Medan, Kompas – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencanangkan 16 kabupaten/kota sebagai daerah agromarinepolitan. Konsep itu dimaksudkan sebagai cara percepatan pengentasan masyarakat dari kemiskinan di kawasan pantai timur dan pantai barat Sumatera Utara.

Ke-16 daerah itu adalah Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Nias, Nias Selatan, Mandailing Natal, Labuhan Batu, Kota Medan, Binjai, Tebingtinggi, Tanjung Balai, Sibolga, dan Padang Sidempuan. Panjang garis pantai Sumut mencapai lebih kurang 1.400 kilometer, sekitar 800 kilometer di pantai barat dan 567 kilometer di pantai timur.
“Daerah itu kaya potensi kelautan, namun belum memberikan kesejahteraan bagi penduduknya,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara RE Nainggolan, Rabu (31/5). Pendapatan per kapita di daerah itu berkisar dari Rp 4,9 juta hingga Rp 14 juta per tahun.
Selain pendapatan per kapitanya rendah, indeks pembangunan manusia di daerah-daerah itu juga terhitung rendah, terutama di Kabupaten Nias, Nias Selatan, dan Tapanuli Tengah.
Kekayaan kelautan yang terdapat di daerah itu antara lain bermacam-macam ikan, biota laut, terumbu karang, dan hutan mangrove. “Selama ini pengembangan potensi laut antardaerah itu masih terpisah, belum holistik. Kami mencoba menggulirkan konsep agromarinepolitan tahun ini dan membuat masterplan kawasannya,” ujarnya.
Masterplan itu disusun berdasarkan pendekatan kewilayahan dan pengelolaan potensi per wilayah. Diharapkan, melalui kerja sama ke-16 kabupaten/kota itu dalam pengelolaan potensi pertanian dan kelautan, pendapatan per kapita masyarakat bisa meningkat.
Sebelum ini, Pemerintah Provinsi Sumut mengembangkan konsep Agropolitan Dataran Tinggi Bukit Barisan. Delapan kabupaten/kota yang berada di Bukit Barisan ini memiliki potensi pertanian dan holtikultura yang cukup beragam. (FRO)
Sumber: Kompas, Kamis, 1 Juni 2006
Facebook Comments