Ho Jendela Nias Kuno - Sebuah Kajian Kritis Mitologis
Namanya singkat, Ho. Namun jalan-hidupnya panjang. Dia mengembara di dunia nyata di berbagai kawasan di pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara.
Dia juga berkelana di dunia folklor dan imajinasi para penyair puisi kuno Nias. Dan, dia merupakan sumber inspirasi buku ini. Kehidupan Ho adalah sebuah jendela yang terbuka lebar untuk melihat Nias tempo doeloe sebelum kita ada.
Banyak aspek kehidupan masyarakat Nias kuno menjadi sumber wacana di masa kini. Dengan kajian kritis terhadap folklor, khususnya mite Nias, kita mengunjungi berbagai situs kebudayaan Nias kuno, mulai dari pedigree (pohon silsilah keluarga), hoho (puisi Nias kuno), induk puak orang Nias, mite Nias yang merosot menjadi legenda, tokoh-tokoh mite, perbudakan, Teteholi Ana’a, hingga adat-istiadat produk fondrakö yang kini sebagian masih berjalan dan sebagian menuju kepunahan. Ho memandu kita untuk pesiar ke berbagai situs itu.
Bahan utama kajian diambil dari berbagai pustaka tentang Nias. Dengan demikian, selain mengkaji fenomena kehidupan masyarakat Nias kuno, buku ini juga mengkritisi berbagai pustaka itu secara proporsional. Beberapa teori pendukung sebagai pisau analisis diambil dari pustaka yang relevan. Lebih jauh, buku ini juga mencoba menawarkan kajian kritis sebagai metoda alternatif dalam mempelajari secara cermat berbagai pustaka tentang Nias yang pernah terbit.
Salah satu pustaka yang dikritik dengan tajam dalam buku ini adalah The Religious System and Culture of Nias, Indonesia karya Peter Suzuki yang terbit tahun 1959. Buku ini mencatat bahwa Suzuki telah bias melihat Nias, karena beliau terjebak dalam tiga hal. Pertama, teori struktural sosial yang diterapkan Suzuki gagal menjelaskan posisi sawuyu (budak) dalam stratifikasi sosial di Nias. Kedua, model analisis dewa Hermes tidak sahih (valid) sebagai instrumen untuk mengkaji eksistensi Silewe Nazarata. Dan ketiga, Suzuki tidak mampu dengan jernih membedakan mitos kosmogonis dan mitos teogonis.
Buku ini diperuntukkan bagi masyarakat Nias di mana saja berada, para pemerhati kebudayaan Nias, para peminat dan penikmat folklor, rekan-rekan mahasiswa yang berminat terhadap antropologi budaya, dan terutama ditulis untuk generasi penerus masyarakat suku Nias.
Isi buku ini tentu mengandung banyak kelemahan di sana-sini. Ada lubang-lubang pada kecapi yang membuat bunyi kian serasi. Kelemahan buku ini menjadi titik awal untuk merangsang pemikiran kritis lebih lanjut. Maka buku ini selalu terbuka untuk direvisi oleh siapa pun juga, agar tamasya ke sebuah masa silam Nias menjadi lebih indah di bawah iringan paduan suara yang merdu.
Andaikan isi buku ini bermanfaat bagi para pembaca, maka sebagian jasa itu ada para ”penulis pustaka” maupun para ”informan penulis pustaka” yang menjadi rujukan dan kajian buku ini. Penulis senantiasa menaruh penghargaan setinggi-tingginya dan mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada mereka. Karena mereka pula, penulis menjadi seorang murid otodidak dari karya mereka. Juga ucapan terima kasih penulis tujukan kepada Penerbit Pustaka Pelajar Yogyakarta dan berbagai pihak yang telah memberi kontribusi yang ikhlas hingga buku ini bisa diterbitkan.
Tidak luput ucapan terima kasih dan kasih sayang penulis tujukan kepada M.R. Kuntami Titi Lestari alias Rai Barasi alias Ina Angelin dan putrinda Angelin Utami Cahyani Zebua yang hari lepas hari telah dengan sabar mendampingi dan mendorong penulis menyelesaikan buku ini. Tuhan beserta kita semua.
Yogyakarta, 8 September 2006
Victor Zebua
December 27th, 2006 at 12:12 am
Hebat. Di mana bisa dapat bukunya Bang?
December 28th, 2006 at 7:45 am
Desi, di ruang kese-kese Nias Island Pak Victor telah memberi informasi di mana buku tersebut bisa didapatkan.
December 28th, 2006 at 10:46 pm
Selamat Pak Victor Zebua atas buku barunya. Kami tunggu temu penulis di Semarang. Yaahowu.
December 28th, 2006 at 11:58 pm
Di Bandung, di toko buku mana ya? Apa bisa langsung pesan ke Pak Victor?
December 29th, 2006 at 2:29 am
Saohagölö atas semua responses. Perihal distribusi buku “Ho Jendela Nias Kuno” (Hojenk) dapat berhubungan dengan email hojenk_buku@yahoo.co.id
Jaringan outlet Pustaka Pelajar di Bandung: TB Dahlan dan TB Mitra Ahmad (dalam proses pengiriman). Ya’ahowu!
Victor Zebua
December 29th, 2006 at 3:45 pm
Iya lho, kami tunggu Bang Victor di Semarang. Selamat untuk buku barunya.
January 1st, 2007 at 10:42 am
Selamat Pak Victor atas buku barunya. Teman-teman di Jogja nunggu bedah bukunya. Kalo bisa diadakan di TB Toga Mas, biar rame.
January 1st, 2007 at 6:40 pm
Selamat atas buku barunya. Tadi saya ke Toko Buku Social Agency Baru Jl. Gejayan Yogya, udah ada di sana, beli satu. Kapan dibedah Pak?
January 1st, 2007 at 8:07 pm
Profisiat Pak Victor atas bukunya. Semoga tambah sukses di tahun 2007 ini. Kapan nulis tentang Silögu? Yaahowu.
January 2nd, 2007 at 12:48 pm
Selamat Pak Zebua buku barunya. Kita di Surabaya menanti sang penulis bedah buku di Surabaya. Ya’ahowu!
January 4th, 2007 at 4:28 pm
Salut Pak Victor atas bukunya. Banyak hal baru yang saya temukan. Maju Terus, Pantang Mundur! Cerita tentang Silögu jangan lupa ya…
May 21st, 2007 at 7:09 am
Buku Hojenk menjadi acuan diskusi budaya dalam “Semiloka Pengembangan Kualitas & Kepemimpinan Masyarakat Nias” yang diselenggarakan IKN (Ikatan Keluarga Nias) Yogyakarta di Auditorium Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Sabtu 26 Mei 2007.
Buku tersedia di Yogya, di TB: Toga Mas, Social Agency Baru (4 lokasi), Tepeka, dan Penerbit Pustaka Pelajar .
Sampai jumpa di Yogya,
Hojenk Promo Div.
Ya’ahowu!
May 22nd, 2007 at 10:08 pm
Selamat diskusi buat teman-teman, dan profisiat buat penyelenggara IKN Jogjakarta, juga buat bang Victor. Kita-kita bakalan temu darat nih di Jogja…
Tuhan memberkati
Yaahowu!
May 26th, 2007 at 9:08 am
Selamat ber-”semiloka” hari ini di Auditorium UKDW Yogya buat IKN (Ikatan Keluarga Nias) Yogyakarta.
Proses dan output-nya semoga bermanfaat bagi pengembangan kualitas dan kepemimpinan generasi muda Nias di Yogya khususnya, dan masyarakat Nias pada umumnya.
Bravo IKN…!!! Bangkit terus Nias…!!!
Yaahowu!
January 22nd, 2008 at 4:14 am
Buku ini rupanya masih cukup mendapat perhatian para teman peresensi. Baru-baru ini (14-1-2008) Benni Setiawan menulis resensi ” Mengungkap Sejarah Ho dalam Kebudayaan Nias“ (bennisetiawan.blogspot.com). Sebelumnya buku ini diresensi Akhmad Kusairi berjudul ”Menelusuri Jejak Ho dalam Mite Nias “ (Suara Pembaruan Daily, 1-2-2007) dan Reslawaty berjudul ”Antropologi Masyarakat Nias“ (Lampung Post, 17-2-2007). Terimakasih kami haturkan kepada para peresensi. Ya’ahowu!
Hojenk Promo Div.
August 28th, 2008 at 12:38 am
bagus2