Nias, nama yang populer bagi Tanö Niha, ternyata sungguh-sungguh populer. Kalau Anda berselancar di dunia maya (internet) anda akan melihat cukup banyak organisasi yang berakronim NIAS. Adakah mereka secara sengaja mengambil “Nias” sebagai nama organisasi mereka ? Kenalkah mereka dengan Pulau Nias (Tanö Niha) ? Kita kurang tahu pasti. Yang jelas, dalam dunia internet, “nama” merupakan kunci kepopulean sebuah situs.Berikut adalah beberapa organisasi dengan akronim NIAS: National Innovation Awareness Strategy, National Institute of Agrobiological Sciences, National Institute For Agricultural Security, National Institute of Advanced Studies, Northern Ireland Archery Society, Nordic Institute of Asian Studies, Netherlands Institute for Advanced Study, Northern Inland Academy of Sport.

Selain NiasOnline.net (Situs Yaahowu), NiasIsland.com, dan museum-nias.org, barangkali situs “Nias” yang sungguh-sungguh berkaitan dengan pulau, masyarakat dan budaya Nias adalah yang dipakai oleh Situs Museum Nasional Denmark (National Museum of Denmark) yang beralamat di: http://natmus.dk/. Di sana ada seksi khusus tentang budaya Nias, yang dapat diakses melalui: http://nias.natmus.dk/.

Kehadiran “Nias” di Denmark tidak lepas dari nama Dr. Agner Moller, seorang dokter berkebangsaan Denmark yang pernah tinggal di Nias dari tahun 1923 – 1927 sebagai pegawai kesehatan pemerintah Hindia Belanda. Selain bekerja sebagai dokter, Agner Moller juga melakukan penelitian tentang budaya dan agama asli masyarakat Nias.

Agner Moller membeli Omo Sebua yang sudah tua dan mau roboh beserta perlengkapannya di Desa Hilimondregeraya dan membawanya ke Denmark dan menyerahkannya ke Museum Nasional Denmark. Selain itu, Moller mempersunting seorang gadis Nias, Suri Sarumaha, adik dari bangsawan Desa Bawölowalani.

Selama di Nias Agner Moller tertarik kepada Astrologi dan akhirnya dia dilarang dari aktivitas profesi kedokteran. Agner Moller meninggal pada tahun 1976.

Sumber: (1) Situs Museum Nasional Denmark , (2) Hammerle, J.M., “Situs Patung Harimau”, Yayasan Pusaka Nias.

Facebook Comments