Dua Lagu dari Album Onogauko mengudara di Adelaide, Australia

Monday, September 11, 2006
By nias

Pada hari Rabu tgl 6 September 2006, stasiun radio 5EBI FM di Adelaide, Australia yang mengudara pada frekuensi 103.1 KHz, mengudarakan dua lagu Nias: Wara Hetawisa dan Lö Sa’ae ba Dödö. Pengudaraan kedua lagu ini bersamaan dengan penayangan wawancara penulis dengan Ibu Ursula Soeharto pengasuh segmen siaran berbahasa Indonesia di radio tersebut. Mungkin faktor jarak yang cukup jauh dari Nias menjadikan momen tersebut memiliki arti khusus buat penulis.

Onogauko adalah kelompok musik Nias yang pada tahun 2001 yang lalu melahirkan album pertama (volume 1) yang konon sangat populer. Dari sampul album Onogauko, kita bisa melihat bahwa kelompok musik ini diperkuat oleh: Waty Lase, O’ö Zebua, Tian Duha dan Paskalis Z. pada vokal, sementara musik ditata oleh: Asril Dachi dan Man Harefa.

Menurut pengamatan penulis, di Nias saat ini menjamur banyak album lagu Nias yang di satu pihak melegakan: talenta musik di kalangan generasi muda Nias cukup membanggakan. Akan tetapi di pihak lain, kita juga kuatir dengan kecenderungan untuk “menyederhanakan” atau “menyesuaikan” irama dan melodi musik Nias dengan “irama” yang tersedia pada kibor (keybord). Hal ini sungguh membahayakan dan bisa mengancam potensi keindahan yang dimiliki oleh setiap lagu Nias. Para pemerhati dan musikus Nias seharusnya tertantang untuk melawan arus yang membahayakan ini.

Kita tidak mau suatu saat kelak (dan sebenanrya sudah mulai ada tanda-tanda ke arah ini …) bahwa musik Nias diidentikkan dengan irama-irama “murahan” yang memang tersedia dengan mudahnya di setiap keyboard, andalan utama para pemusik saat ini. Terlebih, kita tidak mau “tangan jahil” penata musik, yang barangkali tidak faham betul dengan jiwa khas musik Nias, merusaknya dengan menggiringnya kepada irama-irama asing yang bukannya mengangkat derajatnya ke atas, melainkan sebaliknya: merendahkannya. Penyerapan unsur asing ke dalam musik Nias sah-sah saja, sejauh itu “memperkaya”, “mentransendensi” musik Nias.

Keberadaan album lagu pop Nias seperti Onogauko ini merupakan bukti bagi kita bahwa musik ini Nias itu indah, anggun, jenaka, serius dan juga “dalam”.

***

“Wara Hetawisa”, lagu pertama yang diudarakan itu, sebenarnya bukan lagu baru. Lagu yang dikarang oleh Yas Harefa ini sangat populer di Nias pada penghujung dekade 1960-an dan awal 1970-an. Iramanya sederhana, ceria, sementara lagunya bercerita tentang “kasih tak sampai” seorang pemuda pada kekasihnya yang sudah duluan dipinang oleh orang lain.

Anda yang memiliki kasetnya akan dengan segera melihat “kontras” antara isinya yang seharusnya “sedih” dengan iramanya yang “ceria”. “Bertentangan” ? Samasekali tidak. Inilah cara umum yang ditempuh oleh pemuda-pemudi Nias untuk menyampaikan keluh-kesahnya. Kalau Anda masih ingat maena tahun 1970an “Si Numana Zatua Föna Ba Wondrorogö” Anda juga akan melihat bagiamana pemuda – pemudi Nias yang mengarang maena itu melukiskan penderitaan dengan jenaka.

Inilah salah satu khas lagu Nias menurut pengamatan pemulis: ia terkesan jauh dari cengeng, bahkan juga ketika melukiskan kepahitan hidup sepahit apapun ! (eh)

WARA HETAWISA
Cipt: Yas Harefa

Meföna no so ba dödögu
No ara me no utötö’u
Wa no so wa’omasigu khöu
Ya’ugö ohitö dödögu

Awena urongo u’ila
Tenga ya’ita zi fasala
Haniha sa nitahigöda
La’ua wara hetawisa

Ref:
Awai khönia me lö harazaki
No oföna niha wame’e li

Terara dödögu sa’atö
He wa’ae mowöi dawa hörö
Ha niha sa nitahigöda
La’ua wara hetawisa

*Dari Blog Yaahowu, 11 September 2006

2 Responses to “Dua Lagu dari Album Onogauko mengudara di Adelaide, Australia”

  1. 1
    yuswar Says:

    Wah… saya menjadi ikut serta bernostalgia bersama: membaca penuturan Pak E. Halawa di Australia. Benar, Musik Nias itu merdu dan khas. Syukurlah dalam nyanyian liturgi rohani, Musik Nias ini juga telah mendapat tempat khusus dalam inkulturasi rohani. Sehingga Budaya itu tetap lestari. Kebetulan memang hampir 20% Kaset berbahasa Nias sudah saya koleksi dan konversi dalam bentuk digital MP3. Kalau di rantau maknanya memang lebih terasa Pak.

  2. 2
    Man Harefa Says:

    Ya”ahowu pak Edward Halawa, kalau pulang ke Nias jgn lupa mampir ke rumah, shgl

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

September 2006
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930