Masyarakat Menyambut Baik Keputusan DPRD Tolak Protap

Tuesday, January 16, 2007
By nias

G. Sitoli WASPADA Online
Berbagai elemen masyarakat menyambut baik keputusan DPRD Nias, yang telah menyikapi aspirasi masyarakat melalui sidang paripurna yang digelar belum lama ini, dengan merekomendasikan Kab. Nias menolak bergabung dengan rencana pembentukan Provinsi Tapanuli.

Direktur LPM Gerakan Pemberantasan Korupsi dan Diskrimanasi (LPMGARANSI), Y. Restu Gulo, SH kepada Waspada, Senin (15/1) di kantornya Jalan Diponegoro G. Sitoli, menyampaikan rasa salutnya kepada DPRD Nias yang telah memutuskan Kab. Nias menolak bergabung dengan Protap, yang artinya sejalan dengan aspirasi masyarakat Nias.

Menurutnya, dengan adanya keputusan itu maka berbagai komentar dan statement oknum tertentu mengatasnamakan masyarakat Nias yang dilansir berbagai media masa selama ini, yang mengklaim Nias setuju bergabung dengan Protap, sudah terjawab dan membuktikan hanya karena adanya kepentingan segelintir oknum tertentu.

Sementara Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama Kab. Nias, Abdul Majid, SE juga mengungkapkan hal senada, dan sangat mendukung keputusan DPRD sebagai lembaga respentatif perwakilan masyarakat menolak bergabung dengan Protap.

Menyinggung adanya oknum tertentu mengatasnamakan masyarakat Nias, bahwa kabupaten ini bergabung dengan Protap, Abdul Majid mengatakan itu liar dan hanya kepentingan pribadi. “Kita minta kepada pemerintah pusat untuk tidak terkecoh dengan adanya pernyataan oknum tertentu mengatasnamakan masyarakat Nias, bahwa Nias setuju bergabung dengan Protap padahal pada prinsipnya masyarakat Nias melalui keputusan DPRD Nias menolak bergabung dengan Protap, dan tetap berada dalam wilayah pemerintahan Provinsi Sumatera Utara,” tandas Majid.

Di tempat terpisah, Kabag Humas Sekda Nias, Tema Telaumbanua, S.Sos, M.Si didampingi Kasubag Pemberitaan F.B. Zebua ketika Waspada konfirmasi mengatakan, penyampaian aspirasi secara tertulis maupun dalam bentuk unjuk rasa merupakan hal wajar dalam alam demokrasi dewasa ini, terlebih dikaitkan dengan rencana pembentukan daerah otonom baru sebagaimana disampaikan Fraksi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) melalui jurubicaranya Arianus Zega, ST pada rapat paripurna DPRD tersebut, yang mengatakan pembentukan daerah otonom adalah didasarkan pada aspirasi masyarakat dari daerah yang akan bergabung.(cbj) ()

Sumber: Waspada Online, 15 Januari 2005

2 Responses to “Masyarakat Menyambut Baik Keputusan DPRD Tolak Protap”

  1. 1
    Postinus Gulo Says:

    Polemik yang terjadi di antara ono Niha berkaitan dengan pembentukan Provinsi Tapanuli (karena ada yang pro dan kontra) sudah terjawab, sejak anggota DPRD Nias merekomendasikan bahwa Nias tetap di ProSu dan menolak bergabung dengan Protap.

    Tentu, “sekilas” kita berkomentar bahwa DPRD memenuhi permintaan ormas dan elemen masyarakat Nias (baik kelompok maupun pribadi) yang melakukan demo pun yang menyatakan sikapnya lewat tulisan yang intinya menolak bergabung dengan Protap.

    Saya sendiri salut,karena DPRD telah mampu berpikir arif dan berani menentukan mana yang harus dipilih di antara dua pilihan. Saya percaya bahwa masyarakat Nias (yang menolok bergabung dengan Protap) dan juga anggota DPRD Nias telah banyak melakukan pertimbangan yang berdimensi kon-sekuensi (kait-mengait logis yang selalu berlandaskan pada pola pikir strategis, inovatif, kreatif, kuantum atau visioner). Dan, jika demikian, masyarakat Nias yang menolak bergabung dan DPRD Nias tidak hanya berpikir sebatas “sekuensi” (pola pikir yang hanya didasarkan pada pola pikir: sebab-akibat kronologis yang sifatnya linearis, tidak mempertimbangkan unintended consequences atau konsekuensi-konsekuensi yang tak dimaksud/tak disadari).

    Tentu, suatu ide, suatu keputusan pasti (atau kadang) terjadi pro dan kontra. Itu hal yang wajar-wajar saja. Karena manusia tercipta secara unik; sehingga persepsi manusia pun kadang berbeda satu dengan yang lain. Bahkan filsuf Hegel pernah mengatakan, setiap tesis pasti ada anti tesis.

    Aksi masyarakat Nias yang menolak bergabung dengan Protap patut dibanggakan. Mereka adalah manusia yang berprinsip “Sapere Aude” (berpikir sendiri, mandiri), mereka itu adalah faber mundi, penulis sejarah hidupnya, nakhoda bagi dirinya dan bagi orang lain.

    Sekarang, yang menjadi “PR” ono Niha adalah bagaimana follow-up dari aksi penolakkan bergabung dengan Protap itu? Yang kita harapkan adalah Nias harus dibangun! Namun, yang menjadi masalah siapa yang membangun Nias kalau bukan putra-putri Nias sendiri.

    Kita, masyarakat Nias, tak perlu pesimis, kalau kita memiliki daya juang barangkali salah satu pintu dari sekian banyak pintu akan terbuka.

    Selamat kepada anggota DPRD Nias juga kepada ormas dan berbagai elemen masyarakat Nias yang selama ini selalu mengedepankan kepentingan masyarakat Nias. Proficiat. Ya’ahowu!

  2. 2
    Torang Situmorang Says:

    seharusnya sdr. Abdul Majid, SE selaku kaum ulama lebih arif menyikapi perbedaan pendapat tersebut, jangan karena beda aspirasi lantas aspirasi orang dikatakan liar, walau ketua MUI Nias, apa sdr. Majid bisa dikatakan mewakili masyarakat Nias jika berkomentar?? (untuk tanggapan berita januari 2007)

    tapi sekarang 20 mei 2011

    Jahowu Propinsi Tapanuli
    Horas Propinsi Kep. NIAS

    apa lagi mau kalian bilang???

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita