Organisasi Pembangunan Industri PBB (UNIDO) telah melakukan kajian awal tentang potensi Pembangkit Listrik Mikrohidro di Nias. Dari situs UNIDO, terlihat projek dengan judul: “Poverty Alleviation and Restoring Sustainable Livelihoods in The Island of Nias Through Micro Hydro Power Based Community Development Centre For Common Facilities” yang berbiaya $ 136,364 (tapi pada bagian lain tertulis $ 143,548).

Projek ini bertujuan memasok listrik di pedesaan Nias untuk mengurangi kemiskinan melalui pembangunan fasilitas pembangkit listrik ramah lingkungan dan terjangkau oleh masyarakat. Bersamaan dengan itu Pusat Pengembangan Masyarakat akan dibangun untuk meningkatkan kesempatan kerja, memperbaiki lingkungan, mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup dan menstimulasi aktivitas pengembangan ekonomi di daerah terpilih.

Ada 11 lokasi yang ingin dikaji, yakni: Sungai Gomo (Kec. Gomo), S. Alasa (Kec. Alasa), S. Lawu-lawu, (Kec. Telukdalam), S. Bawomoawo (Kec. Gunungsitoli), S. Oyo (Kec. Amandraya), S. Muzoi (Kec. Afulu), S. Gido Sebua (Kec. Gido), S. Mola (Kec. Bawolato), S. Eho (Kec. Amandraya), S. Susua (Kec. Gomo) dan S. Masio (Kec. Lahusa).

Informasi dari Situs UNIDO menyebutkan baru 4 lokasi yang telah dikaji awal, yakni: S. Gomo, S. Alasa, S. Lawu-lawu dan S. Bawomoawo. Dari hasil kajian singkat itu, S. Gomo diinformasikan memenuhi semua kriteria teknis untuk pengembangan selanjutnya. Arus kuat S. Gomo di lokasi kajian menjamin kebutuhan debit air untuk suatu pembangkit listrik mikrohidro (PLTM) tanpa resiko “over-dimensioning”. Namun, dari sisi lain, resiko banjir cukup tinggi, dan karenanya dibutuhkan konstruksi kuat bendungan.

Air terjun di S. Alasa sampai sekarang baru dimanfaatkan untuk ekowisata (eco-tourism). Debit air relatif rendah dan diperkirakan tidak cukup mendukung pengembangan suatu PLTM.

Dari laporan lain yang diperoleh dari situs yang sama, diinformasikan bahwa studi kelayakan untuk dua lokasi, yakni: Desa Alasa dan Desa Gomo telah diselesaikan. Kapasitas PLTM untuk kedua lokasi diperkirakan masing-masing 50 kW. Spesifikasi disain untuk pekerjaan sipil dan peralatan juga telah dilakukan. Pekerjaan sipil akan disub-kontrakkan. Menurut laporan tersebut, untuk Desa Alasa, konstruksi PLTM akan selesai bulan September 2006 dan untuk Desa Gomo, November.

Pembaca yang kebetulan memiliki informasi terkini dari lapangan tentang kedua projek itu dapat menyampaikannya di situs ini.

Facebook Comments