*Pesan Natal 2006

Oleh: P. Metodius Sarumaha, OFM Cap.

Kita bersama merayakan hari Natal, hari kelahiran Yesus, Juruselamat Dunia. Dalam dunia yang masih diwarnai kemiskinan, ditimpa bencana alam, dilanda berbagai tindakan kekerasan dan perang, kehadiran Natal yang penuh kedamaian dan kesejukan amat kita dambakan.

Pujian utusan surgawi memberikan suasana damai :”Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha Tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Lk 2:14). Kidung pujian para malaikat itu menyatakan kerinduan kita akan situasi damai dalam hidup bersama dengan sesama manusia. Memang hanya dalam suasana yang penuh kedamaian, tidak ada permusuhan, dapat dibangun suatu kehidupan yang harmonis dan membahagiakan.

Semakin nyata bahwa damai yang kita dambakan tidak terwujud begitu saja, melainkan harus diupayakan secara terus menerus dan dengan usaha keras, baik sendiri maupun bersama. Itulah sebabnya Yesus memuji mereka yang membawa damai, yang memperjuangkan keadilan dan membangun hidup sebagai saudara. Mereka itu sangat dikasihi Allah, sehingga disebut anak-anak Allah. “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah“ (Mt 5,9).

Bagaimana mengusahakan terciptanya damai itu? Yesus mengajak kita untuk meneladani Allah sendiri yang menerbitkan mata hari bagi orang jahat dan orang baik, menurunkan hujan bagi orang benar dan orang tidak benar (bdk Mt. 5:38-39, 43-45). Dari situ menjadi jelas lagi bahwa kita harus bersikap dan bertindak adil kepada semua orang. Jangan kejahatan dibalas dengan kejahatan, melainkan dengan pengampunan. Yesus sendiri datang untuk membawa damai. Ia mendamaikan manusia dengan Allah, dan mendamaikan manusia dengan manusia. Dialah yang dinubuatkan para Nabi sebagai Raja Damai. Pemerintahan-Nya didasarkan pada keadilan dan kebenaran, tidak berkesudahan dan mencakup sekalian bangsa (bdk Yesaya 9:5-6).

Perayaan Natal mengajak kita untuk memberikan kesaksian akan Yesus sang Raja Damai, terutama dengan menghayati dan melaksanakan perintah-Nya untuk membawa damai di mana ada perselisihan, pertengkaran, perkelahian, peperangan; bertindak benar dan adil untuk menegakkan keadilan dan memupuk sikap saling percaya, saling membantu untuk meningkatkan kwalitas hidup bersama.

Semoga melalui perayaan Natal, Yesus lahir di hati kita dan hati kita dipenuhi dengan damai, cinta dan kebahagiaan. Mewujudkan damai sejahtera di dunia ini adalah tugas dan tanggungjawab kita bersama. Bersama renungan ini, saya mengucapan SELAMAT HARI NATAL. (**)

Facebook Comments