Gali Budaya Nias, LBN Gunakan Dana Rp 1,166 Milyar

Monday, November 6, 2006
By nias

Gunungsitoli, (Analisa)
Dalam menggali kembali budaya-budaya yang ada di Kabupaten Nias, Lembaga budaya Nias (LBN) yang dipercayakan pihak Badan Rehabilitas dan Rekonstruksi (BRR) Perwakilan Nias melalui Satuan Kerja Sosial, Budaya, Agama gunakan dana sebesar Rp1,166 milyar dengan tiga kegiatan akbar yang direncanakan yakni, musyawarah adat (Fondarkho), Seminar study kelembagaan adat dan budaya Nias serta Festival dan pameran seni budaya Nias Tahun 2006.
Hal itu dikemukan Ketua Lembaga Budaya Nias (LBN) Drs Baziduhu Zebuadi dampingi Sekretaris Umum LBN Drs Nehemia Harefa, MM, merangkap sebagai Ketua Penyelenggara musyawarah adat (Fondarkho), Yas Harefa Ketua Penyelenggara Festival dan pameran seni budaya Nias Tahun 2006 Dan Desman Telaumbanua MPd Ketua penyelenggara seminar study dan kelembagaan adat dan budaya Nias kepada wartawan di ruang Bappeda ruang rapat B Jalan Pancasila Gunungsitoli, Sabtu (4/11).

Ketua LBN Baziduhu Zebua mengatakan, dalam menggali budaya-budaya yang ada di Kabupaten Nias, pihaknya mencoba melakukan langkah dan upaya untuk menginventarisir budaya-budaya Nias mulai dari daerah pesisir sampai kependalaman Nias yang melibatakan seluruh masyarakat Nias terdiri dari 33 kecamatan serta sanggar-sanggar budaya dan seni yang ada di Kabupaten Nias.

Kegiatan ini, juga bertujuan untuk mempromosikan serta mensosialisasikan kembali kepada seluruh masyarakat Nias budaya dan seni yang beraneka ragam yang ada selama ini telah ada, namun menurut Drs Baziduhu Zebua sudah hampir lebih kurang sepuluh tahun terakhir, kondisi budaya Nias mulai terhapus dan terancam pudar dari perkembangan zaman dan era globalisasi.

Pihak LBN berencana, kegiatan ini tetap berkesinambungan terus menerus sesuai dengan program LBN sendiri sampai akhir masa jabatannya 2010. terlebih kegiatan yang telah dilakukan nantinya akan diikutkan dalam penyelenggaraan pesta Yahowu pada tahun 2007 mendatang.

Baziduhu mengatakan, Fondrakho merupakan prodak hukum-hukum adat yang dihasilkan dari musyawarah para masyarakat setempat pada zaman dahulu, belakangan ini hukum-hukum adat itu sepertinya mulai luntur. Bahkan, generasi sekarang ini tidak faham lagi.

Kegiatan musyawarah adat atau Fondrako direncanakan dilaksanakan mulai tanggal 6 sampai dengan tanggal 11 November 2006 untuk tingkat kecamatan dan atas permintaan peserta kepada panitia, acara ini ditambah waktunya hingga tanggal 14 November 2006.

Sementara untuk musyawarah di tingkat kabupaten direncanakan, tanggal 22 dan 23 November 2006 dan pesertanya yang sudah terdaftar 17 Fondrokho dan dari panitia memprediksi peserta akan bertambah hingga 50 Fondrokho.

HUKUM ADAT
Dalam kegiatan ini, LBN mengupayakan dapat menginverntarisir kembali hukum-hukum adat itu dan tersosialiasikan kembali melalui musyawarah-musyawar ah yang dilakukan setiap kecamatan dengan tujuan, agar hukum adat dapat tergali di masing-masing daerah setempat yang tentunya beraneka ragam adanya.

Seminar studi kelembagaan adat dan budaya Nias yang akan dilaksanakan tanggal 24 sampai 26 November 2006 diikuti 110 peserta terdiri dari tokoh adat, budayawan, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilajn LBN Kecamatan, tokoh pemerintah, cendekiawan dan pemerhati budaya Nias dari yang terdiri seluruh kecamatan dengan 6 narasumber.

Panitia memikirkan perlu ada kegiatan seminar. Kegiatan ini dilatarbelakangi dari peranan lembaga adat dalam kehidupan bermasyarakat di Nias, begitu pentingnya terutama dalam menerapkan ketentuan-ketentuan adat yang sudah ditetapkan sebelumnya melalui musyawarah tokoh adat (Fondrakho).

Umumnya, pranata sosial ini terdiri dari Sahune (Ketua), Tambalina, (wakil ketua), dilengkapi lagi dengan Fahondrona, sidaofa, Sidalima dan seterusnya sebagi staf badan perencaan dalam wilayah kampung (banua), demikan juga di tingkat negeri (Ori) yang mewilayahi beberapa wilayah (benua).

Dalam sistem kemasyarakatan (Fabanuasa) dipimpin Ketua dan stafnya (Siteoli) terdapat berbagai ketentuan yang selalu di berlakukan namun ketentuan itu belum dibuka dalam satu bentuk tertulis.

Akibatnya, dalam pemahaman, penafsiran dan penerapan tidak jarang terdapat diferens, hingga pewarisnya terhadap generasi penerus akan lebih berdiferensasi lagi.

Untuk mengoptimalkan makna Fabanuasu itu dalam kehidupan bermasyarakat, beragama dan berbangsa, sangat perlu ada pengakjian ulang latar filosofinya, hingga dalam melestarikannya, semua ketentuan itu dapat ditata dengan baik dalam bentuk hukum tertulis dan tidak bertentangan dengan agama dan pandangan hidup bangsa serta menunjang jalannya roda pemerintahan dan penembangan daerah.

Untuk festival seni Nias sendiri, direncakan akan dilaksanakan di tingkat kecamatan dengan cara perlombaan seni yang pesertanya terdiri dari sanggar-sanggar budaya kecamatan dan dari desa masing-masing kecamatan itu.

Sementara untuk tingkat kabupaten Festival dan pameran seni budaya diikuti oleh sanggar-sanggar favorit yang ada dikota Gunungsitoli dan sekitarnya, seperti yang ada di masing-masing sekolah.

Untuk pameran Seni dan Budaya hanya dilakukan ditingkat kabupaten yang akan direncanakan di lapangan Merdeka Gunungsitoli, dengan 20 Stand dan satu panggung besar pada tanggal 29 dan 30 November 2006 diikuti para perajin, kolektor budaya-budaya Nias, sanggar-sanggar, Dinas Pariwisata Kabupaten Nias, Museum Nias dan lainnya dengan tujuan untuk melestarikan seni-seni suara dalam bahasa Nias yang telah ada dan juga seni tari serta budaya-budaya yang ada selama ini. (kap)

2 Responses to “Gali Budaya Nias, LBN Gunakan Dana Rp 1,166 Milyar”

  1. 1
    gea Says:

    bagaimana dengan budaya-budaya nias yang lain seperti foklor, mite, legenda dan cerita-cerita masyarakat nias yang lain yang belum pernah di gali yang masih berada di atas pikiran (main) masyarakat nias

  2. 2
    hulu Says:

    smoga aja dananya benar2 teraplikasikan dan apa hasil dari penggalian budaya Nias jangan lupa dipublikasikan ya(sebagai bukti nyatanya…

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

November 2006
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930