Gunungsitoli, WASPADA Online
Sejumlah elemen masyarakat mengecam keras pernyataan oknum yang menganggap dirinya tokoh dan mengatasnamakan masyarakat Nias, seakanakan Kabupaten Nias bergabung dengan Provinsi Tapanuli (Protap).

Sesuai aspirasi masyarakat Nias melalui Sidang Paripurna DPRD Nias telah memutuskan Kabupaten Nias menolak bergabung dengan Protap, dan tetap berada didalam pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Ir. Otorius Harefa kepada Waspada, Jumat (2/2) di Gunungsitoli mengatakan sangat mengecam pernyataan kebulatan tekad oleh oknum yang mengatasnamakan masyarakat Nias, seakan-akan Nias mau bergabung dengan Protap apalagi sampai menghadap ke DPR RI seperti yang dilakukan Nitema Gulo.

Dia mempertanyakan dasar apa Nitema Gulo menganggap dirinya tokoh masyarakat Nias, berani mengatasnamakan masyarakat Nias pada pertemuan penyampaian kebulatan tekad dihadapan Komisi II DPR RI di Tarutung pada 12 Januari 2007. Padahal pada hari yang sama DPRD Nias melalui Sidang Paripurna berdasarkan aspirasi seluruh masyarakat membuat Keputusan Kabupaten Nias Menolak Bergabung dengan Provinsi Tapanuli dan tetap berada di dalam pemeintahan Provinsi Sumatera Utara. Otorius mendesak pimpinan DPRD Nias menindaklanjuti hasil keputusan DPRD Nias tentang penolakan bergabung dengan Protap dengan menyampaikan secara langsung kepada DPR RI dan Menteri Dalam Negeri agar semua statemen oknum mengatasnamakan masyarakat Nias selama ini dapat diluruskan, dan menjadi bahan pertimbangan kepada kedua lembaga tersebut.

Dia juga mendesak DPRD Nias mengundang Nitema Gulo melakukan klarifikasi pernyataannya pada acara kebulatan tekad itu, agar masyarakat Nias jangan disesatkan akibat ulah oknum yang hanya mengutamakan kepentingan pribadinya dari pada nasib 400 ribu lebih masyarakat Nias. Ketua Komisi D DPRD Nias, Armansyah Harefa juga menyesalkan pernyataan atau statemen seakan-akan Nias bergabung dengan Protap. “Pernyataan Nitema Gulo merupakan pernyataan pribadi dan bertolak belakang dengan aspirasi seluruh masyarakat Nias,” tandasnya. Menurutnya, Nitema Gulo selama ini tidak berdomisili di Nias dan lebih lama di luar daerah dan tidak dikenal sebagai tokoh masyarakat Nias. Dia yakin Nitema Gulo membuat statemen hanya karena kepentingan pribadinya.

Diharapkan kepada DPR RI jangan hanya mendengar aspirasi satu dua orang yang mengatasnamakan masyarakat Nias serta tidak memaksakan kehendak agar Nias harus bergabung dengan Protap, karena hal itu dapat memicu pergolakan ditengah masyarakat yang selama ini sangat kondusif.
(cbj) (wns)

Facebook Comments