Tragedi AdamAir: Orang se-Indonesia Kena Tipu

Wednesday, January 3, 2007
By nias

Jakarta, (Analisa)

Jangan tertawa geli. Sebab ini sebuah tragedi. Orang se-Indonesia, dari presiden hingga rakyat biasa telah kena tipu. Kabar penemuan lokasi pesawat AdamAir ternyata isapan jempol. Siapa aktor pembohongnya?

Ketika pesawat AdamAir dinyatakan telah ditemukan di Desa Ranguan, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polman, Sulbar, tentu itu sungguh menggembirakan. Setidaknya satu pekerjaan besar telah berhasil, yaitu mencari dan menemukan bangkai pesawat. Meski tentu saja informasi ini diiringi kabar sedih, yaitu 90 jenazah ditemukan.

Tapi pada malam harinya, Selasa (2/1), aneka ekspresi wajah orang se-Indonesia yang muncul. Ada yang jutek, tersenyum sinis, bahkan tertawa geli. Bagaimana tidak? Berita yang disampaikan para pejabat Indonesia ternyata hanya isapan jempol. AdamAir masih hilang. Publik Indonesia, bahkan dunia, juga tertipu.

Sebuah televisi terkemuka asing bahkan menyindir “kabar bohong” ini dengan menyebutkan betapa buruknya sistem komunikasi di Indonesia sehingga bisa memicu adanya berita yang tidak benar itu.

Berikut ini kronologi “berita bohong” itu:

08:15 WIB

Lanud Hasanuddin c.q Kapten Mulyadi dan Danlanud Marsekal Utama Eddy Suyanto mengumumkan bangkai pesawat AdamAir ditemukan di Desa Ranguan, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polman, Sulbar. Informasi didapat dari masyarakat setempat yang telah menemukan pesawat dan jenazah. 12 Orang dinyatakan selamat. Sisanya diduga tewas. Tim SAR berangkat ke TKP bersama pejabat terkait dari Lanud Hasanuddin, Kapolda Sulsel hingga Bupati Polman.

09.15 WIB

Menhub Hatta Rajasa memastikan bahwa AdamAir telah ditemukan. Data sementara yang didapatnya 90 orang tewas dan 12 orang selamat.

11.45 WIB

Wartawan bergerak dari Makassar menuju Polman, lokasi jatuhnya AdamAir, lewat darat.

12.43 WIB

Danlanud Hasanuddin Marsekal Utama Eddy Suyanto menyatakan, 90 jenazah musibah AdamAir telah ditemukan, tapi 12 lainnya masih dicari, bukan selamat.

17:26 WIB

Wartawan yang sudah 30 km dari Desa Ranguan, menyatakan bahwa warga setempat belum melihat satu pun jenazah AdamAir yang dievakuasi.

18.00 WIB

KNKT menggelar jumpa pers dan menyatakan informasi yang didapatnya bahwa korban tewas ada 90 orang. Sayangnya, tim SAR tidak bisa bergerak mendekati Desa Ranguan karena hujan deras.

18:47 WIB

Dari Polman, wartawan menyatakan Tim SAR belum bergerak ke Desa Ranguan. Bukan karena hujan deras, tapi karena titik ordinat belum ditemukan. Heli berputar-putar terus, tidak juga menemukan bangkai AdamAir. Warga juga tidak pernah melihat ada pesawat jatuh. Beredar spekulasi bangkai AdamAir tidak berada di tempat itu.

18.50 WIB

AdamAir menggelar jumpa pers dan menyatakan kabar 90 tewas dan 12 selamat merupakan informasi masyarakat

19.00 WIB

Menhub Hatta Rajasa dan Danlanud Hasanuddin menggelar jumpa pers di Lanud Hasanuddin, menyatakan bahwa AdamAir masih hilang. Lokasi jatuhnya pesawat di Ranguan adalah tidak benar. Nasib penumpang dan awak AdamAir masih gelap. Menhub dan Danlanud minta maaf. Menhub menyatakan, informasi awal didapat dari masyarakat setempat yang melapor ke pejabat di atasnya.

Informasi lainnya menyebutkan, “kabar bohong” itu tersebar dari masyarakat, didengar Dandim, lalu mampir ke Polres Polman, terbang ke Polwil Pare-pare, lalu hadir di tim SAR TNI AU. Lantas ke Kapolda, Pangdam, hingga Menhub dan tersebar di seluruh dunia. (dtc)

Sumber: Analisa Online, 3 Januari 2007

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita