pimpinan DPR RI dan diterima langsung oleh Ketua DPR RI HR Agung Laksono.

“ Jadi, bolanya sekarang sudah di pimpinan DPR dan Komisi II DPR RI” ujar Luhut B.Panjaitan, sambil mengharapkan bantuan Wapres sehingga rencana pembentukan Propinsi Tapanuli berjalan mulus dan bisa terwujud pada tahun 2007 ini sesuai dengan keinginan masyarakat. “Bantulah Kampung Saya” pinta Luhut Panjaitan berterus terang. Jenderal berbintang empat, yang kini mendapat dukungan besar untuk menjadi Ketua Umum KONI Pusat menggantikan Agum Gumelar itu, menegaskan bahwa tujuan utama pembentukan Propinsi Tapanuli adalah untuk mempercepat pembangunan sekaligus memperpendek rentang kendali pelayanan pemerintahan.

Sangat disadari hanya dengan melecut pembangunan, maka julukan “Peta Kemiskinan Tapanuli” bisa dihilangkan, karena dengan pemekaran wilayah dan membentuk daerah otonom baru diharapkan kesejahteraan masyarakat bisa lebih meningkat dibanding sebelumnya.

“Terus terang, infrastruktur di daerah itu masih tertinggal dibanding daerah lain” ucap Luhut Panjaitan sembari menyebutkan karena ketertinggalan infrastruktur maka jarak tempuh Medan-Tarutung bisa memakan waktu 7 (tujuh) jam jika menggunakan transportasi darat, baik angkutan umum maupun pribadi.

Dinilai dari sudut potensi daerah, kata Luhut, masih terbuka lebar untuk digali dan dikembangkan, guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Dia mengemukakan, sektor pertanian sangat berprospek, apabila lahan-lahan bisa dikelola dengan baik. Diberinya contoh, dirinya sudah membuat proyek percontohan (pilot proyek) tanaman padi di atas lahan seluas 4 hektare di daerah Kab. Tobasa. Dengan menggunakan varietas unggulan (bibit unggul), produktivitas padi diharapkan bisa meningkat 4 kali lipat dibanding yang ada sekarang.

“Dalam waktu dekat akan panen, dan Bapak akan saya undang nanti” ujar Luhut dijawab Wapres dengan anggukan kepala.

Potensi lain, menurut Luhut, adalah geothermal (energi listerik) yang disebutnya, daerah Tapanuli menempati urutan nomor 2 di Indonesia. “Mengenai energi listerik cukup potensial, di Tapanuli bisa dibangun berkapasitas besar” jelasnya, seakan menggambarkan bahwa menyangkut potensi daerah, eks Keresidenan Tapanuli tak perlu diragukan.

Mendengar penjelasan Luhut Panjaitan, yang cukup tegas dan lugas, Wapres Jusuf Kalla kelihatan terkesan dan menyatakan sepanjang memenuhi persyaratan Undang-Undang (UU) rencana pembentukan Propinsi Tapanuli tidak ada masalah.

Wapres yang juga Ketua Umum Partai Golkar meminta, agar prosedur dan mekanisme pemekaran suatu wilayah dilakukan sebagaimana yang diatur oleh undang-undang. “Lakukan kajian akademisnya” ujar Jusuf Kalla sambil menyebutkan bahwa Propinsi Gorontalo, setelah dimekarkan kini mengalami kemajuan yang cukup berarti. Mungkin itulah sebabnya, ketika dilakukan Pilkada, Gubernur Gorontalo sekarang ini memperoleh suara 85 % untuk jabatan Gubernur priode kedua.

Luhut Panjaitan menambahkan, bahwa daerah Tapanuli sangat cocok dikembangkan industri pertanian, seperti padi, jagung dan lain-lain. Makanya, sebagai wujud kepeduliannya terhadap kemajuan kampung halamannya, kini dia mengembangkan budi daya pertanian yang produktif. Sambil tertawa Luhut mengungkapkan bahwa untuk melakukan penelitian pertanian di daerah Tobasa dia terpaksa mendatangkan ahli dari luar negeri.

Pada akhir pertemuan, Ketua Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli Ir GM Chandra Panggabean mewakili delegasi menyerahkan berkas usulan pembentukan Propinsi Tapanuli kepada Wapres Jusuf Kalla, dengan harapan dapat dipelajari dengan seksama sehingga aspirasi masyarakat dapat terealisasi dalam waktu yang tidak begitu lama.

Chandra juga berharap, kiranya pemerintah dan legislatif (DPR) baik di tingkat pusat maupun daerah, sama-sama punya kepedulian dan komitmen untuk menampung dan membela kepentingan masyarakat di Tapanuli. (Hl/d)

sumber dari: www.hariansib.com
tanggal : Feb 20, 2007 at 10:19 AM

Facebook Comments