Medan – Sebanyak 19 daerah dari keseluruhan 25 kabupaten dan kota di Sumatera Utara (Sumut) rawan longsor. Penyebabnya karena degradasi hutan konversi lahan yang terus menerus terjadi. Koordinator Dewan Pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Utara – Nanggroe Aceh Darussalam, Jonathan I Tarigan, menyebutkan, dari total wilayah Sumut yang luasnya 71.680 kilometer persegi, lahan yang berpotensi terjadi longsor mencapai 46.592 kilometer persegi.

“Ancaman longsor itu mencapai 65 persen dari luas wilayah Sumut. Ini sangat mengkhawatirkan. Sebab itu pemerintah, terutama pemerintah daerah, harus mengambil langkah-langkah taktis dan strategis di masa sekarang, untuk mencegah bencana di masa depan,” kata Jonathan I Tarigan dalam seminar Mencermati dan Mewaspadai Ancaman Bencana Ekologis di Sumut, yang berlangsung di Universitas Medan Area, Jalan Kolam Medan, Senin (5/6/2006).

Daerah-daerah yang berpotensi longsor itu, kata Jonathan, adalah Kabupaten Nias, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Labuhan Batu, Asahan, Simalungun, Dairi, Karo, Deli Serdang, Langkat, Nias Selatan, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat dan Samosir. Ke-19 daerah ini masuk dalam kategori sangat rawan longsor. “Dari 19 daerah itu yang potensinya sangat tinggi adalah Kabupaten Langkat yang mencapai 30 persen, Tapanuli Tengah 20 persen, serta Mandailing Natal, Nias Selatan dan Pakpak Bharat yang masing-masing 15 persen,” kata Jonathan.

Dengan kondisi ini, sambung Jonathan, maka pemerintah daerah semestinya melakukan antisipasi untuk memperkecil dampak bencana longsor dan menghindari banyaknya jatuh korban jiwa. Salah satunya, melakukan program Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat (MBBM). Dengan program ini masyarakat diberitahukan mengenai potensi bencana di daerahnya sehingga dapat menyiapkan lebih siaga dan tahu apa yang harus dilakukan bila bencana datang. Dikatakan, jika antisipasi tidak segera dilakukan, maka korban akibat longsor ini akan tidak terhindarkan. Salah satu contoh kasus adalah bencana banjir bandang di Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumut, pada 2 November 2003 yang menyebabkan 155 korban tewas dan 87 orang dinyatakan hilang. (nrl)

Sumber: detiknews.com, Senin, 5 Juni 2006

Facebook Comments