Ho Jendela Nias Kuno – Sebuah Kajian Kritis Mitologis

Tuesday, December 26, 2006
By nias

Namanya singkat, Ho. Namun jalan-hidupnya panjang. Dia mengembara di dunia nyata di berbagai kawasan di pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara.
Dia juga berkelana di dunia folklor dan imajinasi para penyair puisi kuno Nias. Dan, dia merupakan sumber inspirasi buku ini. Kehidupan Ho adalah sebuah jendela yang terbuka lebar untuk melihat Nias tempo doeloe sebelum kita ada.

Banyak aspek kehidupan masyarakat Nias kuno menjadi sumber wacana di masa kini. Dengan kajian kritis terhadap folklor, khususnya mite Nias, kita mengunjungi berbagai situs kebudayaan Nias kuno, mulai dari pedigree (pohon silsilah keluarga), hoho (puisi Nias kuno), induk puak orang Nias, mite Nias yang merosot menjadi legenda, tokoh-tokoh mite, perbudakan, Teteholi Ana’a, hingga adat-istiadat produk fondrakö yang kini sebagian masih berjalan dan sebagian menuju kepunahan. Ho memandu kita untuk pesiar ke berbagai situs itu.

Bahan utama kajian diambil dari berbagai pustaka tentang Nias. Dengan demikian, selain mengkaji fenomena kehidupan masyarakat Nias kuno, buku ini juga mengkritisi berbagai pustaka itu secara proporsional. Beberapa teori pendukung sebagai pisau analisis diambil dari pustaka yang relevan. Lebih jauh, buku ini juga mencoba menawarkan kajian kritis sebagai metoda alternatif dalam mempelajari secara cermat berbagai pustaka tentang Nias yang pernah terbit.

Salah satu pustaka yang dikritik dengan tajam dalam buku ini adalah The Religious System and Culture of Nias, Indonesia karya Peter Suzuki yang terbit tahun 1959. Buku ini mencatat bahwa Suzuki telah bias melihat Nias, karena beliau terjebak dalam tiga hal. Pertama, teori struktural sosial yang diterapkan Suzuki gagal menjelaskan posisi sawuyu (budak) dalam stratifikasi sosial di Nias. Kedua, model analisis dewa Hermes tidak sahih (valid) sebagai instrumen untuk mengkaji eksistensi Silewe Nazarata. Dan ketiga, Suzuki tidak mampu dengan jernih membedakan mitos kosmogonis dan mitos teogonis.

Buku ini diperuntukkan bagi masyarakat Nias di mana saja berada, para pemerhati kebudayaan Nias, para peminat dan penikmat folklor, rekan-rekan mahasiswa yang berminat terhadap antropologi budaya, dan terutama ditulis untuk generasi penerus masyarakat suku Nias.

Isi buku ini tentu mengandung banyak kelemahan di sana-sini. Ada lubang-lubang pada kecapi yang membuat bunyi kian serasi. Kelemahan buku ini menjadi titik awal untuk merangsang pemikiran kritis lebih lanjut. Maka buku ini selalu terbuka untuk direvisi oleh siapa pun juga, agar tamasya ke sebuah masa silam Nias menjadi lebih indah di bawah iringan paduan suara yang merdu.

Andaikan isi buku ini bermanfaat bagi para pembaca, maka sebagian jasa itu ada para ”penulis pustaka” maupun para ”informan penulis pustaka” yang menjadi rujukan dan kajian buku ini. Penulis senantiasa menaruh penghargaan setinggi-tingginya dan mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada mereka. Karena mereka pula, penulis menjadi seorang murid otodidak dari karya mereka. Juga ucapan terima kasih penulis tujukan kepada Penerbit Pustaka Pelajar Yogyakarta dan berbagai pihak yang telah memberi kontribusi yang ikhlas hingga buku ini bisa diterbitkan.

Tidak luput ucapan terima kasih dan kasih sayang penulis tujukan kepada M.R. Kuntami Titi Lestari alias Rai Barasi alias Ina Angelin dan putrinda Angelin Utami Cahyani Zebua yang hari lepas hari telah dengan sabar mendampingi dan mendorong penulis menyelesaikan buku ini. Tuhan beserta kita semua.

Yogyakarta, 8 September 2006

Victor Zebua

18 Responses to “Ho Jendela Nias Kuno – Sebuah Kajian Kritis Mitologis”

Pages: « 1 [2] Show All

  1. 11
    Saro Zebua Says:

    Salut Pak Victor atas bukunya. Banyak hal baru yang saya temukan. Maju Terus, Pantang Mundur! Cerita tentang Silögu jangan lupa ya…

  2. 12
    Hojenk Says:

    Buku Hojenk menjadi acuan diskusi budaya dalam “Semiloka Pengembangan Kualitas & Kepemimpinan Masyarakat Nias” yang diselenggarakan IKN (Ikatan Keluarga Nias) Yogyakarta di Auditorium Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Sabtu 26 Mei 2007.
    Buku tersedia di Yogya, di TB: Toga Mas, Social Agency Baru (4 lokasi), Tepeka, dan Penerbit Pustaka Pelajar .

    Sampai jumpa di Yogya,
    Hojenk Promo Div.
    Ya’ahowu!

  3. 13
    Toni Hia Says:

    Selamat diskusi buat teman-teman, dan profisiat buat penyelenggara IKN Jogjakarta, juga buat bang Victor. Kita-kita bakalan temu darat nih di Jogja…

    Tuhan memberkati
    Yaahowu!

  4. 14
    otomend Says:

    Selamat ber-“semiloka” hari ini di Auditorium UKDW Yogya buat IKN (Ikatan Keluarga Nias) Yogyakarta.
    Proses dan output-nya semoga bermanfaat bagi pengembangan kualitas dan kepemimpinan generasi muda Nias di Yogya khususnya, dan masyarakat Nias pada umumnya.

    Bravo IKN…!!! Bangkit terus Nias…!!! 🙂

    Yaahowu!

  5. 15
    Hojenk Says:

    Buku ini rupanya masih cukup mendapat perhatian para teman peresensi. Baru-baru ini (14-1-2008) Benni Setiawan menulis resensi ” Mengungkap Sejarah Ho dalam Kebudayaan Nias“ (bennisetiawan.blogspot.com). Sebelumnya buku ini diresensi Akhmad Kusairi berjudul ”Menelusuri Jejak Ho dalam Mite Nias “ (Suara Pembaruan Daily, 1-2-2007) dan Reslawaty berjudul ”Antropologi Masyarakat Nias“ (Lampung Post, 17-2-2007). Terimakasih kami haturkan kepada para peresensi. Ya’ahowu!

    Hojenk Promo Div.

  6. 16
    ido Says:

    bagus2

  7. 17
    EDO ZAGOTO Says:

    Sukses buat pak, viktor zebua.

    – saya berpendapat alangkah baiknya juga pak viktor melakukan penelitian langsung di teluk dalam dan sekaligus melakukan pengumpulan data melalui kuisioner ataupun wawancara langsung kepada sesepuh orang tua kita dinias selatan (HO dan atau HOHO) dikenal di nias selatan dan juga HO, sudah menjadi adat istiadat dinias selatan baik diacara suka dan duka dan HO, Juga sudah menjadi acara sah didalam menyambut tamu agung dan Para pejabat yang berkunjung dinias selatan.

    – Sumber data dan teori, yang hanya bermodalkan perpustakaan saja, ini bisa berakibat minimnya informasi tentang budaya/cultur budaya sejarah nias tersebut.

    – saya berpendapat data andalan perpustakaan, bisa saja salah dan atau SEPIHAK,
    hal ini yang dirugikan khalayak/ masyarakat umum (khusus nias selatan)
    hal ini menyangkut marwah NIAS.

    Persoalanya jangan seperti para penulis buku pendahulu, yang menceritakan atau berdongen tentang muasal NIAS, yang akhirnya masyarakat nias diklaim orang yang tidak bertanggung jawab, dan sindiran itu sampai saat ini masih ada, yang mengatakan bahwa Nias adalah keturunan anjing dan kemudian pernikahan seorang anak laki-laki dinias malam pertama di tiduri oleh ayah dari pengantin laki2.

    Untuk kedepan saya mendukung para penulis akademis, dan atau para pendongeng tetapi tetap menjaga marwah orang nias karna nias tetap orang nias (belum pernah menjadi suku batak, suku jawa, suku melayu dll) nias adalah tetap nias.

    Mohon dimaafkan karna ada kritisan yang kurang berkenan

    EDO ZAGOTO
    Aktifi Nias Selatan
    berdomisili di Pekan baru

  8. 18
    citra laoli Says:

    keren!!!!!

    q lagi baca buku’a
    salaut buat Pak viktor uda peduli dgn Nias 🙂
    kalo bisa bukunya dibuat tentang mbowo perempuan nias
    pengaruhnya dengan mbosi..
    trimakasih

Pages: « 1 [2] Show All

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

December 2006
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031