Medan (SIB)
Mantan anggota DPRD Nias Foazaro Mendrofa menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat Nias mendukung dan segera bergabung ke Propinsi Tapanuli, didasari kepada eks keresidenan Tapanuli dengan semangat menuju kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, demi masa depan masyarakat Nias.
“Sebagai warga Nias yang merasakan kondisi tiga zaman, tetap mengimbau warga Nias, adik-adik, cucu-cucu dan cicit-cicit saya untuk mendukung dan mewujudkan Keresidenan Tapanuli menjadi Propinsi Tapanuli secara utuh,” himbau Faozaro Mendrofa kepada wartawan, Selasa (6/2) di DPRD Sumut.
Dikatakan Faozaro, masyarakat Nias harus lebih matang berpikir ke masa depan masyarakat Nias, karena tujuan pembentukan Propinsi Tapanuli semata-mata menuju kemakmuran dan kesejahteraan rakyat setiap daerah kabupaten yang bergabung dalam satu propinsi. Kalau boleh, ibukota menjadi kembar nantinya seperti di Propinsi Lampung yaitu Tanjung Karang dan Teluk Betung.

“Saya pribadi pernah berbincang-bincang dengan EWP Tambunan semasih Komandan Korem Garuda Hitam di Lampung tahun 70-an, bagaimana agar Tapanuli menjadi propinsi, bahkan perwakilan GIA Siringoringo ketika itu juga berharap Propinsi Tapanuli terwujud,” ujar Faozaro akrab dipanggil Ama Bessy Mendrofa.

Diakuinya, selama menjadi anggota DPRD Nias periode 1982-1987 dan 1987-1992 dari Partai Golkar sering membawa masalah pembentukan Propinsi Tapanuli dalam diskusi-diskusi dan Nias masuk di dalamnya didasari keresidenan Tapanuli dengan semangat menuju kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
Ketua DPC PNI Marhaenisme Nias ini minta, beberapa tokoh jangan terburu-buru menyatakan penolakan Kabupaten Nias ke Propinsi Tapanuli sudah final, tapi kita tetap melihat nilai positifnya, karena jangan berpikir untuk sekelompok, tapi untuk kepentingan masyarakat Nias secara keseluruhan.

Jadi, lanjut Mendrofa, penolakan dari beberapa oknum pimpinan di Nias bergabung ke Propinsi Tapanuli hanya merupakan bayang-bayang kekhawatiran yang tidak jelas, karena berdasarkan perbandingan jumlah jiwa di Pulau Nias ditambah perantau di Tapanuli, jumlahnya seimbang dengan masyarakat Tapanuli.
“Jika Nias bergabung ke Propinsi Tapanuli, maka pimpinan Propinsi yang akan datang hendaknya putra Nias harus diperhitungkan. Mencari pimpinan sekarang bukan harus pangkat Jenderal atau Profesor, tapi dukungan rakyat secara politis,” ujarnya.

Karena itu, tambah Ama Bessy Mendrofa, para pengungsi korban Gempa/Tsunami Nias yang tinggal di Kota Medan menyatakan mendukung penuh prinsip-prinsip dari anggota DPRD Sumut asal Nias dan Nias Selatan yang selalu berpikir jernih untuk kepentingan masyarakat Nias, termasuk mengarahkan para pengungsi melaksanakan pemulangan pengungsi ke Nias dengan penuh perhitungan. (A13/d)

sumber dari : www.hariansib.com
tanggal : Feb 09, 2007 at 08:39 AM

Facebook Comments