Foto Satelit, Kondisi Cuaca dan Informasi Umum Untuk Diketahui

Thursday, January 4, 2007
By katitira

Artikel kali ini ditulis untuk memberikan sedikit gambaran bagi kaum awam bagaimana situasi iklim dan cuaca terakhir di wilayah tanah air. Dari berbagai pemberitaan sejak Desember 2006 mengenai situasi terakhir di Indonesia dan dari berbagai diskusi intensif di Eropa mengenai perubahan iklim global yang sangat ekstrim, salah satunya seperti yang diberitakan oleh salah satu saluran televisi Jerman selama beberapa hari berturut-turut akhir tahun lalu, tidak ada salahnya bila masyarakat awam di Tanö Niha bisa memperoleh informasi sederhana namun bersifat mendasar mengenai situasi iklim negara kita.

Sebagai informasi, untuk memudahkan pembaca mengetahui situasi terakhir di wilayah Asia Tenggara melalui foto satelit, silakan buka situs: http://wetter.spiegel.de/spiegel/satellite/sat_asien_suedost.html

Situs ini memang berasal dari sebuah media di Jerman, namun tidak perlu kuatir dengan bahasa pengantar, karena situs ini hanya memperlihatkan foto satelit di wilayah Asia Tenggara yang berubah setiap enam jam sekali.

Waktu UTC adalah waktu standar universal, bila ditempatkan pada waktu kita setempat (WIB) adalah +7 jam, jadi bila pkl. 12.00 (UTC) maksudnya adalah pkl. 19.00 (WIB).

Foto satelit dalam situs ini selalu memperlihatkan tampilan awan dengan jumlah gumpalan berubah-ubah dan dalam bentuk yang berbeda. Paling mudah untuk mengartikannya adalah bila awan yang terlihat menebal itu bisa berarti bahwa gumpalan awan sangat banyak di atas wilayah tersebut, curah hujan kemungkinan tinggi. Perhatikan apakah bentuk awan ada yang melingkar atau membentuk sebuah arah gerak tertentu, itu memberi arti bahwa ada perputaran arah atau pergerakan angin. Awan yang dengan jelas membentuk spiral bisa dikatakan menunjukkan situasi badai/angin keras di atas wilayah tertentu.

Berdasarkan pantauan foto satelit mulai sejak pertengahan Desember 2006 hingga hari ini (04 Jan. 2007) awal tebal masih menutupi wilayah perairan Indonesia. Foto satelit akhir Desember lalu memperlihatkan bahwa tebal awan saat itu luar bisa dan pada satu sesi terdapat awan yang membentuk spiral. Saat ini (foto terakhir tgl. 04 Jan. 2007 pkl.11 UTC) foto satelit dari situs di atas memperlihatkan volume awan yang menipis namun bergerak dan mengumpul ke arah Indonesia Timur (kira-kira di atas wilayah Ambon dan Papua).

Berita terkait dari Liputan SCTV 6 berikut ini mungkin patut disimak sebagai informasi pelengkap.
Informasi ini hanya bersifat umum, bila ada pembaca yang memberi informasi lebih detail lagi, dengan senang hati dipersilakan. (N. Telaumbanua)
BMG: Dua Belas Perairan Rawan Gelombang Tinggi
Liputan6.com, Padang Bai: Laporan terbaru Badan Meteorologi dan Geofisika atau BMG menyebutkan sekitar 12 perairan di Indonesia rawan dan berpotensi bergelombang dengan ketinggian lebih dari 2,5 meter. Belasan perairan tersebut adalah Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Selat Karimata, Selat Sunda, Kepulauan Mentawai, perairan sebelah selatan Lampung, perairan Bengkulu, Laut Jawa, Sulawesi, Maluku, Halmahera, dan Laut Flores.

Dalam tiga hari ini, bibit badai tropis juga akan melintasi Laut Jawa dan Flores yang bisa meningkatkan kecepatan angin. Badai ini bergerak menuju Australia dan akan melewati Laut Jawa dan Flores. Gerakannya berpotensi membuat tumpukan massa udara yang bisa meningkatkan kecepatan angin dan cuaca buruk. Lantaran itulah, seluruh kapal yang memiliki draught–bagian kapal berada di bawah air kurang dari empat meter–diimbau tidak berlayar hingga sepekan ke depan [baca: Perairan Indonesia Mengganas].

Cuaca buruk pun memaksa pengelola pelabuhan penyeberangan Lembar dan Padang Bai yang menghubungkan Pulau Lombok dan Bali menutup penyeberangan pada malam hari. Jadwal penyeberangan yang biasanya 16 kali per hari, kini hanya enam kali sehari. Kondisi serupa terjadi di Dermaga Bolok, Kupang, Nusatenggara Timur. Sejumlah feri terpaksa berlabuh di laut lepas untuk mengantisipasi badai. Syabandar Kupang sudah melarang pelayaran hingga waktu yang tidak ditentukan. Sebab, tinggi gelombang di Laut Sawu saat ini mencapai 2,5 meter.

Cuaca memang sedang tak bersahabat. Terlebih, musim penghujan seperti saat ini berpotensi menimbulkan bencana. Kendati demikian, bukan berarti cuaca buruk bisa semudah itu dijadikan kambing hitam ketika musibah atau bencana terjadi [baca: Cuaca Buruk, Kambing Hitam Bencana]. Mungkin ada baiknya sejak dini semua pihak mewaspadai perubahan cuaca. Pihak BMG pun senantiasa mengeluarkan perkiraan cuaca.

Pihak BMG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan petir berpeluang terjadi di Sumatra bagian barat, wilayah barat dan selatan Kalimantan, serta Sulawesi bagian selatan. Sementara di perairan sebelah utara dan barat Aceh, Laut Maluku, Laut Arafura, kemungkinan terjadi gelombang setinggi satu hingga satu setengah meter yang berbahaya bagi perahu nelayan.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

Sumber:

1) http://wetter.spiegel.de/spiegel/satellite/sat_asien_suedost.html

2) http://www.liputan6.com/view/3,135158,1,0,1167860794.html, tgl. 04 Jan. 2007

Komentari

Kalender Berita