GUNUNGSITOLI YANG KEMBALI MENGGELIAT (2)
Oleh: Ilham Mendröfa

Kenangan yang hilang itu bukan hanya Lagundi (lih. tulisan terdahulu).

Gedung Nasional Yang Kurang Terurus

Remaja 90-an yang sering menikmati kemegahan Gedung Nasional untuk acara pergelaran musik lokal, pertandingan bulu tangkis dan aktifitas sosial lainnya juga harus mengurut dada. Gedung nasional tersebut terlihat tidak terurus. Penulis tidak mengerti apa alasan pemerintah membuat gedung tersebut tidak terurus.

Kepadatan Terminal Gunungsitoli

Tidak lengkap rasanya penuturan tentang Gunungsitoli terkini sebelum melihat kepadatan terminal Gunungsitoli. Penulis memang tidak punya data pembanding, tetapi beberapa tukang ojek yang penulis minta konfirmasinya, mereka mengakui bahwa kepadatan Gunungsitoli sekarang ini sangat luar biasa. Mobil angkutan penumpang yang dulunya bisa dihitung dengan jari, sekarang sudah tidak terhitung.

Angkutan kota dan bus arah Telukdalam, Sirombu dan Gomo sudah banyak dan kondisinya sudah lebih layak. Transportasi darat yang terlihat di terminal Gunungsitoli bisa menjadi ilustrasi bahwa masyarakat Nias sudah semakin terbuka dan bersiap menuju masyakat yang lebih maju dan sejahtera.

Kepadatan transportasi dan kendaraan ini dibuktikan dari fenomena antri panjang di pengisian bahan bakar. Statsiun BBM yang beroperasi hanya statisun BBM milik Almarhum Bapak H. Kadese yang sepengatahuan penulis sudah puluhan tahun beroperasi dan sekarang sudah dikelola oleh generasi kedua.

Antirian panjang ini, menurut pengakuan Bapak Kau’a Zega terjadi dua bulan terakhir. Dulu waktu gempa juga terjadi antrian panjang berbulan-bulan, tetapi kemudian stabil selama 4-5 bulan. Sayangnya kestabilan suplai BBM itu terganggu lagi dalam dua bulan terakhir.

Kita memang patut bersyukur, karena tidak jauh dari stasiun BBM alm. Bapak H Kadese sekarang telah dibangun dua stasiun baru yang megah dan komplit. Dari informasi yang kami terima dari Bapak Andri Siahaan yang kami temui di stasiun BBM Miga, stasiun BBM baru tersebut efektif beroperasi mulai Desember 2006 ini. Tentu saja ini kabar gembira, karena dengan demikian akses publik terhdap pelayanan kebutuhan BBM lebih tercukupi.

Lay-out rencana pengembangan kota Gunungsitoli

Kebahagian penulis melihat geliat pertumbuhan ekonomi masyrakat Nias yang terwakili dengan suasana hiruk pikuk Gunungsitoli semakin lengkap.

Di sudut jalan strategis dalam kota Gunungsitoli terpangpang besar lay-out rencana pengembangan tata kota Gunungsitoli.

Walaupun yang terpampang itu baru sebatas gambar, penulis sudah sangat gembira.

Alasannya sederhana, pemerintahan Nias sudah memiliki kesadaran untuk mempublikasikan rencana strategis pengembangan kota.

Rencana tata ruang ini sangat penting untuk diakses oleh publik. Publik harus mendapat informasi penting tentang arah dan visi pemerintah dalam mengembangkan ruang-ruang publik. Ini akan memberikan dampak langsung terhadap edukasi dan wawasan masyarakat untuk ikut serta dalam rencana tata ruang tersebut.

Tentunya publikasi rencana tata ruang ini mestinya disertai dengan ruang keikutsertaan masyarakat untuk ikut terlibat dalam proses pelaksanaan proyek pengembangan kota secara transparan. Publikasi ini akan berakhir menyedihkan, apabila proses aktual pelaksanaan proyek perbaikan dan perwujudan tata ruang baru justru dinikmati oleh masyarakat di luar Nias. Tentu saja pelibatan potensi lokal dalam pelaksanaan proyek pembangunan tata ruang baru kota Gunungsitoli ini harus memenuhi aspek profesionalitas dan akuntabilitas.

Kini “kampung besar” di ujung barat pulau Sumatera itu berbenah, semoga Gunungsitoli kita menjadi kota kebanggan yang mensejahterakan. (bersambung)

Facebook Comments