[JAKARTA] Setelah mengungkap kasus korupsi proyek-proyek Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias (BRR), kini In- donesia Corruption Watch (ICW) mengungkap adanya manipulasi isi buku yang diterbitkan BRR.
“BRR tidak jujur kepada masyarakat. Seharusnya mereka jangan memanipulasi keberhasilan. Mestinya sampaikan semuanya sesuai fakta yang ada di lapangan,” ujar peneliti ICW, Firdaus Ilyas kepada Pembaruan di Jakarta, pekan lalu.
Dijelaskan, sebenarnya soal manipulasi data di buku BRR sudah pernah dimintai klarifikasi oleh Koordinator ICW Teten Masduki 8 Juni lalu. Namun jawaban BRR tidak memuaskan. Bahkan cenderung menyalahkan penyuplai data dari sejumlah organisasi nonpemerintah yang tidak akurat.
Manipulasi data itu terdapat dalam buku “Laporan Kegiatan Enam Bulan Rehabilitasi dan Rekonstruksi” pada Oktober 2005. Dalam buku itu BRR menyatakan rumah yang berhasil dibangun di Aceh sebanyak 10.119 unit. “Padahal kenyataannya rumah yang selesai baru 5.435 unit,” katanya.
Kemudian, dalam buku “Aceh dan Nias Setelah Setahun Tsunami” Desember 2005, BRR menyatakan rumah yang selesai dibangun 16.200 unit, padahal kenyataannya rumah yang benar-benar selesai sekitar 11.000 unit.
Pada akhir 2005 BRR baru berencana melakukan pembangunan rumah yang didanai APBN sebanyak 3.500 unit dengan metode penunjukan langsung.
Selain itu, lanjutnya, dalam buku “Setahun Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh dan Nias” yang dikeluarkan April 2006, BRR menyatakan di seluruh Aceh dan Nias berhasil dibangun 41.734 unit rumah.
“Tetapi berdasarkan pengecekan kami di lapangan dan konfirmasi dengan para aktor atau lembaga yang terlibat dalam pembangunan perumahan di Aceh dan Nias serta hasil pendataan hingga April 2006 jumlah rumah yang selesai dibangun baru berjumlah 20.397 unit, bukan 41.734 unit seperti diklaim BRR,” tutur dia. [Y-4]
Sumber: www.suarapembaruan.com, Senin, 4/9/06

Facebook Comments