Gunungsitoli, WASPADA Online
Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Perwakilan Nias bekerjasama dengan Non Govermant Organization (NGO) Samarintan’s Purse sebagai pemberi bantuan, Kamis (15/2) membongkar paksa dua unit rumah bantuan NGO itu, karena telah terjadi rekayasa data penerima bantuan.

Pembongkaran paksa dua unit rumah bantuan yang dibangun NGO Samarithan’s Purse terjadi di Desa Balohili Kec. Botomuzoi, Nias. Keterangan dihimpun Waspada, eksekusi pembongkaran rumah tersebut akibat terjadinya pemalsuan identitas si penerima bantuan. Dari data awal, yang berhak menerima bantuan rumah dari NGO Samarintan’s atas nama Bazisokhi Gea, tapi setelah rumah selesai dibangun terungkap bahwa bangunan dikuasai Daliwanolo.

Ada dugaan, peralihan rumah bantuan itu akibat aksi jual-beli yang merupakan rekayasa oknum kepala Desa Bolohili. Menyikapi permasalahan itu, pihak NGO Samarintan’s melakukan koordinasi kepada BRR Perwakilan Nias melakukan eksekusi pembongkaran, sekaligus untuk pembelajaran bagi masyarakat dan desa–desa lainnya. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan eksekusi, pihak Samarintan’s meminta dukungan dan keamanan dari aparat keamanan. Selama berjalannya eksekusi pembongkaran rumah dikawal puluhan petugas dari Polres Nias dibantu sejumlah anggota Kodim 0213 Nias.

Pembongkaran itu dihadiri Pimpinan Samarintan’s Wilayah Nias, Priskila Brink, Shelter Project Manager, Paul Brink disaksikan Staf khusus Kepala BRR Perwakilan Nias, Kombes Pol. Sugito, Kombes Pol. P. Nainggolan, Kepala Distrik BRR Nias Yupiter Gulo, Kepala Unit Pengawas Internal BRR Nias, T. Edwar David, BBA, Camat Botomuzoi, Ajran Caniago, SH. Pimpinan NGO Samarintan’s Purse Wilayah Nias, Priskila Brink saat dikonfirmasi dilokasi pembongkaran tidak bersedia berkomentar, alasannya tidak memiliki wewenang memberi keterangan pers. Ditempat sama, Kombes Pol. Sugito sebagai staf khusus Kepala BRR Perwakilan Nias mengatakan, tidak ada keterlibatan BRR Perwakilan Nias dalam eksekusi. Pihaknya hanya diminta dukungan dan bantuan keamanan.

Dijelaskannya, BRR Nias telah membentuk Tim Verifikasi Perumahan melibatkan Polri, Kejaksaan,TNI, dan Pemda. Tujuannya mendata kembali nama-nama korban gempa yang berhak menerima rumah bantuan. Bila ditemukan ada data fiktif penerima bantuan perumahan, maka BRR akan melakukan pembongkaran serta siapa saja oknum yang terlibat untuk merekayasa data tersebut akan diproses hukum.(cbj) (wns)

Sumber: Waspada Online, 16 Februari 2007

Facebook Comments