Rapat Pemilihan Pimpinan Pansus Pembentukan Protap Deadlock

Friday, February 9, 2007
By nias

Medan, (Analisa)

Rapat tertutup pemilihan pimpinan panitia khusus, (Panmus) pembentukan Provinsi Tapanuli, Kamis (8/2) di DPRD Sumut berlangsung “panas” dan berakhir buntu (deadlock). Masing-masing fraksi memainkan perannya antara mendungkung dan menolak.

Konfirmasi yang diperolah, memanasnya rapat ketika beberapa fraksi besar di DPRD Sumut memunculkan tiga nama calon ketua Panmus pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap), yakni,Drs H Banuaran Ritonga, (F-PPP), Nurdin Ahmad (F-Golkar) dan Kamaluddin Harahap (F-PAN).

Munculnya tiga nama ini mengawali perdebatan antara anggota Panmus, karena ada kelompok yang merasa tidak terwakili masuk sebagai pimpinan Panmus. Akhirnya rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumut Alijabbar Napitupulu menemukan jalan buntu dan rapat diskor tanpa kesimpulan.

Seorang anggota personalia Pansus Burhanudin Rajagukguk mengaku kesal terhadap sikap beberapa anggota dewan yang tergabung dalam personalia Pansus pembentukan Provinsi Tapanuli. Dia menilai penentuan pimpinan Pansus terdiri dari ketua, wakil ketua dan sekretaris tidak realistis.

Diungkapkan Burhanudin (F-PDS), sebelum pemilihan ada tiga nama yang diusulkan menjadi pimpinan Pansus yaitu Drs H Banuaran Ritonga, Nurdin Ahmad dan Kamaluddin Harahap.

“Saya tidak setuju, karena di antara ketiga calon pimpinan itu tidak ada anggota dewan yang dari daerah pemilihan VIII, yaitu daerah yang dimekarkan menjadi provinsi. Kalau alasan memilih ketiga nama itu hanya karena ketokohan dan lebih gampang berkomunikasi, lebih baik yang diusulkan anggota dewan dari dapem VIII,” katanya.

NGOTOT

Karena itu, di usulkan agar ada satu orang dari dapem VIII jadi unsur pimpinan Pansus, tapi beberapa unsur fraksi ngotot dengan tiga nama calon tersebut.

Dari kondisi rapat pemilihan pimpinan pansus itu, lanjut Burhan lagi, sepertinya FKS, F-PBR dan FP Golkar sudah melakukan lobi-lobi sebelumnya untuk menentukan pimpinan Pansus.

Sedang Jhon Eron Lumbanggaol (F-PDIP) mengusulkan agar pimpinan Pansus dikombinasikan sebagai jalan tengah, tapi tidak diterima. Sehingga sempat menimbulkan sedikit ketegangan.

Sementara Sigit Pramono Asri (FKS) mengusulkan agar dilakukan colling down (penenangan) sampai minggu depan dilanjutkan pemilihan. Hal ini melihat suasana rapat semakin panas. (sug)

Sumber: Analisa Online, 9 Februari 2007.

Tulisan terkait:

  • » Nias dan Tapanuli, Bagian Tak Terpisahkan Baik dari Sejarah Maupun Wilayah
  • » Realisasi Protap Tergantung Pemerintah Pusat
  • » Pansus DPRDSU Diingatkan Harus Bergerak Cepat Bahas Usulan Pembentukan Propinsi Tapanuli
  • » Partai Demokrat Minta Pempro dan DPRDSU Segera Proses Pembentukan Propinsi Tapanuli
  • » Forum Demokrasi Mahasiswa Nias Selatan akan Mengawal Rekomendasi Hingga Provinsi Tapanuli Terbentuk
  • Leave a Reply

    Kalender Berita

    February 2007
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728