Catatan Redaksi: Berikut adalah berita dari harian Waspada Online (Jumat, 5 Januari 2007), ditayangkan bersamaan dengan Laporan Kemajuan RR Nias yang disampaikan oleh Emanuel Migo, Manager Komunikasi dan Informasi Publik BRR Perwakilan Nias. Berita ini dimasukkan dalam kategori “Diskusi Online II”, agar menjadi perhatian dan untuk mendapatkan respons langsung dari BRR Nias.

Gunungsitoli, WASPADA Online
Sedikitnya 40 Kepala Keluarga (KK) pengungsi korban gempa di Kec. Bawolato Kab. Nias, hampir 2 tahun masih tinggal di rumah sementara karena sampai saat ini rumah bantuan BRR untuk mereka belum dimulai pembangunannya.

Para pengungsi korban gempa itu saat ini menempati rumah-rumah sementara di lokasi Lapangan Sepakbola Desa Sisarahili, tepatnya di depan Kantor Camat Bawolato. Mereka berasal dari berbagai desa seperti dari Desa Tagaule, Botohaenga yang mana kedua desa ini saat terjadi gempa sebagian besar wilayahnya terendam air laut.

Di tempat penampungan sementara para pengungsi mengeluhkan tidak tersedianya air bersih, padahal International Federation Red Cross (IFRC) yang menangani pengadaan dan pembangunan sarana air bersih untuk para pengungsi di tempat tersebut, belum berfungsi seperti yang diharapkan.

Relokasi pembangunan rumah pengungsi yang direncanakan di lokasi baru, yakni di wilayah Desa Gazamanu sampai sekarang belum terealisasi, padahal lahan sudah dihibahkan melalui rekanan BRR Perwakilan Nias.

Camat Bawolato, Ogamota Telaumbanua, SH yang ditemui Waspada, Kamis (4/1), di kantornya mengakui sudah hmpir dua tahun pasca bencana masih banyak warganya yang tinggal di rumah-rumah sementara, menunggu selesainya relokasi pembangunan rumah permanen seperti yang dijanjikan BRR Perwakilan Nias.

Dia juga merasa heran mengapa pembangunan rumah bagi para pengungsi di wilayahnya belum dimulai, karena sebagian besar pengungsi yang tinggal di rumah-rumah sementara sangat membutuhkannya. Apalagi tanah untuk membangun kembali rumah mereka di tempat asal sudah tidak memungkinkan karena sudah terendam air laut.

Camat Bawolato yang mencoba mempertanyakan kepada BRR Perwakilan Nias melalui BRR urusan pengungsi tentang keterlambatan penanganan relokasi pengungsi di wilayahnya tersebut, tetapi jawaban yang didapatkan hanya janji dan dalam waktu dekat akan ditinjau langsung ke lapangan.

Pantauan Waspada, penanganan pengungsi korban gempa di beberapa tempat tidak sesuai janji BRR Perwakilan Nias, bahwa paling lambat akhir Desember 2006 seluruh pengungsi sudah dipindahkan ke rumah permanen yang layak huni.

Terlihat para pengungsi masih banyak yang tinggal di tendatenda darurat seperti di sekitar Kota Gunungsitoli Jalan Supomo, Jalan Pancasila dan lokasi lainnya.

Pembangunan rumah untuk relokasi pengungsi di Desa Dahana Kec. Gunungsitoli sebanyak 109 unit juga masih belum rampung dan terlantar, bahkan sebagian mulai ditumbuhi rumput karena kontraktornya menghentikan pekerjaan disebabkan dana proyek dari BRR Perwakilan Nias belum dicairkan.(cbj) (sn)

Facebook Comments