Pemerintah Tuscany Italia menyerahkan bantuan hibah negara-negara Uni Eropa kepada Pemprovsu untuk membangun sekolah multifungsi di Nias sebesar 748.480,67 Euro atau setara Rp 8,6 miliar lebih. Sekolah multifungsi tersebut akan dibangun di areal lahan seluas 4.353 meter persegi.

Hibah tersebut diserahkan pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprovsu diwakili Ketua Bapedalda Sumut Prof Syamsul Arifin dengan Pemerintah Tuscany Italia diwakili Ketua Bappeda Tuscany Moreno Mugelli, serta dua LSM yakni Mediana dan Abita serta disaksikan Gubsu Rudolf M Pardede, Rabu (17/1) di Lantai VIII Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Medan.

Kabid Humas Pimpinan Pemprovsu Drs ML Tobing kepada wartawan mengatakan, penandatangan MoU serta penyerahan dana hibah itu berasal dari Program Asia Pro Eco II B Post Tsunami dan Project Title & No ASIE/2006/124-139 tertanggal 14 Juli 2006 dengan Ref No 2897-06/C&F/AK.

“Sebenarnya penyerahan dana hibah itu merupakan tindaklanjut dari kegiatan Net Work of Regional Government for Sustainable Development (NRG4SD) first Summit di Danau Toba, Sumut pada 10-12 Maret 2005. Dan Tuscany Italia juga salah satu anggota NRG4SD yang mengusulkan kerjasama dengan Pemprovsu, kemudian mengajukan proposal ke negara Uni Eropa,” jelas Tobing.

Sesuai kesepakatan yang ditandatangani kedua belah bihak disebutkan, Pemerintah Tuscany, Italia bertanggungjawab sepenuhnya atas pelaksanaan proyek tersebut. Karena itu, Pemerintah Tuscany melibatkan Medina sebagai lembaga administrasi dan manajemen proyek.

Sedangkan Abita sebagai organisasi akademik di bawah naungan Universitas Florence yang bergerak dalam bidang sustaiable architecture (arsitektur berkelanjutan) dan pembaharuan teknologi lingkungan.

Pembangunan sekolah multifungsi itu, lanjut Tobing, juga dirangkaikan dengan pembangunan rumah tamu (guesthouse), sekolah dasar, dan satu ruangan sebagai pusat pelatihan teknik anti gempa. Direncanakan pembangunan sekolah multifungsi ini dimulai Januari 2007 dan menggunakan tenaga ahli yang berasal dari luar negeri dan dalam negeri.

Diharapkan proyek tersebut selesai dalam masa 30 bulan, yang sebagian besar pekerjanya adalah warga Nias. Selain membangun gedung sekolah multifungsi juga akan dilakukan pelatihan kejuruan tentang konstruksi yang berkelanjutan dan teknik anti gempa, di mana pesertanya warga Nias yang sekaligus pekerja proyek.

Bupati Nias Binahati B Baeha mengaku, pihaknya sudah menyiapkan lokasi pertapakan sekolah multifungsi ini. “Jaraknya kira-kira satu kilometer dari Kota Gunung Sitoli,” kata Binahati.

Ditambahkan Binahati, sebanyak 330 warga Nias sudah diprogramkan ikut pelatihan teknik anti gempa tersebut. Mereka nantinya akan dilatih soal pertukangan batu, beton bertulang, pertukangan kayu, konstruksi baja, instalasi energi yang dapat diperbaharui dan teknik suplai/sanitasi air.

Hasil yang diharapkan dalam pelatihan itu meliputi meningkatkan bangunan tahan gempa, kualitas bangunan dan perumahan. Penduduk dapat memanfaatkan material lokal dan sumber daya yang tersedia, penduduk mengurangi ketergantungan pada material impor serta kontraktor dari luar daerah. “Kita harapkan warga yang dilatih itu dapat lebih trampil membangun rumah anti gempa di kemudian hari,” ujar Binahati.

Sumber: Harian Global, 18 Januari 2007

Facebook Comments