Gunungsitoli, (Analisa)
Kinerja Badan Rehabilitas dan Rekonstruksi (BRR) Perwakilan Nias sangat mengecewakan, laporan yang disampaikan BRR Perwakilan Nias kepada Badan Pengawas DPR RI Pusat jauh api dari panggang, serta banyak janji BRR yang tidak terealisasi baik kepada Badan Pengawas DPR RI Pusat, kepada masyarakat, maupun pemerintah daerah.Sementara selama ini, Badan Pengawas DPR RI Pusat menampung segala kendala – kendala yang dihadapai BRR di lapangan dan dicarikan solusinya untuk kelancaran kinerja BRR.

Hal itu dikemukakan Ketua Tim Pengawas DPR RI Pusat Drs M. Syarfi Hutauruk didampingi anggota Tim lainnya Dr. Yasona Laoli serta Ir H Yusuf Pardamaian Nasution saat petemuan bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Nias di Pendopo Bupati Nias, Kamis (2/11) malam.

Sebelumnya, tim pengawas melakukan kunjungan lapangan ke Kecamatan Sirombu.

Pertemuan dihadiri, Bupati Nias Binahati B Baeha SH, Ketua DPRD M Ingati Nazara, AMd, Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Kapolres Nias, AKBP Yusuf Suprapto, Dandim 0213 Nias, Letkol Ferry Kistiana Arubinata, Sekda Kabupaten Nias, Drs. FG. Martin Zebua. Camat se Nias.

Syarafi Hutauruk mengungkapkan, tujuan kedatangan tim Pengawas DPR RI pusat yakni melihat, mendengarkan, menampung aspirasi, keluhan, saran serta informasi yang obyektif dari masyarakat di lapangan, pemerintah daerah maupun yang lainnya menyangkut kinerja BRR Perwakilan Nias selama ini, baik di Nias dan Nisel untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi sepulangnya dari Nias ke Jakarta untuk diekspos serta bahan pada rapat DPR RI pusat dengan instansi terkait dengan pelaksaan pada BRR Aceh dan Nias.

Diungkapkan, dalam beberapa kali Tim Pengawas DPR RI Pusat kunjungan kerja ke Nias dan Nias Selatan, tim pengawas sangat kecewa dengan semua janji yang dilontarkan BRR kepada seluruh masyakat, pemerintah maupun kepada tim pengawas, seperti contoh pembanguan jalan menuju Kecamatan Sirombu, pada kedatangan Tim Pengawas DPR RI Pusat sebelumnya, BRR Nias berjanji akan menyelesaikan jalan itu pada April 2006, tetapi pada kunjungan Badan Pengawas DPR RI Pusat, Rabu, (2/11) ke Kecamatan Sirombu ternyata jalan menuju Kecamatan Sirombu belum menunjukkan hasil yang signifikan sama sekali.

Kemudian sekitar 60 persen lebih siswa masih belajar di bawah tenda, sementara janji BRR pada April 2006 sudah tidak ada lagi siswa yang belajar di tenda, Selain itu, Syarfi juga mengungkapkan pada kunjungan lapangan ke Kecamatan Sirombu ternyata untuk jatah hidup (Jadup) yang dijanjikan pemerintah pusat pada saat tanggap darurat baik pada bencana tsunami 2005 maupun pada bencana gempa bumi tahun 2005 lalu, belum
terrealisasi sama sekali kepada masyarakat bencana sampai sekarang, sementara anggaran sudah dicairkan.

Selain itu, Ir. H Yusuf Pardamaian Nasution menyampaikan dalam kunjungan lapangan atas laporan masyarakat korban bencana, dana bantuan pembanguan rumah ibadah bagi masyarakat dari Menteri Kelautan dan Perikan RI, ternyata bantuan itu belum diterima masyarakat.

Sedang pernyataan Menteri Kelautan dan Perikan RI, dana batuan itu sudah direalisasikan dan keluarkan.

Sebelumnya, Bupati Nias, Binahati B Baeha, SH mengungkapkan pada eksposnya, tahun 2005 kegiatan rehabilitas dan rekonstruksi berlangsung tanpa kordinasi dengan pemerintah daerah, hingga banyak permasalahan yang timbul di tengah-tengah masyarakat, hingga pemerintah daerah tidak tahu.

Keputusan pimpinan BRR Perwakilan Nias selalu berpatok dan mengacu pada pimpinan BRR yang berada di Aceh dan selalu membuat keterlambatan di setiap kebijakan yang dilakukan pimpinan BRR Nias.

Kemudian perencaan BRR perwakilan Nias yang belum tersusun dengan rapi, tetapi BRR Perwakilan Nias selalu membuat rencana dari perngalaman dan permasalahan yang terjadi terlebih dahulu.

Pernyataan senada juga disampaikan para camat Se Kabuapten Nias, pihak BRR banyak tidak berkordinasi dengan pihak kecamatan atas segala kegiatan yang dilakukan di setiap kecamatan yang berada di Kabupaten Nias, hingga timbul kesan di masyarakat camat di setiap kecamatan tidak berfungsi dan berguna sama sekali. (kap)

*Sumber: Analisa Online, Sabtu – 4 November 2006

Facebook Comments