Yth. Dewan Redaksi Nias Online,

Inilah file yang pernah saya kirimkan.Saya keberatan dengan pemberitaan-pemberitaan saudara di niasonline yang mengait-ngaitkan opini pribadi dengan hal-lain diluar kewajaran. jadi saya Mohon Saudara dapat memberikan pemberitaan yang proporsional, profesional dan sesuai dan tidak bias, atau mengambil kata-kata sepatong-sepotong saja, lalu memperbesar-besar tema seakan akan kata-kata yang termaktub dalam tulisan tersebut”Tapanuli Sudah Layak Jadi Propinsi, Tanpa Nias dan Dairi” adalah judul dan tema tulisan saya.

Sebaiknya saya sarankan agar anda dapat membaca ulang isi tulisan saya secara menyeluruh. Pada bagian alinea dari tulisan saya, Saya hanya bilang tujuan pembentukan propinsi tapanuli sama dengan pemekaran daerah lainnya. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 dan UU No. 32 tahun 2004 serta syarat2 yang diatur pada PP 129/2000. Berdasarkan PP tersebut, sebenarnya Tapanuli sudah layak jadi propinsi, tanpa nias dan dairi.(inti kalimatnya ada disini. bukan saya tidak menghargai dairi dan nias untuk bergabung, tetapi saya bilang, layak provinsi jadi provinsi sesuai PP tersebut karena memang 5 kab kota sudah bisa, dalam hal ini berita jangan anda bias2kan).

Mengenai nias dan dairi akan bergabung kemudian, itu sepenuhnya menjadi tugas bersama seluruh elemen rakyat. jadi, kalaupun provinsi tapanuli sudah digulirkan, diikuti administrasi, dsb, maka kabupaten2 yang berminat untuk bergabung, tidak tertutup kemungkinan untuk berpartisipasi menyusul sembari menunggu sampai keluarnya UU provinsi tapanuli.

Sebenarnya kalimat kalimat yang membangun dan cukup baik, tapi anda tidak memuatnya bukan?

Berikut isi tulisan saya beberapa waktu lalu. (*Lihat artikel: SUDAH LAYAK JADI PROPINSI, TANPA NIAS DAN DAIRI dan Catatan Redaksi di akhir tulisan.)

Sekali lagi saya berharap dan percaya niasonline adalah sebuah situs yang independen, professional dan layak dipercaya oleh seluruh elemen pembacanya.

Selanjutnya, saya mohon redaksi niasonline masih memiliki itikad baik, karena dari jawaban2 anda melalui email lah yang menjamin kerahasian berita maka saya mau untuk melayani pertanyaan-pertanyaan saudara waktu itu, baik pembicaraan pertelepon, dan email2.Waktu itu, saya menganggap Redaksi masih cukup akomodatif, bersahabat dan dapat diajak untuk membicarakan isu-isu penting dan krusial dimana membahas segala sesuatunya dengan jiwa dan semangat membangun. Sekali lagi, saya harap berita-beritanya yang konstruktif.

(Tanpa nama alamat pengirim, tetapi dikirim melalui alamat email yang digunakan oleh Sdr. Simanullang ketika berkorespondensi dengan Redaksi Situs Yaahowu.)

Catatan Redaksi:

  1. Redaksi telah mengecek tulisan Sanco Simanullang yang dimuat pada tanggal 23 November 2006, ternyata sama persis dengan teks yang dikirimnya ulang. Oleh sebab itu Redaksi tidak memuatnya lagi di sini. Jadi, tidak benar tuduhan Sdr. Simanullang dalam suratnya di atas: “Sebenarnya kalimat kalimat yang membangun dan cukup baik, tapi anda tidak memuatnya bukan?”
  2. Email Sanco yang dikirim pada tanggal 22 November diberi subjek: “Terkumpul Rp 1,1 Miliar untuk Perjuangan Propinsi Tapanuli”, karena merupakan lanjutan dari korespondensi sebelumnya pada tanggal yang sama. Sebagai sebuah tulisan, tulisan tersebut perlu diberi judul. Karena subjek email Sdr. Simanullang tidak sesuai dengan isi tulisannya, maka Redaksi memutuskan memilih salah satu penggalan teks dalam tulisannya: “Tapanuli Sudah Layak Jadi Propinsi, Tanpa Nias dan Dairi.” Penggalan kalimat ini ada di paragraf akhir tulisan Sdr. Simanullang.
  3. Situs Yaahowu cukup profesional dan berimbang. Hal ini bisa dilihat dari opini-opini yang ditayangkan di situs ini. Khusus wacana Protap, Redaksi menayangkan tulisan atau berita secara cukup berimbang. Bandingkan misalnya dengan surat kabar tertentu yang tak pernah menayangkan berita tentang penolakan Nias bergabung dengan bakal Protap atau berita tentang penolakan masyarakat di berbagai daerah lain.
  4. Dalam komunikasi lewat email dengan Saudara Simanullang, Redaksi meminta bantuan Saudara Simanullang untuk menginformasikan seseorang yang bisa mewakili P4T untuk sebuah wawancara dengan Situs Yaahowu. Ini adalah bukti itikad baik Situs Yaahowu untuk mengakomodasi pendapat pihak P4T. Permintaan ini dijawab oleh Sdr. Simanullang dengan tulisan (opini “pribadi”) yang ditayangkan oleh Yaahowu tersebut.
  5. Redaksi tidak menganggap berita kiriman Sdr. Simanullang berjudul: “Terkumpul Rp 1,1 Miliar untuk Perjuangan Propinsi Tapanuli” sebagai hal yang perlu dirahasiakan, demikian juga opininya yang ditayangkan di Situs ini.
  6. Agak mengherankan juga bahwa Saudara Simanullang membutuhkan waktu lebih dari 2 (dua) bulan untuk melakukan “klarifikasi” atas “Pemberitaan2 Saudara Redaksi NiasOnline” yang tiada lain adalah protesnya atas pemilihan judul opininya oleh Redaksi.
  7. Situs ini bernama Situs Yaahowu seperti tertulis di bagian atas halaman utama walaupun beralamat di niasonline.net. Semoga Saudara Simanullang memperhatikan ini dalam korespondensi selanjutnya.
  8. Apabila Saudara Simanullang belum puas dengan penjelasan ini, Situs Yaahowu menyediakan kolom “Opini” di mana Saudara Simanullang bisa menyampaikan opininya. Sdr. Simanullang dapat mengirim tulisan ke Redaksi pada alamat berikut: nias.online@gmail.com.
    1. Facebook Comments