Landasan Pacu Digenangi Air, Hubungan Gunungsitoli- Medan Ditutup 7 Jam

Tuesday, January 23, 2007
By nias

Gunungsitoli, (Analisa)

Akibat landasan pacu di Bandara Binaka Gunungsitoli Nias digenangi air kurang lebih 30-50 centimeter, karena curah hujan cukup tinggi sejak sepekan terakhir ini, hubungan antara bandara Binaka Gunungsitoli- Polonia Medan ditutup pihak bandara selama 7 jam, hingga 5 flight (penerbangan- red) pesawat tertunda.

Sementara puluhan penumpang yang mau berangkat menunju bandara Polonia Medan terlantar di Bandara Binaka Gunungsitoli untuk menunggu kedatangan pesawat, Sabtu, (20/1).

Salah seorang calon penumpang, Yamotuho Gulo di ruang tunggu Bandara Binaka kepada Analisa mengatakan, ia sangat merasa kecewa karena keterlambatan penerbangan itu, sementara ia datang di bandara sejak pagi pukul 09.00 WIB.

Hal senada juga diungkapkan PC NU Nias, Abdul Majid, SE, ia sangat kecewa dengan keterlambatan penerbangan pesawat itu, karena seharusnya ia memburu waktu sampai ke Medan untuk mengikuti pertemuan.

Penumpang lainnya Y Restu Gulo, SH dan juga Katua LPM Garansi Kabupaten Nias mengatakan, selain ia kecewa dengan tertundanya penerbangan pesawat di bandara Binaka Gunungsitoli.

Ia juga sangat kecewa dengan pekerjaan BRR dalam membuat drainase di ujung landasan pacu bandara, pihak BRR seharusnya sudah dapat merencanakan lebih matang hal-hal yang terjadi sebelum melakukan pekerjaan.

Ia juga meminta kepada pihak Bandara Binaka agar toilet dan beberapa fasilitas lainnya yang ada di Bandara Binaka Gunungsitoli dapat difungsikan, karena sangat dibutuhkan para colon penumpang yang mau berangkat.

Sementara itu, Pantauan Analisa dilokasi bandara Binaka Gunungsitoli terlihat Bupati Nias Binahati B Baeha dan beberapa pejabat teras pemerintah Kabupaten Nias dan BRR Perwakilan Nias sejak pagi hari sedang menunggu kedatangan pesawat untuk melakukan penerbangan menuju Bandara Polonia Medan.

Kepala Bandara Binaka Gunungsitoli, G Damanik SH, beserta beberapa petugas badara dan bantuan masyarakat setempat sedang melakukan pembersihan air di lokasi landasan pacu, hingga kurang lebih pukul lebih 16.00 WIB salah satu pesawat yakni, Susi Air Lines yang berasal dari bandara Polania Medan berhasil mendarat di bandara Binaka Gunungsitoli.

Kepala Bandara udara Binaka Gunungsitoli, G Damanik SH, kepada Analisa di kantornya menuturkan, peristiwa tergenanngnya ait di landasan pacu itu, karena akhir-akhir ini tingginya curah hujan yang melanda kabupaten Nias.

Menurut informasi didapat dari pihak bandara Binaka Gunungsitoli dari BMG Nias, curah hujan yang melanda Nias dari pagi hari kurang lebih 6 jam.

Akibatnya lebih banyak debit air, hingga rawa tampungan di samping landasan pacu tidak tidak dapat menampung dan meluap menggenangi landasan pacu.

Selain tinggi curah hujan, tergenangnya landasan pacu bandara Binaka Gunungsitoli, juga disebabkan kecilnya parit drainase yang sedang dibangun BRR Perwakilan Nias.

Untuk itu, G Damanik SH, meminta kepada pihak BRR Perwakilan Nias untuk memperbesar dinding drainase yang sedang dikerjakan, hingga pembuangnya langsung ke laut

Sebelumnya, saat wartawan hendak melakukan peliputan di lokasi landasan pacu, salah seorang oknum petugas badara Binaka Gunungsitoli marga Lorosa tidak mengizinkan beberapa wartawan melakukan peliputan di lokasi itu.

Karena wartawan ngotot untuk tetap masuk ke landasan pacu, oknum petugas bandara itu dengan gaya arogansinya mengancam para wartawan dengan mengatakan akan memecahkan kamera atau handycam yang digunakan para wartawan, apabila mengambil gambar landasan pacu. (kap)

Sumber: Analisa, Selasa 23 Januari 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita