Nias (SIB) – Bupati Nias Binahati B Baeha SH menyatakan kaget dan kesal serta membantah keras telah mencetuskan penolakan daerah Nias untuk bergabung ke Propinsi Tapanuli dengan alasan timbulnya “perbedaan pendapat” soal calon ibukota, menyusul perkembangan proses lanjut perjuangan pembentukan Propinsi Tapanuli yang dinilai semakin menuju lampu hijau dan garis finish tersebut.

“Tak benar saya bilang kalau Nias menolak atau jadi ragu bergabung dengan Propinsi Tapanuli hanya karena masalah calon ibukota. Nias ini tetap mendukung pemekaran untuk pembentukan Propinsi Tapanuli. Itu perlu diluruskan kalau ternyata memang ada media yang memuat berita seperti itu. Tapi yang jelas, saya tegaskan sekali lagi, saya tak ada bilang begitu,” ungkap Binahati B Baeha kepada SIB di kediamannya, Pendopo Pemda Nias, Minggu (15/10) malam.

Bersama isterinya, Lenni B Baeha yang baru saja menjalani operasi di RSU Gunung Sitoli pekan lalu, Binahati menegaskan, pihaknya hingga saat ini tak pernah menunjukkan suatu sikap yang mengarah ke penolakan Propinsi Tapanuli. Selain karena masalah pemekaran murni sebagai aspirasi masyarakat yang justru harus diakomodir dan diwujudkan melalui wadahnya di DPRD juga karena tujuan pemekaran itu pada dasarnya adalah percepatan pembangunan dan pendekatan rentang kendali.

Sikap ‘kesal’ dengan nada ‘sangat prihatin’ itu juga dicetuskan Lenni B Baeha yang sehari-hari adalah Ketua Tim Penggerak PKK Nias dan Ketua DPC Partai Pelopor Nias bahwa pihaknya sama sekali tak menduga kalau ada media yang memuat berita dengan topik atau materi soal hal-hal yang sebenarnya tak pernah dicetuskan, khususnya soal sikap terhadap Propinsi Tapanuli. Mereka mengutarakan hal itu ketika dikonfirmasi SIB soal timbulnya tanggapan sebagian masyarakat, termasuk di Nias sendiri, atas berita di salah satu media edisi Sabtu (14/10) kemarin, yang memuat pernyataan Bupati Nias tentang–intinya: daerah Nias tolak bergabung ke Propinsi Tapanuli. Tanggapan dengan nada heran itu antara lain ditunjukkan Ketua DPP LSM Lembaga Penegak Keadilan & Reformasi (LP-KR) Nias Yuniman Zalukhu, tokoh masyarakat Nias di Gunung Sitoli Alamsyah Lubis, Ketua Forum Peduli Pembangunan Nias (FPPN) Ir Faano Laia, dan lain-lain.

“Atas berita itu, sempat orang menduga telah terjadi perubahan sikap atau ‘ambivalensi’ pada pihak Pemkab Nias atau diri Binahati B Baeha selaku individu maupun Bupati. Soalnya, jauh dari awal dia (Bupati Nias) telah menyatakan dukungannya terhadap perjuangan pemekaran untuk pembentukan Propinsi Tapanuli, apalagi dia (Binahati B Baeha) termasuk salah satu ketua panitia (Ketua III) panitia pemrakarsa yang dibentuk di Sibolga pada 1997 lalu. Tapi syukurlah Anda (maksudnya SIB—Red) telah konfirmasi dan memperoleh klarifikasi langsung dari Bupati Nias, ternyata dia masih tetap konsisten mendukung Propinsi Tapanuli, kan…,” ujar Yuniman Zalukhu bernada lega sembari menduga adanya kesan memutarbalikkan fakta dukungan Propinsi Tapanuli dengan ‘trik’ memelintir situasi di daerah lain…

Sebelumnya, pada berbagai forum dan kesempatan, baik di Nias (Gunung Sitoli) dan Medan mau pun di Jakarta, Bupati Nias Binahati B Baeha selalu menyatakan dukungannya terhadap perjuangan dan proses pembentukan Propinsi Tapanuli. Pernyataan serius itu antara lain dicetuskan pada audiensi Bupati dan Wakil Bupati Nias periode 2006-2011 pasca pelantikan Binahati B Baeha dan Temazaro Harefa sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nias terpilih. Kemudian, dukungan itu juga dicetuskan lagi pada forum temu wicara Tim Gabungan Pembentukan Propinsi Tapanuli dari Medan dengan jajaran Pemkab dan DPRD Nias di aula Pendopo Pemda Nias 12 September lalu.

“Sekali lagi, Nias tetap mendukung dan setuju pembentukan Propinsi Tapanuli dan saya tak pernah bilang akan menolak atau ragu untuk bergabung dalam Propinsi Tapanuli, apalagi dengan alasan timbulnya perbedaan pandang soal ibukota,” papar Binahati kepada SIB sembari menambahkan permasalahan yang timbul saat ini soal calon ibukota propinsi, dia hanya bilang akan berembuk dulu dengan wakil-wakil rakyat di DPRD Nias, bukan jadi menolak atau ragu. (A14/d)

Facebook Comments