Medan, (Analisa)

Gempa berkekuatan 6,3 Skala Rechter (SR) mengguncang kota Medan dan sekitarnya, Jumat (1/12) sekira pukul 10.58 WIB.
Getaran gempa yang dirasakan I hingga II Modified Mercally Intensity (MMI) di Medan itu sempat membuat masyarakat, khususnya para pegawai yang sedang bekerja di perkantoran yang merasakannya sedikit heboh. Sementara ada pula sebagian masyarakat yang tidak mengetahui jika telah terjadi gempa.

Petugas Analis Geofisika Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah I Medan Buha M Simanjuntak kepada Analisa, Jumat (1/12) menyebutkan, pusat gempa berada di 3,48 Lintang Utara dengan garis datar 99,2 Bujur Timur.

“Kali ini, kedalaman gempa berjarak 200 kilometer, sangat jauh dari permukaan bumi. Dan pusat gempanya berada di darat lebih kurang 17 kilometer di bagian utara Tebing Tinggi,” jelas Buha yang dihubungi melalui pesawat telepon seraya menambahkan gempa yang terjadi hanya berlangsung satu hingga tiga detik saja. “Makanya banyak orang yang tidak tahu jika terjadi gempa,” cetusnya.

PUSAT GEMPA
Menurut Buha, gempa yang terjadi dan berpusat di Tebing Tinggi itu disebabkan di kawasan tersebut memang terdapat patahan. Oleh karena itu, gempa bisa terjadi kapan saja.

Diakui Buha, usai gempa mengguncang Tebing Tinggi dan getarannya dapat dirasakan di beberapa daerah termasuk Medan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti apakah getaran gempa itu menyebabkan kerusakan di lokasi dimaksud.

“Sampai saat ini (kemarin sore), kami belum ada menerima apakah getaran yang terjadi di Tebing Tinggi itu mengakibatkan kerusakan bangunan rumah penduduk. Kami masih terus berupaya menghubungi pihak-pihak terkait di lokasi dimaksud. Namun kami masih belum mendapatkan kabar,” tandasnya.

GUNUNGSITOLI
Masyarakat Gunungsitoli Kabupaten Nias kembali panik karena goncangan gempa berkekuatan 6,6 SR yang terjadi, Jumat (1/12) pukul 10.58 WIB.

Informasi dihimpun Analisa melalui Kepala Badan Metrologi dan geofisika kelas III Gunungsitoli Marli menyebutkan, pusat gempa terdapat di antara 3,49 derajar LU dan 99.13 BT 18 km Barat Laut Tebing Tinggi dengan kedalaman 197 km di bawah dasar laut dan diprediksi tidak menimbulkan tsunami untuk daerah Nias.

Pantauan Analisa di sekitar kantor Bupati Nias Jalan Pancasila, para pegawai dan staf yang sedang melakukan aktifitasnya serentak berhamburan keluar karena masih terauma dengan gempa-gempa yang terjadi sebelumnya dan juga terlihat Bupati Nias, Bianahti B Baeha SH Wakil Bupati Nias Temazaro Harefa dan Sekda Drs FG Martin Zebua serta sejumlah camat yang sedang melakukan rapat Focus Group Discussion (Rencana penataan organisasi daerah) di lantai II kantor Bupati juga dengan sertamerta berlarian menuju ke lantai satu mencari posisi yang aman.

Bahkan, salah seorang Staf Bagian Humas Setda Nias Suarni Telaumbanua secara histeris menangis karena masih trauma dengan gempa yang terjadi pada Maret 2005.

Serta salah seorang staf humas Setda Nias Asori Bulolo lari tunggang langgang keluar dari ruang kerjanya yang sudah terlihat retak-retak.

Selain itu, di lokasi Kota Gunungsitoli, terlihat warga berlarian keluar dari bangunan toko dan rumah menuju jalan mencari tempat yang aman, hingga suasana jual beli sempat terhenti sejenak.

Sementara itu, keadaan cuaca saat terjadi gempa sedang hujan, listrik normal dan jaringan telepon agak sedikit terganggu dan sampai berita ini di buat belum ditemukannya korban jiwa dan kerusakan bangunan. (mc/kap)

*Sumber: Analisa Online, 2 Desember 2006

Facebook Comments