Sibolga (SIB)
Kalangan LSM di Kabupaten Nias memprotes sekaligus menuding BRR (Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi) Nias menyalahi aturan proses tender proyek Anggaran Biaya Tambahan 2006 karena tidak sesuai dengan peraturan yang ada.

“Dari 7 paket proyek yang ditenderkan terdapat suatu kejanggala yakni paket proyek Perpipaan untuk Jaringan Distribusi Air Bersih dari Bandara Binaka ke Gunung Sitoli Baru Sebulan Selesai Dikerjakan Rp 1,7 miliar hanya melalui penghunjukan langsung (PL),” kata Ketua LSM Bina Peduli Pembangunan Nias (BPPN) kabupaten Nias Selatan Rendoes Halawa dalam siaran persnya kepada sejumlah wartawan, Kamis (22/2) di Sibolga.

Ia menilai, tindakan BRR Nias tersebut mengakibatkan kerugian negara karena tidak sesuai dengan Keppres 80 tahun 2003 yang menyatakan PL dilakukan untuk proyek dibawah Rp 100 juta.

“PL juga dapat dilakukan apabila paket proyek dimaksud telah 2 kali dilakukan pelelangan namun tidak ada perusahaan yang memenuhi syarat sebagai pemenang dan PL dilakukan apabila situasi dan kondisi suatu daerah dalam keadaan darurat,” tambahnya seraya meminta instansi terkait mengusut hal ini.

Sesuai Prosedur
Kepala Perwakilan BRR Nias DR Wiliam P Sabandar yang dikonfirmasi wartawan via telepon seluler menerangkan, proses tender telah sesuai prosedur dan mengenai PL yang dilakukan Satker ia mengakui, dengan pertimbangan paket tersebut merupakan satu kesatuan sistem konstruksi.

“Pertimbangan Satker melakukan PL adalah surat dari GTZ Jerman (organisasi donor, red) yang menghimbau agar pengadaan segera dilakukan dan keinginan masyarakat di Nias yang sangat membutuhkan air bersih,” tambahnya. (mps/n)

Sumber: www.hariansib.com
Tanggal : Feb 23, 2007 at 08:29 AM

Facebook Comments