Medan, (Analisa)

Proses rehabilitasi dan rekonstruksi Nias dengan bantuan dan perhatian dari dunia dan pemerintah pusat dengan anggaran yang cukup besar dikhawatirkan tidak bisa memberi manfaat yang begitu besar bagi pembangunan Nias yang baru.

Demikian refleksi akhir tahun yang disampaikan Direktur Eksekutif ELSAKA Effendi Panjaitan SE kepada Analisa, Jumat (22/12).

Hampir dua tahun gempa dan tsunami yang melanda Nias, cukup banyak dinamika yang terjadi. Nias yang sebelumnya tidak dikenal tiba-tiba menjadi perhatian nasional dan internasional.

Kemudian pembangunan yang dulunya juga tidak diperhatikan sekarang diberikan anggaran yang sangat besar. Dari sekitar Rp800 milyar tiba-tiba menjadi Rp2 trilyun ditambah dana BRR Pusat, NGO dan PBB.

“Jumlah orang luar yang keluar masuk Nias juga bertambah bahkan kendaraan-kendaraan mewah cukup hiruk pikuk di Nias. Gempa Nias yang tadinya malapetaka ternyata memberi makna tersendiri bagi pembangunan Nias,” katanya.

Dikatakan, pada proses awal sudah kelihatan hiruk pikuk persoalan Nias. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya praktek-praktek masalah hukum dan gugatan atas dugaan pelanggaran proses rehabilitasi-rekonstruksi tersebut.

PERTARUNGAN KEPENTINGAN

Di sisi lain juga terdapat pertarungan kepentingan antara birokrat dan non birokrat. Seperti dalam proses rekruitmen sumberdaya manusia.

Kemudian prinsip transparansi yang diterapkan NGO asing juga masih menjadi hal yang asing bagi pemerintah lokal, pelaku ekonomi, kontraktor bahkan legislatifnya.

Untuk itu, mulai sekarang dengan tenggang waktu 4-5 tahun ke depan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi Nias diharapkan berjalan lancar baik dari segi kualitas dan mutu.

Pelaku-pelaku rehablitasi dan rekonstruksi dari sekarang sudah harus memperkuat ekonomi rakyat dengan intensifikasi pertanian coklat, karet, kelapa dan juga memperkuat komunitas petani yang belum menadi andalan seperti padi.

“Mereka juga harus membuka akses pasar komunitas lokal sehingga berakhirnya proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak akan menjadi akhir dari geliat pertumbuhan Nias, melainkan menjadi awal dari perwujudan Nias Baru,” katanya. (rrs)

Sumber: Analisa, Sabtu 23 Desember 2006

Facebook Comments