Bergabung Dengan Tapanuli: Langkah Maju ke Arah Yang Lebih Baik

Saturday, July 22, 2006
By nias

Daliati H Gulö

Beberapa kabupaten yang merupakan kantong-kantong kemiskinan di Sumatera Utara dengan Pendapatan Asli Daerah yang sangat rendah kini berusaha untuk membentuk sebuah propinsi baru. Pembentukan propinsi baru ini, dapat saya simpulkan sebagai hasil pemikiran yang didasarkan pada keinginan untuk mencari dan menemukan solusi atas semua masalah yang terkait dengan kemiskinan dan keterbelakangan itu melalui upaya bersama untuk menggali dan memanfaatkan semua potensi dan sumber daya yang ada di daerah untuk meningkatkan kegiatan perekonomian daerah dan pada akhirnya memperbaiki kesejahteraan masyarakat daerah itu.

Lantas bagaimana kedua kabupaten di Nias menyikapi tawaran untuk bergabung dalam propinsi baru ini? Setelah menyimak pro-kontra yang dikemukakan di berbagai forum dengan segala argumentasinya, maka saya dengan tegas mendorong para pemimpin kedua kabupaten ini agar tidak menyia-nyiakan peluang untuk dengan Tapanuli tanpa perlu melalui referendum (sebab sebagian besar masyarakat Nias tidak memahami persoalannya dan pendapatnya akan subyektif).

Beberapa hal pokok yang menjadi dasar pemikiran dari sikap menyetujui ini dapat saya kemukakan sebagai berikut:

  1. Adanya perubahan itu sendiri sudah merupakan suatu langkah maju dari kondisi daerah Nias yang boleh dikata hampir stagnan selama ini.
  2. Walaupun disadari bahwa perubahan itu (mungkin) bukan merupakan langkah yang terbaik, namun setidaknya dapat memberikan harapan untuk dapat melangkah ke arah perbaikan, karena perubahan itu sendiri akan menciptakan peluang-peluang baru, tantangan-tantangan baru dan juga pilihan-pilihan baru.
  3. Bahwa cita-cita untuk membentuk satu propinsi baru, yang oleh sebagian orang dinamakan Propinsi Pantai Barat (mungkin lebih pas disebut Propinsi Nusa Barat), pada saat ini masih merupakan suatu yang utopis, mengingat syarat-syarat yang tidak mungkin akan terpenuhi dalam waktu dekat. Dari segi luas cakupan wilayah mungkin sudah terpenuhi, namun struktur masyarakatnya masih tergolong masyarakat agraris yang sederhana dan kegiatan perekonomian di kedua wilayah ini masih sangat tradisinal. Belum ada tanda-tanda pergeseran ke masyarakat industri. Penggabungan dua kabupaten di Nias ke dalam Propinsi Tapanuli pada hakekatnya dapat dijadikan sebagai sasaran antara sampai saatnya semua persyaratan untuk membentuk propinsi baru dapat terpenuhi.
  4. Alasan-alasan primordial yang bersifat SARA , sebagaimana yang sering dikemukakan banyak orang untuk memisahkan diri dari Propinsi Tapanuli, sebenarnya bukanlah merupakan hal yang sangat penting, mengingat populasi yang mendiami daerah-daerah yang nantinya tergabung dalam Tapanuli (bila memang semua bekas keresidenan Tapanuli ikut bergabung) juga sangat pluralistik. Kabupaten Pakpak Barat, Madina, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan juga mempunyai alasan-alasan primordial, baik kesukuan maupun agama. Dari sudut pandang ini, sebenarnya apa bedanya kemajemukan ini dengan kondisi yang sekarang ada di Propinsi Sumatera Utara. Yang perlu ditonjolkan adalah kesamaan, yaitu karena by nature kita berada dalam kawasan yang sama dan mempunyai banyak permasalahan yang sama. Masalah proporsi dalam distribusi jabatan dan lain sebagainya dapat dirumuskan dan dibuatkan semacam komitmen bersama yang memuaskan semua pihak, tidak didominasi oleh satu daerah. Kota Sibolga yang netral, misalnya, dapat dijadikan ibukota propinsi dan nama Tapanuli yang bernuansa Batak dapat diubah dengan nama lain.
  5. Ada kemungkinan Propinsi Tapanuli akan mengeluarkan peraturan-peraturan daerah atau kebijakan-kebijakan di pelbagai bidang yang bisa saja tidak menguntungkan bagi daerah sekitar yang berada di luar propinsi itu. misalnya di bidang perhubungan laut, lalu lintas perdagangan antara daerah, pajak daerah, pengelolaan sumber-sumber alam dan perikanan di batas wilayah, dan sebagainya.
  6. Sejarah telah menunjukkan bahwa rentang kendali yang terlalu panjang, apalagi melompati wilayah lain, justru akan menyebabkan wilayah “filial” ini akan tertinggal. Propinsi Sumatera Utara yang menghadap ke timur tentu akan lebih memusatkan perhatian pada pengembangan ekonomi di wilayah timur dan berusaha melakukan kerjasama dengan wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dan juga dengan negara-negara tetangga, sementara wilayah yang jauh di pantai barat menjadi “terlupakan”. Kalau selama ini daerah Nias kurang mendapat perhatian, bagaimana pula kalau sudah menjadi “kelas jauh” ?. Propinsi Sumut akan menganggap kabupaten Nias dan Nisel sebagai beban dan menempatkan orang-orang “buangan” atau “kelas dua” untuk mengisi jabatan-jabatan penting di Nias, sebagaimana yang terjadi selama ini.
  7. Kabupaten-kabupaten yang ada di Nias bila bergabung akan memiliki pressure yang lebih besar untuk mempengaruhi pelbagai kebijakan di tingkat propinsi, baik berupa peraturan daerah maupun keputusan gubernur, sehingga kepentingan daerah Nias akan lebih terperhatikan.
  8. Peluang bagi putra daerah Nias untuk menjadi anggota DPRD tingkat I dan jabatan-jabatan penting di tingkat propinsi menjadi lebih terbuka, sesuatu yang hampir mustahil terjadi di Propinsi SUMUT.
  9. Kedekatan wilayah menjadi penting kalau kita tidak hanya berbicara dari sudut transportasi personal dan komunikasi, tetapi lebih luas kepada pergerakan barang komoditas dalam skala yang besar.
  10. Ketidakpedulian seorang tokoh pemrakarsa propinsi Tapanuli apakah Nias bergabung atau tidak bukanlah merupakan faktor yang menentukan, tetapi Nias yang hadir sebagai katalisator justru berperan sangat penting dalam “melerai” konflik antara Tapanuli Utara dan Selatan. Tanpa kehadiran Nias, pembentukan Propinsi Tapanuli justru menjadi semakin sulit diwujudkan.

3 Responses to “Bergabung Dengan Tapanuli: Langkah Maju ke Arah Yang Lebih Baik”

  1. 1
    Anonymous Says:

    Judul: Bergabung Dengan Tapanuli: Langkah Maju ke Arah Yang Lebih Baik
    Benarkah? Dari Komentar tersebut, baiklah kita lihat satu persatu.

    1. Bergabungnya Nias ke Provinsi baru, benar perubahan. Tetapi tidak jaminan bahwa akan lebih baik bagi Nias. Jadi, tidak bisa menjadi alasan bahwa Nias harus bergabung dengan ‘nama’propinsi Tapanuli, karena kalau itu namanya, Nias telah dianggap tidak ada? Baca komentara saya di kese-kese dgn tema yang sama.
    2. Sama dgn point 1. Dan tambahannya, mungkin juga beban baru, masalah baru dan koruptor yang baru.
    3. Dalam nama propinsi, jangan terkesan bahwa hanya ada satu yang dominan, jika tidak, itu akan berimbas ke berbagai sektor nantinya. Mengenai kondisi masyarakat yang agraris, dan belum bergeser ke arah industry, itu tidak masalah. Inilah yang salah kaprah di Indonesia. Kalau petani itu seakan2 tidak akan sejahtera, tidak makmur. Padahal kalau ditangani dengan baik, potensi agraria yang ada sangatlah menjamin kemakmuran rakyat.
    4. Kalau dihubungan dgn SARA maka timbul berbagai konflik kepentingan. Propinisi adalah bicara wilayah dan bukan SARA
    5. Mengenai ke-khwtiran adanya perda-perda yang akan merugikan wilayah yang ada diluar propinsi, ini alasan yang terlalu berlebihan. Sebab banyak propinsi lain yang juga berbatasan laut, tetapi semua bisa berjalan dengan baik bahkan belum pernah ada konflik mengenai itu.
    6. Dan kalau bergabung dengan propinsi baru, apalagi kalau itu dinamakan propinsi Tapanuli, juga tidak ada jaminan bahwa Nias akan mendapat perhatian lebih. Ini sangat tergantung BUPATI dan jajaran pemerintah kabupaten. Jadi, kita jangan menyalahi pejabat TK I apalagi Pusat. Kalau Pejabat Daerah TK II sibuk cari pengembalian modal, ya tetap susah.
    7. Tergantung Visi dan misi serta mental orang-orang Nias yang berperan. Jadi, tidak menjadi jaminan sama sekali, kecuali kalau mentalnya memang baik dan mempunyai niat tulus dan tegas membangun Nias.
    8. Tidak Jaminan dan juga tidak jaminan bahwa kalau banyak di DPRD I akan menguntungkan Nias. Lihat saja orang2 yg duduk di DPR, bersuara saja untuk Nias pun tidak ada….Tunduk pada kepentingan kelompok atau ‘yang memberi makan’
    9. Dgn propinsi lain / antar propinis juga hal itu bisa terjadi….
    10. Nias tidaka perlu menjadi alat untuk mewujudkan impian segelintir orang yang menginginkan jabatan. Harus ada blueprint yang jelas mengenai pembangunan Nias kedepan jika bergabung dgn propinsi baru. Ini akan ketahuan juga bagaimana Nias dihargai melalui nama propinsi itu, termasuk peluang bagi putra Nias.

    Ya’ahowu.

  2. 2
    Anonymous Says:

    Makanya baca tuh tulisan-tulisan lain. Semua yang kamu katakan itu sudah disinggung sama sodara-sodara pengikut diskusi ini. Imbauan kepada penyelenggara, jangan hanya orang tertentu saja dong yang diundang secara resmi. Saohagolö …

  3. 3
    Abineri Gulo Says:

    Boleh saya berpartisipasi memberi opini mengenai topik “Bergabung dengan Tapanuli”. Saya bukanlah seorang nara sumber atau komentator yang baik, sebab itu mungkin saja pendapat saya tidak memberi jawaban atau mungkin saja bisa membuat ketersinggungan pihak2 lain. Mengenai topik ini saya secara tegas memberi dukungan dan mau bila mungkin kita mendapat kesempatan diajak untuk gabung dengan Prov. Tapanuli. Mengapa ?

    Karena:
    Pertama, Alasan Geografis bahwa secara geografis Nias dan Nisel barada lebih dekat dengan Prov. Tapanuli dibanding SUMUT. Bila dikaji dalam banyak aspek, hal ini banyak memberi manfaat positif bagi kita.
    Kedua, bahwa keterlibatan aktif kita selaku orang Nias dalam menyukseskan program OTDA menjadi modal awal kita pada langkah berikutnya bila memang ada mimpi membentuk propinsi sendiri. Ya paling tidak orang nias pernah terlibat membentuk sebuah propinsi ini sebuah langkah maju dibanding dengan terbentuknya propinsi SUMUT (mungkin saya salah) bahwa orang Nias hanya tau menerima boleh berada di Wilayah pemerintahan Prov. SUMUT tanpa bisa memilih dan menentukan sikap lebih dahulu untuk mau atau tidak menerima kebijakan pemerintah pusat untuk menjadi prov. SUMUT. Kini peluang untuk memilih kan ada.
    Ketiga, bahwa alasan perubahan mendorong kita untuk mau mencoba untuk nuansa baru. Yakni siap terhadap perubahan. Saya tidak mengikuti komentar tokoh2 nias sebelumnya dan saya merasa saya sebagai masyarakat kelas bawah, mengatakan bahwa saya mimpikan sesuatu perubahan dalam pengertian yang seluas-luasnya. mungkin saja ini peluang kita dengan maju bersama Tapanuli seraya mempersiapkan diri untuk perjuangan yang lebih besar. Akhirnya kiranya ya jadi adalah yang terbaik. Dari Abineri Gulo-Bekasi

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

July 2006
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31