Dukung Propinsi Tapanuli, namun tetaplah Berada di Propinsi Sumatera Utara

Sunday, December 10, 2006
By nias

Jakarta (NiasIsland.Com)

Hingar-bingarnya proses pembentukan Propinsi Tapanuli, membuat Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan (selanjutnya disebut Nias) ikut “bergoyang” terkena imbasnya. Oleh karena itu, mau tidak mau atau suka tidak suka, semua lapisan masyarakat Nias (tidak hanya pemerintah daerah dan elit-elitnya saja) wajib dan berhak untuk memikirkan dan menentukan sikap apa yang seharusnya diambil.

Pertama-tama yang perlu dibangun dan disamakan terlebih dahulu adalah pemahaman bahwa Nias tidak termasuk dalam kelompok kabupaten pencetus atau penggagas Propinsi Tapanuli.

Dengan pemahaman ini maka posisi Nias “sangatlah enak” karena tidak terikat. Artinya, Nias bebas menentukan pilihan, apakah mau bergabung dengan Propinsi Tapanuli (itu pun bila diperkenankan oleh kabupaten-kabupaten penggagas) atau tetap berada di Propinsi Sumatera Utara seperti kabupaten lain yang tidak ikut ke Propinsi Tapanuli.

Bila sampai pada pragraf ini persepsi kita masih sama, maka apa yang dilakukan kemudian menjadi sederhana, tidak pelik seperti yang diwacanakan selama ini. Nias tinggal menimbang-nimbang apakah lebih banyak manfaat yang diperoleh bila bergabung dengan Propinsi Tapanuli atau malah sebaliknya, yaitu lebih banyak mudaratnya (dibandingkan dengan Nias tetap berada dalam Propinsi Sumatera Utara).

Berbagai Pertimbangan

Dari berbagai pendapat di luar sana, dan berdasarkan tulisan-tulisan yang mengemuka di media ini, serta didasari pada perkembangan terakhir, sepertinya tidak ada suatu hal yang “menggetarkan” hati sanubari masyarakat Nias untuk bergabung dengan rekan-rekan di Propinsi Tapanuli. Nias kelihatannya tidak tergiur, mazui lawaö ba khöda: “Lö manöi gilo Nono Niha” untuk bergabung dalam propinsi baru dengan meninggalkan Propinsi Sumatera Utara.

Banyak memang argumen yang dikemukakan supaya Nias tergiur dengan propinsi baru ini. Namun dengan pikiran yang jernih disertai dengan usaha meletakkan kepentingan Nias yang lebih besar dan jangka panjang di atas segala-galanya, maka argumen-argumen tersebut patutlah diragukan.

Untuk mempersingkat, Tajuk NiasIsland.Com ini tidak membahas lagi aspek-aspek yang negatif bila Nias ikut bergabung dengan Propinsi Tapanuli, melainkan mencoba mengupas argumen-argumen yang selama ini dipakai sebagai alasan logis supaya Nias (harus) bergabung.

1. Secara Historis, Nias masuk dalam Keresidenan Tapanuli

Benar, hal tersebut memang sebuah fakta. Namun, kalau ini menjadi dasar pembentukan Propinsi Tapanuli maka seharusnya ibu kotanya juga adalah Sibolga yang telah terbukti mampu menjadi Ibu Kota Keresidenan Tapanuli. Jadi jangan ada usaha-usaha yang sistematis “menggiring” ibu kota ke Siborong-Borong. Kalau hal ini dilakukan, terpaksa teringat pada istilah orang betawi, “Enaknya lu telan, nggak enaknya lu lepehin”.

2. Nias bakal Memproleh “Jatah” Besar di Propinsi Baru

Sepintas, ungkapan di atas sangat benar karena propinsi baru akan membutuhkan anggota DPRD baru, Kepala Dinas Baru, dan lain sebagainya. Putera-puteri terbaik Nias bakal mendapat kans untuk menduduki posisi-posisi tersebut.

Namun ada hal yang terlupakan, yaitu bila Propinsi Tapanuli terbentuk maka jumlah kabupaten yang berada di Propinsi Sumatera Utara dengan sendirinya juga akan berkurang. Nah, kalau hal ini terjadi maka jatah Nias di Sumatera Utara tentu juga akan naik. Reorganisasi Kepala Dinas, DPRD, dan lain sebagainya juga akan terjadi di propinsi Sumatera Utara paska pembentukan Propinsi Tapanuli. Jadi sama saja, Nias bakal mendapatkan kans bila tetap berada di Propinsi Sumatera Utara.

3. Bisa Mempercepat Pembangunan Nias

Menurut argumen ini, propinsi Tapanuli bisa lebih memperhatikan kabupaten-kabupaten di pantai barat yang selama ini (hampir) tidak tersentuh oleh propinsi Sumatera Utara. Pembangunan bisa terfokus sebab jumlah kabupaten lebih sedikit.

Namun sama dengan penjelasan sebelumnya, bila Propinsi Tapanuli telah terbentuk maka jumlah kabupaten di Sumatera Utara akan berkurang karena sebagian pindah ke propinsi baru. Perhatian Propinsi Sumatera Utara ke Nias pun pasti meningkat dibandingkan dengan sebelumnya karena jumlah kabupaten yang ada dalam wilayah pemerintahannya jauh lebih sedikit. Hal ini malah bisa lebih menguntungkan Nias karena Propinsi Sumatera Utara jauh lebih mapan dibandingkan dengan propinsi baru.

4. Letak Geografis Pulau Nias tidak Menguntungkan bila tetap di Sumatera Utara

“Masak Nias tidak bergabung dengan Propinsi Tapanuli? Kalau tidak, nantinya letak geografis Nias dengan daerah Propinsi Sumatera Utara akan dipisahkan oleh daerah Propinsi Tapanuli lho …”, begitu yang sering kita dengar.

Dalam menjawab hal ini perlu meminjam argumen yang “dipaksakan” untuk menjawab keberatan Nias terhadap pencalonan Siborong-Borong sebagai Ibu Kota Propinsi Tapanuli. Waktu Nias mengajukan keberatannya terhadap calon ibu kota tersebut -karena buat Nias jauh lebih gampang ke Sibolga atau ke Medan dari pada ke Siborong-Borong, dijawab dengan argumen: “Pada zaman kemajuan teknologi yang pesat sekarang ini, jarak sudah tidak relevan dimasukkan sebagai bahan pertimbangan”.

Nah, dengan ini maka Nias bisa juga beragumen: “Pada zaman kemajuan teknologi yang pesat sekarang ini, letak geografis yang terpisahkan tidak relevan dimasukkan sebagai bahan pertimbangan”.

Sikap yang mesti Diambil

Berdasarkan penjelasan di atas, kita kembali bertanya “Hal apa yang lebih positif diperoleh Nias bila bergabung dengan Propinsi Tapanuli dibandingkan dengan tetap berada di Propinsi SUMUT?” Kelihatannya sulit dicari, paling tidak sampai saat tajuk ini dinaikkan. Malah hal-hal yang kemungkinan besar merepotkan Nias ke depan bisa terjadi, seperti nama propinsi yang tidak se-universal nama “Sumatera Utara”, Ibu kota Siborong-Borong yang aksesnya tidak semudah Medan, dan lain sebagainya.

Lalu kenapa harus pindah ke propinsi lain bila yang diperoleh tidak lebih baik dari apa yang diperoleh bila tetap di propinsi sebelumnya?

Demi kepentingan Nias yang lebih besar dan jangka panjang, maka Nias seyogianya mendorong dan mendukung dengan segenap hati pembentukan Propinsi Tapanuli supaya cepat terealisasi. Tidak ada alasan sedikit pun bagi Nias untuk menghambat usaha rekan-rekan kita di Tapanuli.

Di samping hal ini menyenangkan hati rekan-rekan di Propinsi Tapanuli, juga akan membuat beban Propinsi SUMUT lebih ringan (karena sebagian kabupatennya telah pindah ke Propinsi Tapanuli) sehingga Pemerintah SUMUT bisa lebih terfokus ke kabupaten-kabupaten yang ada dalam wilayah pemerintahannya, termasuk Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan. Dengan ini maka percepatan pembangunan Nias bisa dilakukan relatif lebih cepat.

Jadi, kalimat penutup buat seluruh Masyarakat Nias: “Dukung Propinsi Tapanuli, namun tetaplah Berada di Propinsi Sumatera Utara”.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

December 2006
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031