Medan (SIB)

Pengurus Pusat Pemuda Katolik mendesak Pemerintah Pusat dan DPR RI untuk secepatnya mengeluarkan UU (Undang-Undang) pembentukan Propinsi Tapanuli, sesuai dengan Rekomendasi Kongres XIII Pemuda Katolik 30 Agustus-2 September 2006 lalu di Kota Ambon.

Berkaitan dengan itu, Pengurus Pusat Pemuda Katolik telah mengeluarkan surat yang ditujukan kepada Presiden RI, Ketua DPR RI dan Mendagri agar selambat-lambatnya pada Maret 2007, UU Pembentukan Propinsi Tapanuli telah dirampungkan dan diundangkan.More…Selain menindaklanjuti hasil keputusan kongres dengan menyurati Presiden RI, Ketua DPR RI dan Mendagri, Pengurus Pusat Pemuda Katolik juga telah menginstruksikan kepada seluruh Pengurus Cabang Pemuda Katolik yang ada di seluruh Indonesia beserta seluruh kader agar dengan segala kemampuan yang dimiliki untuk melakukan kegiatan nyata membantu percepatan terbentuknya Propinsi Tapanuli.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik MT Natalis Situmorang saat beraudiensi dengan DR GM Panggabean, Jumat (22/12) di Kantor SIB Medan. Dalam pertemuan tersebut turut serta pengurus lainnya Aliozisokhi Fau (Ketua PP Bidang Parawisata dan Kebudayaan), Bisman Sirait (PP Korwil Sumut), Ariston Sijabat (Pengurus Taput/Humbahas), Drs Felix Samosir (Ketua Pemuda Katolik Sumut), Jansen Sihaloho (Cabang Medan), Dionisius Sihombing (Cabang Medan), Suhadi Situmorang (Cabang Samosir), Antonius Tumanggor (Cabang Medan), Johannes Sitanggang (Cabang Deliserdang), Herman A Ndruru (Cabang Nisel), Raymond Sinaga (Wakil Ketua Komda Sumut) dan Patar Nadapdap (Tobasa).

Dikatakan Ketua Umum Pemuda Katolik Natalis Situmorang pihaknya sangat berkepentingan dalam merealisir hasil keputusan Kongres Pemuda Katolik dan dalam kaitan itu, Natalis mengaku dirinya turun ke Sumut untuk mempercepat proses pembentukan Propinsi Tapanuli.

Dilaporkan Natalis Situmorang, dalam Kongres XIII Pemuda Katolik di Kota Ambon, usulan Rekomendasi Pembentukan Propinsi Tapanuli menjadi salah satu isu yang menjadi perhatian dan topik yang hangat dibicarakan. Tercatat 8 pengurus cabang Pemuda Katolik dari Sumut yang sangat ngotot agar Pembentukan Propinsi Tapanuli merupakan salah satu rekomendasi yang dikeluarkan dalam kongres tersebut. Ke-8 pengurus cabang yang ikut hadir di kongres dan getol menyuarakan Propinsi Tapanuli yaitu dari Pemuda Katolik Humbahas, Samosir, Taput, Sibolga, Tapanuli Tengah, Nias Selatan, Pakpak Bharat dan Dairi.

Usulan dikeluarkannya rekomendasi Pembentukan Propinsi Tapanuli yang digagasi 8 daerah tersebut juga mendapat dukungan dari Pengurus Daerah Pemuda Katolik Sumut, Deliserdang, Siantar dan Simalungun serta Kota Medan. Usulan tersebut kemudian diakomodir dan menjadi salah satu keputusan Kongres XIII Pemuda Katolik yang termasuk di dalam bagian dari rekomendasi eksternal.

Kongres XIII Pemuda Katolik telah menghasilkan 2 rekomendasi internal dan eksternal. Dalam rekomendasi eksternal dikeluarkan 5 seruan yang meliputi Bidang Ideologi, Bidang Politik, Bidang Ekonomi, Bidang Sosial Budaya, Bidang Hukum dan Hak Azasi Manusia.
Di Bidang Politik rekomendasi yang dikeluarkan sebagai berikut:

a. Pemuda Katolik senantiasa mendorong dan mengingatkan pemerintah untuk selalu menempatkan kepentingan rakyat banyak di atas kepentingan kelompok, perorangan dan sebagainya. Kegagapan pemerintah dalam menelurkan keputusan politik atas sejumlah kasus seperti PT Lapindo, PT Freeport, pembakaran hutan, dan sebagainya menunjukkan adanya intervensi kekuatan lain yang terhadapnya kepentingan rakyat tersubordinasi dan dikorbankan.

b. Mendorong Presiden untuk sesegera mungkin melaksanakan evaluasi yang serius dan menyeluruh terhadap kinerja setiap Menteri Kabinet dan mengambil langkah-langkah yang perlu untuk meningkatkan pelayanan terhadap kepentingan rakyat banyak.

c. Menyerukan kepada para wakil rakyat agar selalu menempatkan kepentingan rakyat sebagai satu-satunya kepentingan tertinggi dalam setiap derap langkah dan kebijakan yang dihasilkannya.

d. Mendesak Pemerintah Pusat dan DPR RI untuk segera mengeluarkan Undang-Undang tentang; -Pembentukan Propinsi Kepulauan bagi 7 (tujuh) propinsi kepulauan yaitu Propinsi Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara dan Bangka Belitung.
– Pembentukan Propinsi Papua Selatan dengan Ibukota Merauke
– Pemekaran Propinsi Sulawesi Tengah menjadi Propinsi Sulawesi Timur.
– Pembentukan Propinsi Kapuas Raya di Kalimantan Barat.
– Pembentukan Kabupaten Maluku Barat Daya di Propinsi Maluku.
– Pembentukan Kabupaten Buru Selatan di Propinsi Maluku.
– Pemekaran Kabupaten/Kota menjadi Propinsi Tapanuli.
– Pemekaran wilayah Minahasa Tenggara menjadi Minahasa Tengah, Sian, Kotamobagu dan Bolaang Mangondow Utara.
– Pembentukan Kabupaten Sekayam di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.
– Pembentukan Kabupaten Kapuas Hulu sebagai Kabupaten perbatasan dan Kabupaten konservasi.
– Menolak segala bentuk politisasi agama-agama untuk kepentingan golongan tertentu.
Ketua Umum Pemuda Katolik Natalis Situmorang yang berdomisili di Jakarta dan tengah mengikuti studi S3 (Doktor) kepada Pak GM mengatakan dalam upaya mewujudkan pembentukan propinsi-propinsi baru dan kabupaten baru tersebut, dirinya telah melakukan perjalanan hingga ke Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Pihaknya juga telah melakukan observasi, kajian-kajian dan perbandingan terhadap pembentukan pemerintahan baru setingkat propinsi dan kabupaten yang telah terbentuk.

“Setelah melihat Propinsi Gorontalo yang baru terbentuk itu, saya optimis Propinsi Tapanuli juga harus terbentuk. Kesiapan sumber daya alam maupun sumber daya yang lainnya di Tapanuli jauh lebih baik dari yang ada di Gorontalo,” tegasnya.

Keoptimisan terbentuknya Propinsi Tapanuli yang ditargetkan paling lama Maret 2007, menurut Natalis Situmorang semakin besar dengan respon positif yang diberikan Ketua Komisi II DPR RI AE Mangindaan. Bahkan, kata Natalis, Ketua Komisi II DPR RI telah menyatakan akan mendukung realisasi terbentuknya Propinsi Tapanuli.

Ia juga mengaku, dirinya sejak dulu telah terlibat dalam pengusulan pembentukan Propinsi Tapanuli sejak beberapa tahun silam. Ketika itu, pembentukan Propinsi Tapanuli digagasi Bomer Pasaribu dan ia kerap dikirim ke Sibolga, Tapteng dan beberapa daerah lainnya untuk kebutuhan mempersiapkan Propinsi Tapanuli.

Dikatakan Natalis Situmorang, keinginan membentuk Propinsi Tapanuli tersebut sudah sejak lama muncul dari rakyat dan merupakan keinginan yang didasarkan kepada kebutuhan untuk hidup lebih layak dan sejahtera. “Dan sekarang setelah Pak GM terlibat langsung dalam pembentukan Propinsi Tapanuli, gaungnya lebih besar dan kini sudah mendekati final,” kata Natalis.

Berkaitan dengan itu, Pengurus Pusat Pemuda Katolik dalam pertemuan tersebut meminta kepada Pak GM untuk memberikan masukan kepada Pemuda Katolik agar apa yang dilakukan bisa memberikan sumbangsih positif bagi percepatan pembentukan Propinsi Tapanuli.

SAMBUTAN PAK GM
Pak GM dalam sambutannya memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa, bahwa dukungan kepada Propinsi Tapanuli terus semakin kuat dan semakin besar. Walaupun ada segelintir orang yang mencoba menghalang – halangi, mungkin karena kurang memahami, tetapi Tuhan membangkitkan lebih banyak lagi orang untuk mendukung. Ini adalah perjuangan yang suci, kata Pak GM.

Dukungan dari Kongres Pemuda Katolik dinilainya akan ikut menjadi penentu dari percepatan terwujudnya pembentukan Propinsi Tapanuli.

Pak GM secara kronologis menguraikan sudah sampai di tahapan mana sekarang proses perjuangan pembentukan Propinsi Tapanuli tersebut, antara lain Gubsu sudah menandatangani rekomendasi, dan Januari 2007 Tim dari Komisi II DPR-RI akan turun ke Tapanuli.

DR GM Panggabean menilai rekomendasi yang dikeluarkan pengurus pusat Pemuda Katolik pengaruhnya sangat besar, selain karena bobotnya tinggi dan dikeluarkan oleh Pemuda pula. Menurut Pak GM, rekomendasi yang dikeluarkan dalam Kongres Pemuda Katolik jelas sangat membantu bagi percepatan pembentukan Propinsi Tapanuli. Apalagi, yang dilakukan Pemuda Katolik tidak hanya sebatas mengeluarkan rekomendasi belaka, melainkan juga melakukan aksi nyata.

Pertama dengan menyurati Presiden RI, DPR RI dan Mendagri yang diikuti dengan menginstruksikan kepada seluruh pengurus dan kader untuk membantu percepatan pembentukan Propinsi Tapanuli. Menurut Pak GM, peran yang dilakukan Pemuda Katolik tersebut sudah sangat pas, baik dan punya arti yang besar bagi percepatan pembentukan Propinsi Tapanuli.

Termasuk juga di Sumut, Pak GM melihat banyak hal yang bisa dilakukan Pemuda Katolik untuk membantu percepatan Pembentukan Propinsi Tapanuli apalagi mengingat dua kabupaten yang belum mengeluarkan rekomendasi bergabung ke Propinsi Tapanuli yakni Bupati Nias Binahati B Baeha SH dan Bupati Pakpak Bharat Ir Muger Herry Berutu kebetulan adalah umat Katolik. Tentunya, keinginan Pemuda Katolik untuk percepatan pembentukan Propinsi Tapanuli, sesuai dengan hasil kongres perlu pula disampaikan kepada Bupati Nias dan Bupati Pakpak Bharat, harap Pak GM.

Pak GM mengharap semoga Pemuda Katolik selalu diberkati oleh Tuhan.(A2/c)

*Sumber: SIB Sabtu, 23 Desember 2006.

Facebook Comments