Medan (SIB)
Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan menyatakan siap mendukung dan turut menyukseskan program sosialisasi pembentukan Propinsi Tapanuli sebagai wujud pemekaran daerah Sumatera Utara, karena Pulau Nias—yang dulunya satu kabupaten (Nias) merupakan salah satu dari 7 (tujuh) daerah kabupaten/kota dalam wilayah pemerintahan Keresidenan Tapanuli.
Bupati Nias Binahati B Baeha SH dan Ketua DPRD Nias Selatan Dr Hadirat Manao SH SSos, secara terpisah melalui pesawat telepon selulernya kepada SIB, menyatakan pihaknya menerima kunjungan tim sosialisasi pemekaran oleh Panitia Pemrakarsa Pembentukan Propinsi Tapanuli (P4T) yang akan melakukan sosialisasi dan sekaligus memenuhi aspirasi masyarakat daerah di kawasan atau jaringan ‘eks’ Keresidenan Tapanuli sendiri.
“Kami (Nias) siap…! Silahkan (datang) panitia pemrakarsa Propinsi Tapanuli…,” ungkap Binahati B Baeha dan Hadirat Manao dengan singkat tapi pasti, Sabtu (29/7) siang.
Penegasan itu kembali dicetuskan Binahati ketika ditemui SIB di Hotel Grand Angkasa ketika menerima surat untuk Bupati Nias dan Ketua DPRD Nias dari P4T melalui utusan panitia, setibanya dari Jakarta. Bupati Nias, sebelumnya bersama Wakil Bupati Temazaro Harefa sejak pekan lalu melakukan studi banding ke Kabupaten Sragen Jawa Tengah, sambil menyerahkan bantuan yang terkumpul dari segenap warga Nias kepada para korban bencana tsunami Pangandaran (selatan Jawa) sebesar Rp 265 juta.
Penegasan serupa juga dicetuskan Ketua DPRD Nias Selatan Hadirat Manao melalui pesawat HP-nya kepada SIB setelah kontak/bicara dengan Sekretaris Panitia P4T Dr Ir Hasudungan Butar-butar MSi dan Wakil Ketua P4T Ir GM Chandra Panggabean, ketika berlangsung rapat kecil P4T di Restoran Garuda Pattimura Medan. Rapat kecil itu juga dihadiri salah satu penasehat Lundu Panjaitan SH, Ketua Manaor Silitonga, anggota DPRD Sumut asal Dapem Nias/Nisel Amaano Fau dan Bambowo Bulolo. Rapat kecil itu khusus membahas agenda kunjungan sosialisasi program dan safari dukungan pembentukan Propinsi Tapanuli ke Nias dan Nias Selatan dalam waktu dekat ini.
“Selain memenuhi aspirasi agar panitia turun ke daerah-daerah untuk melakukan sosialisasi, kunjungan kerja Tim P4T ke Nias dan Nisel ini juga merupakan tindaklanjut acara serupa ke Kabupaten Samosir dan Humbang Hasundutan belum lama ini,” ujar Hasudungan Butar-butar sembari menunjukkan pesan resmi melalui SMS dari Ketua DPRD Nias Selatan soal kesiapan menerima kunjungan sosialisasi panitia ke daerah tersebut.
Sebelumnya, ketika beraudiensi kepada Pemimpin Umum/Pemred Harian SIB DR GM Panggabean selaku Ketua Dewan Penasehat P4T, Bupati Nias Binahati B Baeha bersama wakilnya Temazaro Harefa, juga telah menyatakan daerah Kabupaten Nias sejak awal sebenarnya sudah mendukung upaya pemekaran daerah Propinsi Sumatera Utara untuk membentuk Propinsi Tapanuli dan siap bergabung dengan propinsi itu sesuai peta wilayah keresidenan yang dibentuk pemerintahan zaman Belanda.
Bahkan, Bupati Nias ketika itu menyatakan alasannya antara lain agar jangan ada satu kabupaten dijadikan sebagai kabupaten pelengkap, terlebih beberapa daerah eks keresidenan pada zaman Belanda ternyata sudah menjadi daerah propinsi. Itulah sebabnya, ujar Binahati ketika itu, perlu pemahaman (clearance) melalui sosialisasi dari pihak pemrakarsa agar turun ke daerah (Nias).
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat DR GM Panggabean dihadapan Bupati dan Wakil Bupati Nias saat itu, juga menambahkan adanya perkembangan gerakan dan peningkatan arus volume mendukung upaya perjuangan pembentukan Propinsi Tapanuli belakangan ini, bahkan berasal berbagai pihak luar Tapanuli, misalnya dari warga Simalungun, Asahan-Labuhan Batu, dsb.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum Persatuan Pemuda & Remaja Batak Indonesia (Parabi) Holman Hutagaol SE dan Sekjen Wesly Nadapdap SE, juga menyatakan safari dukungan dan sosialisasi program pembentukan Propinsi Tapanuli juga perlu dilaksanakan oleh kalangan pemuda dan mahasiswa daerah ini, khususnya yang berasal atau peduli ‘Bona Pasogit Masa Depan’.
“Gerakan dukungan lanjut tampak sudah muncul dari jajaran mahasiswa (Unika St Thomas), Parpol—Partai Buruh, Partai Damai Sejahtera (PDS) dll. Ini menunjukkan pembentukan Propinsi Tapanuli tak terbendung lagi,” ujar Holman Hutagaol dan Wesly Nadapdap, optimis. (A14/f)
Sumber: Harian SIB online, Selasa, 1 Agustus 2006
Facebook Comments