Perlu Sinkronisasi dan Pemahaman Bersama

Monday, February 12, 2007
By nias

Oleh Esther Telaumbanua

[Catatan Redaksi: Tulisan berikut adalah komentar Esther Telaumbanua terhadap tulisan “Gejolak Perubahan dalam Masyarakat sebagai Konsekuensi Bencana Alam”, 8 Februari 2007.]

Memang 2 tahun pasca bencana ini telah membawa perubahan banyak dalam kehidupan masyarakat Nias. Dalam waktu relatif singkat masyarakat Nias bagaikan diayun-ayun, seperti naik Perahu Kora-Kora di Taman Impian Jaya Ancol.. Bermula suatu keadaan yang statis datar terpuruk.. lalu terjerambab luluh lantak.. dan tiba-tiba diayun keatas disentak dengan proses pemulihan yang sarat dan jor-joran dengan pembangunnan fisik. Kalau tak siap dan berpegangan kuat.. maka bisa mabok kelimpungan karena ‘keterkejutan’ fisik dan mental.

Sepintas kasat mata, kita melihat proses pemulihan melalui program BRR, telah menghasilkan banyak perubahan yang positif. Jalanan mulus, kota semakin kinclong, rumah baru, banyak bangunan baru dan kesibukan2 orang2 akibat berbagai proyek2. Dari angka-angka, memang terjadi perubahan signifikan. Tapi, apakah demikian sesungguhnya ? Perlu pengamatan yang cermat bagaimanakah kehidupan masyarakat Nias saat ini dan arahnya ke depan. ‘Peradaban’ Nias seperti apa yang akan terbentuk pasca pemulihan dengan berbagai perubahan dan dampak posistif dan negatif yang mengikutinya.

BRR adalah Badan pemerintah yang ditugasi untuk melakukan rehabilitasi dan rekonostruksi Nias pasca bencana. Dengan payung hukum yang kuat, perpu dan perpres dan dilandari dengan UU, badan ini diberi kewenangan khusus dan cukup besar untuk mengelola program dan pendanaannya bagi yang bersumber dari pemerintah juga dari berbagai sumber termasuk internasional. Tugas utamanya adalah melakukan rehabilitasi dan rekostruksi kembali wilayah dan kehidupan masyarakat Nias. Kepada Badan inilah ditumpukan harapan pemulihan kehidupan masyarakat Nias.

Setelah 2 tahun berlalu, dari sisi rehabilitasi & rekonstruksi fisik memang ada progres secara kuantitas, walaupun dari sisi kualitasnya masih harus dicermati. Terbukti , banyak penyimpangan, banyak kasus, banyak keluhan, masih banyak protes disana sisi. Banyak hal yang harus segera diperbaiki dan dievaluasi pada masa 2 tahun proses ini. Dari sisi penyerapan anggaran, ini sudah menunjukkan bahwa masih banyak persoalan yang masih menghambat.

Saya prihatin, masih saja tersia persoalan di seputar kebutuhan dasar seperti rumah dan sekolah-sekolah lainnya ..dst.. dst.. dan masih banyak lagi sampai pada persoalan jalan yang mulus di kota Gn Sitoli yang dilihat oleh mbak Noni, juga jalan antar kabupaten. Setelah dibangun, siapa yang akan membiayai maintenance-nya. Apakah sudah masuk dalam anggaran Pemda? Bagaimana peran dan partisipasi pemda disini dalam proses rehabilitasi dan rekonostruksi wilayah dan kehidupan masyarakatnya. Yah mudah-mudahan sdh dipikirkan ya, syukur-syukur sudah dianggarkan.

Terpenting lagi, bagaimana pemulihan kehidupan masyarakatnya … itu menjadi keprihatinan kita bersama. Program -program pemberdayaan masyarakatnya belum mendapat porsi yang cukup. Saat ini pemberdayaan masyarakat masih lebih banyak dilakukan dan didorong oleh LSM/NGO. Apakah mereka siap menerima dan memanfaatkan hasil pembangunan yang ada. Sementara dampak sosial dari proses pembangunan ini sangat banyak dan berpengaruh para pola pikir masyarakat Nias. Keterkejutan budaya ..perubahan pola hidup dan kebiasaan masyarakat, siapa yang mengawal ini?.

Dalam hal proses rehabilitasi dan rekonstruksi Nias, yang tinggal dua tahun lagi, perlu diperhatikan hal-hal ini:

  1. Dua tahun proses berlangsung … seyogianya BRR tidak lagi ‘meraba-raba’, sudah harus terencana (toh payungnya sudah ada yaitu Rencana Induk, Perpres 30 Thn 05, kalau ada kurangkurang sedikit, disempurnakan direncana rinci) dan lebih baik. Jangan lagi ada ‘excuse’ karena masih ‘gamang’ akan sesuatu yang baru pernah terjadi di negri ini. Wong anak kecil setelah dua tahun sudah berjalan dan mampu bersuara kok.. Iya kan mba Noni.
  2. Bagaimana BRR bisa melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya dengan sepenuh hati, memperbaiki pendekatan dan seluruh strategi implementasi programnya. Perencanaan program harus lebih matang dengan menempatkan masyarakat Nias sebagai sasaran dan ‘end-user’ dari seluruh program. Partisipasi masyarakat Nias harus tercermin mulai dalam perencanaan sampai implementasi dan pengawasan. Dan ini merupakan suatu keharusan. Sosialisasi sudah mulai terasa, pelibatan masih belum.Toh yang dibangun itu adalah kehidupan masyarakat Nias, bukan para pendatang atau orang lain. Mereka harus terlibat dalam proses membangun kehidupannya kembali di masa datang. Informasi sudah dapat diakses masyarakat, tetapi kualitas informasinya masih harus ditingkatkan.
  3. Integrasi dan sinergis program pemulihan yang dilakukan oleh BRR dan dengan Pemda dan instansi terkait harus nyata mulai sekarang. Dua tahun berlalu, seyogianya tidak lagi berkutat dengan persoalan ‘koordinasi’ diantara stake-holder. Setelah 2 tahu, proses ‘peralihan’ sudah mulai dilakukan, karena penanggungjawab akhir keberlanjutan program ini adalah ditangan pemda dan amsyarakat Nias sendiri. Jangan sampai ketika BRR sudah berakhir masa tugasnya, meninggalkan persoalan, yang oleh Pemda dijadikan alasan sebagai beban dan penyebab. Akhirnya masyarakat lagi jadi korban. Perlu sinkronisasi dan pemahaman bersama, proses rehabilitasi dan rekonostruksi ini mau diarahkan kemana. Ada arah yang jelas, dituju dan ditanggujawabi bersama. Program rehabilitasi dan rekonostruksi ini seyogianya menjadi awal dan bagian dari program pembangunan Nias yang berkelanjutan, yang tentunya perencanaannya harus dilakukan bersama dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat, kondisi geografis dan lingkungan Nias dan lain-lain.
  4. Dalam rangka percepatan pemulihan Nias, konsistensi dan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk pemulihan Nias harus sungguh-sungguh dinyatakan. Banyak hal yang strategis diputuskan di tingkat pusat, karena itu political-will dari pemerintah dan instansi berwenang sangat diharapkan.

Kita ingin semua baik adanya, karena itu mengajak semua komponen masyarakat untuk ambil bagian berperan, berpartisipasi dan mengawal proses pemulihan masyarakat Nias sehingga menuju pada pemulihan kehidupan Nias yang lebih baik, yang lebih maju, dan lebih beradab dan berbudaya.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

February 2007
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728