Menghidupkan Iman Kita Melalui Peristiwa Dunia dan Peristiwa Harian

Saturday, July 29, 2006
By nias

P. Fidelis Mendröfa, OFM Cap.

Memahami Tuhan melalui iman kita

Untuk memahami dan menangkap makna terdalam dari keberimanan kita, maka kita terlebih dahulu memahami dan mengenal tata keselamatan Allah.Seluruh Kitab Suci Perjanjian Lama (PL) merenungkan: mengapa manusia menderita dan mengalami kematian yang menakutkan. Ribuan tahun PL bergelut dengan dua point ini: penderitaan dan kematian. Mengapa? Karena dosa. Upah dosa adalah penderitaan dan ketakutan manusia akan kematiannya. Inilah refleksi kita juga. Jeritan umat yang jatuh dalam dosa, dikisahkan oleh PL secara gamblang melalui para nabi, raja dan para imam. Ini menandakan bahwa hidup manusia bagaikan bola kristal yang menampilkan warna-warni tapi juga menampilkan sisi gelap.

Kasih Allah Bukan Nun Jauh di Sana
Kita yakin bahwa Allah ada dan menciptakan manusia pertama. Karena Allah adalah serba maha (agung, mulia, dst), sementara di pihak lain manusia itu kecil, lemah, tak berdaya, jatuh ke dalam dosa, maka terciptalah jarak yang begitu jauh, jarak yang tak terjangkau oleh manusia. Maka umat PL hanya mampu “membayangkan” Allah.

Karena manusia jatuh dalam dosa, pintu surga tertutup. Bagaimana harus diatasi? Allah sendiri harus “turun”. Dia, yang serba maha itu, harus turun. Ia menjelma menjadi manusia. Karena Allah mempunyai rencana khusus untuk menyelamatkan manusia, maka Ia merencanakan dengan sempurna. Dalam rencana keselamatan itu, Maria sudah disiapkan secara khusus, agar lewat rahim yang suci itu Allah Putra dilahirkan. Sekali lagi harus diingat bahwa kalau Allah yang memilih, berarti tidak salah pilih atau sembarangan.

Pengertian dan makna Salib
Sejak awal, manusia diciptakan seperti salib. Tuhan merentangkan tangan-Nya, merangkul manusia, suatu simbol hubungan antara vertikal dan horizontal yang tidak pernah terpisahkan. Tuhan merangkul dunia dengan kasih-Nya dan Dia tidak menuntut apapun dari manusia, tanpa syarat. Maka, surga yang tertutup karena dosa manusia, dibuka kembali dalam diri Yesus; Allah menjelma dalam diri Yesus.

Lalu, muncul pertanyaan: Mengapa keselamatan itu dalam wujud Salib atau mengapa ada Salib? Konsepnya adalah bahwa semua orang menderita. Kodrat itulah sesuatu yang mau tidak mau harus ada. Seperti wanita melahirkan, kita bernafas. Kita akan mengerti arti penderitaan dalam salib. Tetapi kita tidak boleh berhenti pada kematian di Salib, tapi harus sampai kepada Kebangkitan. Kita baru bisa memaknai penderitaan melalui Salib dan Kebangkitan. Kemanusiaan Yesus memang mengalami kematian, tetapi ke-Allah-an-Nya tetap. Ke-Allahan Yesuslah yang mengangkat kemanusiaan kita. Maka manusia diangkat kembali ke Surga.

Karena ada kebangkitanlah maka kita dapat memahami makna penderitaan atau salib. Maka, inti persoalan kita terjawab dalam Yesus yang Bangkit. Kemudian diberikan Roh-Nya untuk memberi hidup. Ini realitas, bukan impian. Bila Kristus tidak datang, maka manusia tidak akan bisa kembali kepada Allah.

Peran manusia dalam tata keselamatan
Faham fatalisme (takdir) terkandung dalam pernyataan ini: “Manusia merencanakan, Tuhan menentukan”. Faham ini menghasilkan pesimisme dan sikap mudah menyerah. Di sisi lain, faham intelektual-rasional kurang lebih berbunyi: “Allah merencanakan, manusia menentukan”ť. Faham ini menomorsatukan manusia, dan sekali gus mencerimkan kesombongan manusia.

Kedua faham ekstrim ini bukan faham Kristiani. Sebagai pengikut Kristus, kita percaya bahwa Tuhan dan manusia sama-sama punya andil dalam merencanakan dan menentukan masa depan manusia. Artinya, rencana kita harus kita sesuaikan dengan rencana / kehendak Tuhan. Di satu pihak kita jangan mudah menyerah dalam hidup dan di lain pihak jangan terlalu mengandalkan kemampuan diri sendiri.

Kebebasan definitif dan final adalah waktu kita mati. Masuk surga atau neraka, kita pun turut menentukan (karena walau Tuhan menawarkan surga buat kita, tapi kita yang menentukan menerima atau menolak tawaran Allah itu). Kita sendiri yang menentukan sikap, karena kita punya kebebasan penuh. Di sisi lain, Allah pasti dan selalu memberi yang terbaik kepada kita, karena Ia Maha Pengasih dan Sempurna.

Auckland-New Zealand, Juli 2006

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Kalender Berita

July 2006
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31