Kajian UNIDO Tentang Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) di Nias

Thursday, October 12, 2006
By nias

Organisasi Pembangunan Industri PBB (UNIDO) telah melakukan kajian awal tentang potensi Pembangkit Listrik Mikrohidro di Nias. Dari situs UNIDO, terlihat projek dengan judul: “Poverty Alleviation and Restoring Sustainable Livelihoods in The Island of Nias Through Micro Hydro Power Based Community Development Centre For Common Facilities” yang berbiaya $ 136,364 (tapi pada bagian lain tertulis $ 143,548).

Projek ini bertujuan memasok listrik di pedesaan Nias untuk mengurangi kemiskinan melalui pembangunan fasilitas pembangkit listrik ramah lingkungan dan terjangkau oleh masyarakat. Bersamaan dengan itu Pusat Pengembangan Masyarakat akan dibangun untuk meningkatkan kesempatan kerja, memperbaiki lingkungan, mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup dan menstimulasi aktivitas pengembangan ekonomi di daerah terpilih.

Ada 11 lokasi yang ingin dikaji, yakni: Sungai Gomo (Kec. Gomo), S. Alasa (Kec. Alasa), S. Lawu-lawu, (Kec. Telukdalam), S. Bawomoawo (Kec. Gunungsitoli), S. Oyo (Kec. Amandraya), S. Muzoi (Kec. Afulu), S. Gido Sebua (Kec. Gido), S. Mola (Kec. Bawolato), S. Eho (Kec. Amandraya), S. Susua (Kec. Gomo) dan S. Masio (Kec. Lahusa).

Informasi dari Situs UNIDO menyebutkan baru 4 lokasi yang telah dikaji awal, yakni: S. Gomo, S. Alasa, S. Lawu-lawu dan S. Bawomoawo. Dari hasil kajian singkat itu, S. Gomo diinformasikan memenuhi semua kriteria teknis untuk pengembangan selanjutnya. Arus kuat S. Gomo di lokasi kajian menjamin kebutuhan debit air untuk suatu pembangkit listrik mikrohidro (PLTM) tanpa resiko “over-dimensioning”. Namun, dari sisi lain, resiko banjir cukup tinggi, dan karenanya dibutuhkan konstruksi kuat bendungan.

Air terjun di S. Alasa sampai sekarang baru dimanfaatkan untuk ekowisata (eco-tourism). Debit air relatif rendah dan diperkirakan tidak cukup mendukung pengembangan suatu PLTM.

Dari laporan lain yang diperoleh dari situs yang sama, diinformasikan bahwa studi kelayakan untuk dua lokasi, yakni: Desa Alasa dan Desa Gomo telah diselesaikan. Kapasitas PLTM untuk kedua lokasi diperkirakan masing-masing 50 kW. Spesifikasi disain untuk pekerjaan sipil dan peralatan juga telah dilakukan. Pekerjaan sipil akan disub-kontrakkan. Menurut laporan tersebut, untuk Desa Alasa, konstruksi PLTM akan selesai bulan September 2006 dan untuk Desa Gomo, November.

Pembaca yang kebetulan memiliki informasi terkini dari lapangan tentang kedua projek itu dapat menyampaikannya di situs ini.

7 Responses to “Kajian UNIDO Tentang Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) di Nias”

  1. 1
    Rufinus Nainggolan Says:

    Nias adalah daerah yang memerlukan PLTMH dikarenakan PLTMH yang sangat cocok dibangun karena tidak memerlukan bahan bakar. Sudah saatnya Nias dimajukan dan salah satu andalan untuk dikembangkan adalah Pariwisata. Jika ingin sektor ini maju ada saran saya buat masyarakat Nias : Masyarakat harus berubah saling menghargai, ramah dan tulus – ciptakan rasa persaudaraan yang tinggi dan jiwa membantu sesama tanpa pamrih. Bangun sarana listrik atau infrastruktur agar semua daerah mudah memperoleh akses. Bangun perguruan tinggi seperti Politeknik. Pejabat harus bekerja keras untuk mencari dukungan pemerintah dan luar negeri demi membangun NIAS!
    Kami siap membantu membangun PLTMH. Selamat Berjuang..!!!

    Ir. Rufinus Nainggolan
    Teknik Konversi Energi – Politeknik Negeri Medan
    Rumah : Jl. Gelas No. 63 Medan – 20119
    No. HP : 08126016451 dan 081263041738
    Email : rufinus550ng@yahoo.com

  2. 2
    Rufinus Nainggolan Says:

    Memanfaatkan sungai yang mengalir di desa Sikeben Sibolangit, dapat memutar turbin “cross-flow” dan menggerakkan generator listrik dengan keluaran daya 15 kW.

    Kami mengubah air sungai menjadi listrik, demikian penduduk desa Sikeben yang diwakili bapak R. sembiring dan Pak Abdi Tarigan. Pembangkit Listrik Tenaga Lau (Lau = sungai) dapat diaktipkan kembali setelah mengalami kerusakan roda turbin.

    Penduduk bekerjasama dengan Politeknik negeri Medan telah berhasil mengoperasikan kembali PLTA-Mikrohidro yang sudah rusak dan telah berhenti beberapa bulan. Tim dari Politeknik dipimpin oleh Ir. Roket Angaksa Bangun, MT selaku ketua kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Peran mahasiswa Program Studi Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Medan yang sedang melaksanakan proyek Tugas Akhir (TA) juga sangat membantu dalam pemasangan dan pengoperasian ini. Proyek TA ini dibimbing oleh Ir. Rufinus Nainggolan, selaku dosen mata kuliah dengan subyek Power Plant.

    Sekarang sejumlah 40 kk penduduk desa Sikeben Sibolangit telah dapat kembali memanfaatkan tenaga listrik dari PLTA-Mikrohidro.

    PLTA-Mikrohidro ini selain biaya murah, adalah juga disebut “Energi Putih” karena non-effect atau tidak menghasilkan polusi lingkungan. Iuran penduduk hanyalah Rp. 10.000,- per kk. Tim mengusulkan untuk mendirikan Koperasi sehingga ada biaya cadangan untuk maintenance PLTA-Mikrohidro.

    Gambar Penduduk, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Mahasiswa Prodi Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Medan. Pak Abdi Tarigan (No.4 dari kiri), Ir.Roket Angkasa Bangun, MT(No.6), Ir. Rufinus Nainggolan(Baju kotak-kotak)

  3. 3
    zulkarnain NST, MT Says:

    Pengoperasian pembangkit listrik mikrohidro (PLTMH), diperlukan biaya pemeliharaan dan gaji pengelolaan PLTMH tersebut. OLeh karean itu, biaya iuran per langgan sangat diperlukan sekali sebagai biaya operasional dan kelangsungan PLTMH tersebut. Untuk pembangit listrik 15 kW, dayanya tidak seluruhnya dapat digunakan secara optimal dan diupayakan ada tersisa sekitar 10% s/d 15%.

  4. 4
    henky deria Says:

    bagai mana sistem kerja mokrohidro ini.

    N berapa daya listrik yg bisa di hasilkan…

    henky( mahasiswa baru Teknik elektro)

  5. 5
    Habaziso Ndruru Says:

    Saya dah pernah memikirkan pemakaian PLTMH ini,hanya kendala adalah turbinnya mahal.saran saya kpd pemerhati energi tlg dibuat turbin kecil cross flow otomat secara masal sehingga harganya bisa lebih murah spt pabrik Cihanjuang Teknik Jawa barat serta penyuluhan kpd masy ttg potensi energi putih ini.Teknologi PLTMH ini sangat cocok diterapkan di Kep.Nias krn curah hujan tinggi geografinya sgt medkg.

  6. 6
    Togi Says:

    Selamat malam pak.
    Salam kenal dari saya Togi, mahasiswa Sipil USU.
    Saya ingin bertanya, untuk biaya OM dari PLTA, besar nilainya berapa, Pak? dan dasarnya dari mana?

    Terimakasih, pak.

  7. 7
    Charisty Berkat Daeli Says:

    Nias bisa menjadi seperti Bali jika energi terpenuhi dan pelabuhan laut terintegrasi dengan baik..!
    Bavo Nias …!!!
    My Beloved Island..!
    I Love Forever….!!!!!!!!

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

October 2006
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031