Nias (SIB)

Meski TA (tahun anggaran) 2006 telah berakhir, namun banyak proyek TA 2006 di Nias belum selesai dikerjakan dan ada proyek tanpa plank merk.

Dengan tidak adanya plank merk, masyarakat sulit diharapkan berpartisipasi dalam pengawasan. Diduga ada juga proyek yang tumpang tindih dan dinilai terlalu mahal, seperti rehabilitasi pemandian umum di Kelurahan Pasar Gunungsitoli dengan biaya Rp73.500.000,-. Sumber dana DAK (dana alokasi khusus) yang dilaksanakan oleh CV Langkat Mandiri dan penanggung jawab Arifin Hulu ST. Jadwal pelaksanaan dari November s/d Desember 2006. Di lokasi yang sama dari sumber dana yang berbeda juga dilakukan rehabilitasi pemandian umum yaitu : pembangunan jalan setapak 31,2 M dengan biaya Rp 31.923.000,- yang pelaksanaannya November s/d Desember 2006 dengan pemborong dan penanggungjawab yang sama.

Arifin Hulu ST yang dihubungi SIB, Senin (15/1) mengatakan, proyek tersebut belum diserahterimakan dan akan dibahas apakah kontraknya diputus atau tidak. Ditanya apakah proyek tersebut tidak tumpang tindih dan dananya terlalu banyak, Arifin mengatakan DPRD Nias sudah menyetujui.

Contoh lain yang sudah berkahir kontraknya, namun juga belum selesai dengan penanggungjawab yang sama yaitu, Renovasi tutup lobang di kota Gunungsitoli yang berbiaya Rp49.876.000,-. Sumber dana DAU dengan pekerjaan cor plat beton yang dikerjakan CV Atania Gemilang Pratama dipimpin Krisman Zebua.

Pemasangan pipa air minum juga terlambat. Selain terlambat, bekas galian tidak ditutup dengan rapi membuat pemakai jalan terganggu, padahal jalan tersebut baru tahun lalu diaspal hotmix. Rehabilitasi jaringan pipa air bersih paket WS-GS TL/02 paket 10 Gunungsitoli Nias. Pelaksana PT Mario Karya Abadi dengan biaya Rp 1.314.726.000 yang pelaksanaannya dimulai tgl 24 Agustus 2006 dalam waktu 120 hari. Konsultan suvervisi PT Esconsoil Ensan, sumber dana APBN. Pembangunan KPPN (kantor pelayanan perbendaharaan negara) dikerjakan dari tgl 3 Juni s/d November 2006 oleh UD Karya Umbu dengan dana Rp 869.880.000.-

Lain lagi di lokasi kantor pelayanan pajak yang rusak akibat gempa 28 Maret 2005 kini dibangun gedung yang cukup besar, tidak diketahui siapa yang membangun karena tidak ada plank merk. Kantor Bawasda (Badan Pengawas Daerah) pun belum selesai meski kontrak berakhir 1 Desember 2006. Direhab dengan dana APBN Rp795.970.000,- Proyek ini dikerjakan UD Karya Umbu yang dipimpin Meiman Harefa dengan penanggungjawab Fat Harefa. Masih banyak lagi proyek yang belum selesai meski tahun anggaran sudah berakhir seperti perumahan yang dibangun BRR meski itu di Gunungsitoli ibukota Kabupaten Nias. Tidak tahu apakah pemborong yang tidak menyelesaikan proyeknya tidak tepat waktu dikenakan denda sebagaimana aturannya akan dijajaki, karena jelas merugikan negara dan masyarakat.

Seorang pemborong yang enggan ditulis namanya mengatakan, proyek rehabilitasi pemandian umum tersebut terlalu mahal, sedang rumah type 36 saja paling mahal Rp45 juta. (OLS/l)

Sumber: www.hariansib.com
tanggal: Jan 27, 2007

Facebook Comments