Gunungsitoli (SIB)

Di saat Nias masih dalam kondisi pemulihan, semestinya pihak pemerintah berupaya memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat. Dalam hal pemakaian listrik misalnya, masyarakat Nias saat ini sangat mengeluh akibat seringnya pemadaman listrik di Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan (Nisel). Pemadaman listrik tidak pernah dijelaskan pihak PLN kepada masyarakat di kedua daerah tersebut.

Pengamatan wartawan, pemadaman listrik akhir-akhir ini sering terjadi hampir di semua kecamatan di Nias maupun di Nisel. Sabtu kemarin misalnya, pemadaman di Gunungsitoli terjadi mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Akibatnya, aktivitas masyarakat di ibukota kabupaten tersebut sangat terganggu. Pemadaman listrik di sana lebih sering terjadi di daerah pedesaan khususnya yang jauh dari ibukota kedua kabupaten.

Ketua DPC Korps Wartawan Republik Indonesia (KOWRI) Kabupaten Nias Loozaro Zebua kepada wartawan di Gunungsitoli, Senin (5/2) menyayankan kondisi itu. PLN hingga kini tidak pernah menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat penyebab pemadaman, listrik tersebut. “Seringnya terjadi pemadaman listrik akhir-akhir ini tidak mendukung program pemulihan pasca gempa dan tsunami di Nias dan Nisel,” katanya.

Seorang pengusaha rental komputer di Gunungsitoli Yuliman Zalukhu menyatakan pemadaman listrik secara mendadak berdampak pada rusaknya peralatan komputer dan sekaligus mematikan usaha saya sebagai pengelola rental komputer di Gunungsitoli,” katanya.

Sementara itu, ketua wilayah Gupdi-Nias Pdt Armilus Gulo STh mengaku kecewa atas pemadaman listrik yang selalu mengganggu jam-jam kebaktian warga jemaat Gereja yang sedang beribadah, apalagi pemadaman tersebut dilakukan tanpa memberitahukannya terlebih dahulu kepada masyarakat.

Kepala pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sektor Pandan di Gunungsitoli melalui supervisor pemeliharaan Anatona Telaumbanua didampingi bagian pemeliharaan mesin Nelson Lumbanbatu ketika dikonfirmasi wartawan di kantornya Senin menjelaskan, pemadaman listrik yang terjadi bukan dikarenakan masalah kemampuan daya listrik yang dikelola PLTD Gunungsitoli, sebab cadangan listrik yang tersedia sangat mencukupi kebutuhan masyarakat Nias dan Nisel.

Ia menyebutkan, total daya listrik di Nias ada sekitar 12.050 Kw, sedangkan total beban puncak sistim di Kabupaten Nias dan Nisel hanya sekitar 10.458 Kw meliputi untuk PLTD Gunungsitoli 8.780 Kw dan PLTD Teluk Dalam 1.678 Kw. Artinya, kata dia, sebenarnya masih ada sisa cadangan daya di Nias sekitar 1.592 Kw. “Pemadaman listrik mungkin diakibatkan masalah jaringan yang kurang bersih dan faktor cuaca yang kurang baik di Nias dan Nisel. Tapi itu bukan urusan kami, sebab pelanggan kami adalah ranting dan pelanggan ranting adalah masyarakat,” katanya.

Kepala ranting PLN Gunungsitoli Thamrin Ziliwu ketika hendak dikonfirmasi tidak berada di kantornya. Oleh stafnya marga Sinaga mengatakan, kepala ranting sedang mengikuti rapat di kantor PLN cabang di Sibolga. (TPT/LZ/n)

Sumber: SIB 8 Februari 2007

Facebook Comments