Onie Fau

Beberapa Keuntungan dan Kendala bergabung dengan propinsi Tapanuli
Issue Pemekaran daerah Propinsi Tapanuli tentu saja sangat terkait dengan Pulau Nias yang secara geografis lebih dekat ke wilayah propinsi yang masih tentantive tersebut. Hal ini menuntut pengkajian yang serius, pertimbangan yang matang dan peninjauan dari berbagai aspek. karena hal ini menyangkut masa depan Pulau Nias secara global.

Keputusan akhir yang harus diambil adalah keputusan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulau Nias (Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan).

Tujuan akhir tersebut ditandai dengan:

  1. Peningkatan pelayanan kepada mansyarakat Nias dan Nias Selatan
  2. Percepatan pertumbuhan kehidupan demokrasi Nias dan Nias Selatan
  3. percepatan pelaksanaan pembangunan perekonomian Kabupaten Nias dan Nias Selatan
  4. Percepatan pengelolaan potensi Kabupaten Nias dan Nias Selatan
  5. Peningkatan keamanan dan ketertiban Kabupaten Nias dan Nias Selatan
  6. Peningkatan koordinasi yang baik antara pusat dan Kabupaten Nias dan Nias Selatan.

Ada tiga opsi bagi Pulau Nias ( Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan) yaitu:

  1. Tetap menginduk dibawah Propinsi Sumatra Utara
  2. Menerima tawaran bergabung dengan Propinsi Tapanuli (tentative)
  3. Membentuk Propinsi baru.

Kepututusan apapun dari ketiga opsi tersebut sebaiknya keputusan tersebut nantinya dirumuskan berdasarkan kesepakatan yang merepresentasikan suara masyarakat Pulau Nias bukan sekedar keputusan politik oleh pejabat atau kalangan tertentu.

Berdasarkan dari summary diatas maka beberapa hal perlu disikapi yaitu:
Alasan-alasan kuat meninggalkan propinsi Sumatra Utara
Bila dievaluasi secara umum maka dapat disimpulkan bahwa Pulau Nias yang masih terbelakang sampai hari ini adalah sebagai refleksi ke-kurang serius-an pemerintah SUMUT dalam menggali sumber daya pulau Nias serta akumulasi problematika “ keadaan“ Pulau Nias.

Kita ketahui bahwa propinsi SUMUT adalah Propinsi yang terlalu gemuk, Kelemahan letak geografis pulau Nias menjadi alasan yang mendukung ketidakseriusan pemerintah memberikan perhatiannya terhadap Pulau Nias sehingga stagnansi pembangunan disegala sektor menjadi suatu hal yang lumrah. Sampai kapan?

Keuntungan serta kendala bergabung dengan propinsi Tapanuli
Penting untuk diketahui master plan dari pada Pembentukan Propinsi Tapanuli (tentative) sehingga hasil opini dari partisipan diskusi ini diharapkan bisa lebih spesifik. Namun ditinjau dari segi geografis dan dengan mengedepankan efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan maka idealnya kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan bergabung dengan Propinsi Tapanuli.

Keuntungan bergabung dengan Propinsi Tapanuli adalah:

  1. Secara teknis dan operasional akan mendekatkan garis koordinasi antar pusat dan kabupaten/kota Nias dan Nisel.
  2. Mendekatkan Pelayanan dan Birokrasi kepada masyarakat Kabupaten/Kota Nias dan Nisel.
  3. Reorganisasi tata laksana pemerintahan propinsi baru diharapkan akan menuju ke penataan sarana ekonomi, sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana transportasi dan komunikasi, sarana pariwisata secara menyeluruh termasuk Kabupaten Nias/Nisel.
  4. Sebagai bagian dalam system pemerintahan propinsi baru, kabupaten Nias dan kabupaten Nias Selatan akan ikut serta dievaluasi sehingga berdampak pada perubahan dan pembenahan yang diperlukan.
  5. Kesempatan mendapatkan dana pembangunan pemekaran dari alokasi dana APBN.
  6. Propinsi baru tentu akan melakukan pemetaan zona ekonomi dan berupaya menggali sumber potensi masing masing kabupaten untuk pencapaian PAD -nya. Dengan demikian percepatan pembangunan di masing-masing kabupaten adalah menjadi syarat utama pencapaian sasaran.
  7. Kesempatan sejajar dengan Kabupaten/kota yang sudah lebih dulu berkembang, karena standar tata laksana pemerintahan baru dibimbing secara technis dari pemerintah pusat hingga daerah-daerah yang baru tersebut nantinya bisa menjalankan pemerintahan dengan baik.

Beberapa kendala pada masa peralihan (transition period) yaitu:

  1. Sebagai propinsi baru Propinsi Tapanuli (tentative) belum memiliki kapasitas dan tata laksana pemerintahan yang baik sehingga akan berdampak pada percepatan pembangunan di Kabupaten Nias dan Kabupaten Nisel.
  2. Propinsi Tapanuli (tentative) belum memiliki sarana dan prasarana pemerintahan sehingga masa transisi ini akan berdampak pada percepatan pelaksanaan pembangunan perekonomian Kabupaten Nias dan Kabupaten Nisel.
  3. Penyiapan perumusan kebijakan daerah memerlukan waktu.
  4. Penataan prosedur, standar, aturan atau pedoman di bidang urusan pemerintahan propinsi dengan kabupaten/ kota memerlukan waktu.

Issue yang mungkin perlu dipertimbangkan adalah aspek sosial etnik. Seberapa besarkah warga etnik Nias bisa bertoleran, mengingat propinsi yang akan disebut Tapanuli identik dengan etnik Batak dan tidak merepresentasikan etnik Nias? Seberapa besar dampak baik/buruk terhadap existensi “ke-Nias-an” yang dimiliki oleh Pulau Nias bilamana bergabung dengan ke Propinsi Tapanuli?

Bergabung dengan propinsi Tapanuli tentu saja tidak akan menghilangkan jati diri Suku Nias. Dalam propinsi Tapanuli terdapat etnik Batak, etnik Nias, etnik Padang, etnik Cina, etnik Bugis, etnik Jawa,dll. Namun Etnik mayoritas di dalam Propinsi Tapanuli nantinya adalah Batak dan Nias. Apakah kedua Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan memiliki bargaining position (daya tawar) untuk mencatumkan nama propinsi Tapanuli- Nias (atau apapun namanya)?

Hal ini tergantung pada tingkat kemampuan atau daya tawar menawar badan atau panitia formal atau komite pemekaran daerah yang mewakili Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan.

Badan atau panitia atau komite pemekaran daerah yang mewakili Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan sebaiknya ikut terlibat dalam proses pembentukan propinsi Tapanuli.

Menurut saya, rencana pembentukan propinsi Pulau Nias, untuk sementara ini lebih baik ditunda karena dilihat dari indikator–indikator terbentuknya propinsi pulau Nias belum memenuhi syarat. Namun tentu saja diwaktu yang akan datang terbuka peluang untuk memisahkan diri dari propinsi Tapanuli (tentative) dan membentuk propinsi Nias (atau apapun namanya) apabila memenuhi peryaratan untuk itu.

Demikian tanggapan saya, mudah-mudahan rekan-rekan yang lain bisa mengoreksi atau melengkapi.

Facebook Comments