Pemda Nias dan Nisel Hendaknya Menampung Pemikiran Yang Berkembang
Thomas Maduwu
Tentang topik diskusi ini kami ingin mencatat beberapa hal berikut:
Pertama, sudah sewajarnya masyarakat propinsi Sumatera Utara yang luas dan amat heterogen ini mengembangkan pemikiran pemekaran propinsi. Pemikiran pembentukan propinsi Tapanuli, adalah satu gagasan politis yang tentulah bertujuan untuk pengembangan ekonomi, pendidikan, kebudayaan serta sumber daya alam di daerah. Karena itu kami menilai gerakan itu mesti didukung, tidak dihalangi, melainkan dipacu sehingga secepatnya mendapat legitimasi.
Kedua, ada tiga opsi kita yang semestinya dari sekarang sudah harus dipikir-pikirkan:
- Memilih tetap di Propinsi Sumatra Utara; Positifnya, kita tidak pendatang baru di propinsi ini. Masalah kita di sini sudah begitu dikenal. Masalahnya, kembali ke soal jarak geografis.
- Memilih bergabung dengan Propinsi Tapanuli Tengah; Positifnya, jarak kita dekat. Masyarakat asal Nias banyak bermukim di daerah Tapanuli. Masalahnya, perbedaan bahasa, budaya dan kepentingan tidak jarang mengganggu keutuhan kita sebagai sebuah komunitas yang saling mengasihi dan menghormati.
- Tidak memilih keduanya, melainkan memilih membentuk Propinsi Nias. Masalah yang akan kita hadapi ialah soal SDM, soal sumber daya alam, soal kemandirian menanggung beban operasi sebuah pemerintahan, dll.
Akhirnya, apapun pilihan kita, penting dari sekarang para pemikir dan para penentu kebijakan publik di Pulau Nias mulai berpikir. Penting dari sekarang ada sebuah lembaga resmi, bentukan pemerintah dua kabupaten di Nias, yang menampung pemikiran yang berkembang, merumuskannnya dalam bahasa yang mudah dimengerti, lalu mengembalikannya menjadi bahan diskusi masyarakat banyak. Harapanku, semoga pemerintah kita di Nias, bisa duduk bersama, membicarakan perkembangan Peta Propinsi Sumatera Utara, yang sewaktu-waktu bisa berubah.