YA’AHOWU, BAPAK PRESIDEN

Wednesday, January 24, 2007
By nias

Catatan Redaksi: Artikel ini muncul pertama kali di Nias Portal 15 Januari 2005, tiga minggu setelah bencana dahsyat gempa-tsunami 26 Desember 2004. Semoga masih menarik untuk dibaca.

E. Halawa*

Bantuan logistik memang bisa dikirim, tetapi yang dibutuhkan pengungsi saat ini juga kehadiran secara fisik dari pemimpin mereka untuk membangkitkan kembali semangat dan harapan hidup” Firman Jaya Daeli.

Tulisan ini diawali dengan kutipan pernyataan Firman Jaya Daeli, mantan anggota DPR dari PDIP asal Nias di harian Kompas (2/1/2005), tepat seminggu setelah bencana tsunami melanda berbagai belahan dunia, termasuk Nias. Daeli tentu saja berbicara dalam konteks bencana tsunami di Nias dan “respons” pemerintah atas penderitaan yang dialami ribuan masyarakat Nias sebagai akibat dari bencana itu.

Tulisan ini mencoba mengangkat beberapa hal. Pertama adalah respons cepat dari seorang mantan anggota legislatif asal Nias itu sendiri, yang telah berada di lokasi hanya dua hari setelah bencana itu terjadi. Ini suatu prestasi tersendiri yang patut kita sambut secara gembira dan positif. Agaknya, setelah menjadi “mantan”, Daeli lebih leluasa bergerak, tidak perlu “konsultasi sana-sani”, tidak usah “mohon pertimbangan atau petunjuk”, tidak perlu pusing mempertimbangkan mau hadir sebagai wakil partai atau sebagai pribadi, tidak perlu melakukan kalkulasi-kalkulasi politik. Dan memang, yang ditunggu kehadirannya oleh para warga yang menderita itu adalah pribadi-pribadi yang mau melihat dan merasakan langsung penderitaan mereka. Ya’ahowu Pak Firman.

Entah kebetulan atau tidak, beberapa hari setelah informasi dan komentar Daeli dilansir oleh media massa, sejumlah petinggi negara dan tokoh masyarakat akhirnya datang di Nias. Dimulai dengan kunjungan TB Silalahi, utusan khusus Presiden Yudhoyono untuk menangani masalah bencana tsunami di Nias. Sebagai utusan khusus Presiden, kunjungan beliau tentu saja disambut baik oleh masyarakat Nias. Dalam kunjungannya, selain membawa bantuan kemanusiaan, Silalahi juga membawa kabar baik khusus untuk Nias. Kabar baik itu menjadi judul sebuah berita harian Sinar Indonesia Baru (SIB) tanggal 8 Januari 2004: “Industri Virgin Coconut Oil dan Rumah Sakit Modern akan Dibangun di Nias”. Masyarakat Nias mana yang tidak gembira dengan semacam itu ? Apalagi, sebagaimana diberitakan SIB, “Dengan adanya kelengkapan rumah sakit itu, masyarakat dari Sibolga pun nantinya akan datang berobat ke Nias”.

Membaca kabar itu, penulis artikel ini bak bermimpi, apa benar ? Dalam penderitaan dahsyat akibat bencana tsunami ini, pengharapan bagaikan setetes air segar yang mengalir di tenggorakan yang telah kering tak terbasahi air berhari-hari. Dan “Pak Ketua” Silalahi-lah yang menyampaikan harapan itu kepada masyarakat Nias. Ada masalah ? Tidak ada, kecuali, bahwa kita masih diliputi kabut tebal akan kedua kabar baik itu. Misalnya, sejauh mana Silalahi telah melakukan deal dengan “investor” dan “Yayasan” itu, sehingga ada kesan bahwa keduanya tinggal menunggu realisasi saja ? Ya’ahowu, Bapak TB Silalahi … Horas.

Bagaimana kita memaknai kunjungan Megawati di Nias ? Agak susah kita melihatnya sebagai sebuah kunjungan “biasa”. Kunjungan Megawati lebih terkesan sebagai sebuah kunjungan politis (rombongan Megawati terdiri dari tokoh-tokoh PDIP), dan kurang terkesan sebagai kunjungan mantan Presiden yang sebenarnya punya tempat khsusus di hati masyarakat Nias. Ketika Megawati dikalahkan Gus Dur pada SU MPR tahun 1999 banyak orang Nias menangis – bukan karena mereka tidak “cinta” kepada Gus Dur, tetapi karena “cinta pertama” mereka ketika itu adalah kepada Megawati. Dalam pilpres terakhir tahun 2004, Nias tercatat sebagai daerah di mana jumlah suara pendukung Mega mengungguli jumlah suara pendukung SBY. Kalau Megawati masih mempunyai tempat khusus dalam hati masyarakat Nias (barangkali lanjutan kecintaan mereka kepada Bung Karno), tidak demikian halnya dengan PDIP. PDIP dalam pemilu terakhir 2004 sudah ditinggalkan oleh banyak pendukungnya di Nias, antara lain sebagai akibat dari menurunnya kepercayaan masyarakat pada para wakilnya di PDIP, khususnya di DPRD tingkat II Nias.

Perhatian yang diberikan Megawati kepada masyarakat Nias melalui kunjungan singkat ke sana tentu saja disambut dengan rasa senang dan terima kasih oleh masyarakat di kedua kabupaten di Nias. Harapan kita, semoga Megawati selaku tokoh partai besar memiliki bukan hanya “komitmen tsunami” tetapi juga, dan yang lebih penting, “komitmen jangka panjang” buat Nias: menelorkan dan menggolkan berbagai program pembangunan yang berdampak positif untuk mengangkat Nias dari keterpurukan multidimensi. Rencana yang tak terlaksana untuk menjamu masyarakat korban tsunami memang merupakan simbol perhatian yang patut kita hargai. Akan tetapi rencana-rencana strategis partai sebesar PDIP di Senayan sana untuk Nias akan jauh lebih berdampak luas: “terjamunya” masyarakat di Pulau Nias dan sekitarnya secara berkesinambungan. Ya’ahowu, Ibu Mega.

*** Kedatangan Presiden Yudhoyono di Nias bertujuan meninjau langsung lokasi bencana dan juga ingin melihat dengan mata kepala sendiri kondisi “pembangunan” di Nias. Ini merupakan langkah awal yang baik buat Nias. Dengan melihat langsung, Presiden tidak perlu lagi disodori data-data “dramatis” untuk melukiskan bagaimana terisolirnya dan terbelakangnya Nias.

Saya sudah langsung ke lapangan dan menerima laporan dari Bupati Nias dan Gubsu. Memang untuk Nias infrastruktur jalan dan fasilitas daerah lainnya harus ditingkatkan”, demikian pernyataan Presiden (SIB, 13/1/2005).

Jadi, Presiden telah memiliki komitmen untuk meningkatkan pembangunan di Nias. Bagaimana masyarakat Nias menyambut komitmen Kepala Negara ? Sebuah pertanyaan yang harus dijawab oleh masyarakat Nias.

Masyarakat Nias barangkali belum mengenal Presiden Yudhoyono secara dekat. Akan tetapi kehadiran beliau di sana – walau hanya singkat – di tengah suasana duka dan keterpurukan, tentulah akan membawa kesan mendalam di hati masyarakat Nias. Perhatian bisa mendatangkan cinta. Ya’ahowu, Bapak Presiden.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita