Archive for June, 2006

Pelayanan Diakonia (Diakonisches Werk) di Karlsruhe dan Rheydt-Mönchengladbach

*antara pelayanan dan mendukung keuangan gereja

Noniawati Telaumbanua

Meningkatnya status dan masalah sosial di lingkungan masyarakat berbagai kota maju di Jerman seiring dengan semakin sedikitnya pengunjung dan anggota jemaat gereja, tidak urung gereja dan kekristenan di negara tersebut terpengaruh. Tantangan yang sedang di hadapi semakin lengkap dengan kepastian kelangsungan krisis ekonomi yang tidak terprediksi kapan berakhir dan ekstrimnya jumlah pengangguran dalam dua tahun terakhir. (more…)

Memasuki Hari Ke-3, 35 Penumpang KM Surya Makmur Indah Belum Ditemukan

*Syahbandar lamban merespons permintaan bantuan
Sibolga (SIB)
TNI-AL menambah kapal bantuan dengan mengerahkan KRI Teluk Gilimanuk untuk membantu upaya pencarian para penumpang KM Surya Makmur Indah yang belum ditemukan pasca terjadinya insiden yang menenggelamkan kapal naas tersebut di perairan Tapteng.

“KRI telah diberangkatkan, Jumat (23/6) dari Pelabuhan Belawan menuju Sibolga dan langsung menuju lokasi tenggelamnya kapal guna membantu upaya pencarian penumpang yang belum ditemukan,” kata SAR Mission Coordiantor Letkol Laut (P) Jaka Santosa menjawab wartawan, Sabtu (24/6) di ruang kerjanya di Lanal Sibolga.

Sedangkan kapal lain yang masih berada di tengah laut untuk melakukan pencarian penumpang meliputi KAL Marsalar, Patkamla Sibolga, KM Komando A dan KM Surya Makmur Baru ditambah 1 unit pesawat Casa milik TNI-AL U-612.

Ia menjelaskan, hingga saat ini jumlah penumpang yang berhasil diselamatkan sebanyak 95 orang termasuk ABK dan Nahkoda kapal dan diprediksi 35 penumpang berikut ABK lainnya masih belum ditemukan.

“Daftar Manifest jumlah penumpang sebanyak 104 orang tapi itu belum ikut dijumlahkan anak-anak karena dari jumlah penumpang yang berhasil diselamatkan diantaranya ada 7 anak-anak,” jelasnya.

Informasi terakhir diperoleh menyebutkan, di sekitar lokasi tenggelamnya kapal sudah ada kapal nelayan yang lego jangkar namun belum ada laporan ditemukan penumpang KM Surya Makmur Indah.

Sementara itu, KM Surya Makmur Baru yang turut melakukan pencarian sudah sampai ke daerah Tapayung dengan rute melintasi lokasi tenggelamnya kapal juga belum menemukan penumpang yang lain.

“Usaha pencarian akan dilakukan selama 7 hari dan hari ini masih memasuki hari ke-3,” katanya.

Usaha pencarian yang telah dilakukan meliputi penyisiran lokasi tenggelamnya kapal termasuk daerah sekitarnya yang dimungkinkan adanya penumpang yang terdampar di antaranya Pulau Mursala, Pulau Bintana, Pulau Pini, Natal dan kembali ke Pulau Mursala. “Pulau terdekat dengan lokasi tenggelamnya kapal adalah Pulau Kalimantang yang berjarak 12 mil,” katanya.

Sementara itu, pesawat Casa yang melakukan upaya pencarian terhadap para penumpang kapal yang belum ditemukan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal terpaksa mendarat darurat di bandara Binaka Nias, Jumat (23/6) sore dan seluruh awak penumpang menginap satu malam di Nias dan keesokan harinya, Sabtu (24/6) baru bisa kembali ke Sibolga dan mendarat di badara Pinangsori Tapteng. Salah seorang awak penumpang yang turut Tommi anggota PMI Tapteng yang ditanyai SIB, membenarkan.

Setelah mengitari lokasi tenggelamnya kapal dan daerah di sekitarnya, pesawat bermaksud hendak pulang ke Sibolga namun tiba-tiba turun hujan dan cuaca buruk dan terpaksa memutar ke Nias dan mendarat di bandara Binaka Nias. “Kami bermalam di Nias dan baru kembali ke Sibolga, Sabtu (24/6) pagi,” katanya.

Sabtu (24/6) sore pesawat Casa kembali lepas landas dari bandara Pinangsori Tapteng untuk mengudara ke lokasi tenggelamnya kapal guna melanjutkan upaya pencarian penumpang yang belum ditemukan.

Diperkirakan di Pulau Pini
Harapan untuk menemukan penumpang kapal yang tenggelam di Tapanuli Tengah dalam keadaan hidup sangat tipis karena hujan badai yang terjadi mulai Kamis (22/6) akan membuat korban lelah diterjang ombak dan kelaparan karena tidak makan selama tiga hari.

Komandan Pangkalan TNU Angkatan Laut (Danlanal) Sibolga, Letnan Kolonel (P) Djaka Santoso, di Sibolga, Sabtu, mengatakan penumpang kapal KM Surya Makmur Indah yang belum ditemukan diperkirakan tidak lagi berada di antara Pulau Mursala dan Bintana, Sibolga (lokasi musibah), tapi sudah di sekitar perairan Pulau Pini dan Ilik, Nias akibat terseret arus air.

“Pencarian penumpang saat ini difokuskan di sekitar Pulau Pini dan Ilik, Nias, tapi penyisiran di antara perairan Pulau Mursala dan Bintana tetap dilakukan,” kata Djaka.

Menurut dia, kepastian penumpang hilang itu berada di perairan sekitar Pulau Pini dan Ilik, setelah hasil penyisiran melalui udara yang menggunakan pesawat heli jenis Casa dari Batam yang dilakukan Jumat, melihat dua orang yang sedang terapung-apung di perairan Pulau Nias itu.

Namun, tim tidak bisa melihat jelas karena ombak deras menutupi pemandangan atas dua orang yang diduga penumpang kapal yang tenggelam itu, Kamis dinihari itu, katanya.

Danlanal itu menjelaskan, pencarian penumpang yang hilang itu mulai dilanjutkan lagi Sabtu sekitar pukul 16.00 WIB karena cuaca mulai bagus, setelah sebelumnya terjadi hujan badai yang mengakibatkan pencarian dihentikan sejak Jumat sore.

Untuk memaksimalkan pencarian, kata dia, tim menambah lagi satu kapal KRI Mursala milik TNI AL Belawan untuk mencari sekitar 25 penumpang kapal yang masih hilang itu. Sebelumnya tim mengerahkan tujuh kapal masing-masing KAL Patroli, Kapal Mansalar, TNI AL Sibolga, kapal tangker milik PT Pertamina, KM Surya Makmur Jaya, KM Surya Makmur Baru dan KM Nias Indah.

Sejumlah kapal nelayan juga dikerahkan untuk membantu pencarian penumpang. Hingga Sabtu sore, penumpang yang sudah dievakuasi dalam keadaan hidup sudah mencapai 95 orang, setelah satu orang ditemukan Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB dari total penumpang di kapal itu yang disebutkan sebanyak 120 orang termasuk anak buah kapal (ABK)

Tidak cepat
Sementara itu, Osben Naibaho, nahkoda kapal KM Surya Makmur Indah yang selamat setelah ditolong kapal nelayan pada Kamis siang, mengatakan, mereka sudah melapor ke syahbandar Sibolga ketika kapal itu diketahui mengalami kebocoran pada bagian bawah kapal sekitar pukul 03.00 WIB (Kamis dinihari).

Tapi kelihatan laporan kami kurang ditanggapi terbukti bantuan baru datang menjelang sore hari. “Bantuan pertama justru datang dari kapal nelayan yang akhirnya menyelamatkan 46 orang penumpang yang sudah terapung-apung di laut,” kata dia.

Naibaho, menjelaskan, ketika mengetahui bagian bawah kapal itu bocor, ABK berusaha memperbaiki sambil nahkoda berupaya mengarahkan tujuan ke Pulau Mursala untuk keamanan.

Namun sebelum banyak berbuat, ombak setinggi empat meter menerjang kapal yang bukan saja membuat air masuk tapi oleng dan membuat penumpang dan ABK panik, katanya.

Menurut dia, sebelum kapal tenggelam, ABK sudah membagikan pelampung kepada seluruh penumpang untuk dipakai dan diinstruksikan melompat ke dalam laut.

“Mudah-mudahan semua penumpang ditemukan dalam keadaan hidup. Saya mendoakannya,” kata Osben yang mengaku sudah satu tahun menjadi nahkoda di KM Surya Makmur Indah itu.

Dia menambahkan, kapal yang dinahkodainya itu merupakan produksi perusahaan di Bagan Siapi-Api, Riau. Kapal buatan tahun 2004 itu, kata dia, berkapasitas penumpang 208 orang dan barang sebanyak 104 ton. (MPS/Ant/y)

Sumber: Harian SIB Online, Sabtu 24 Juni 2006.

Kapal Surya Makmur Indah Tenggelam

Kapal penumpang Surya Makmur Indah, yang berlayar dari Sibolga menuju Gunungsitoli, tadi pagi (Kamis 22 Juni 2006) sekitar jam 4.00 WIB. Kapal naas itu tenggelam setelah melewati P. Mursala dalam pelayaran di tengah cuaca buruk. Demikian sumber Yaahowu dari Gunungsitoli. (more…)

BRR Diadukan Masyarakat Nias ke Tim Pengawas DPR

Jakarta (detik.com):
Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh dan Nias dianggap mengecewakan masyarakat Nias. Sejumlah proyek diduga terindikasi korupsi. BRR pun dilaporkan ke Tim Pengawas BRR di DPR.Warga yang menamakan Elemen Masyarakat Nias dan Nias Selatan itu menilai sejumlah proyek yang dikerjakan di Nias sarat KKN. Modusnya, dengan memenangkan kontraktor yang melakukan penawaran tertinggi, seperti yang terjadi di Satuan Kerja Transportasi Udara yang perkaranya kini ditangani Kejaksaan Negeri Gunungsitoli. (more…)

Kasus CPNS Nias Dilaporkan ke Polres Nias dan Kajari Gunungsitoli

Gunungsitoli (SIB):

Ketua Lembaga Komunitas Independen (KOMID) SBY Kabupaten Nias Petrus S. Gulo, SE, telah menyampaikan pengaduan tentang kasus CPNS 2006 Pemkab Nias kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli dan Kapolres Nias untuk diusut tuntas. Pengaduan ini diterima oleh Yunitri C. Sagala, SH di Kejari Gunungsitoli pada tanggal 12 Juni 2006 dan Rozaman di Polres Nias pada tanggal 14 Juni 2006. (more…)

Pemerintah Dinilai Disktiminatif Memperlakukan Debitur Korban Gempa Nias

Medan (SIB)

Pemerintah dinilai diskriminatif memperlakukan debitur korban gempa Nias dibandingkan debitur korban gempa Yogya dan Jawa Tengah yang mendapat penghapusan utang kredit. Penilaian itu disampaikan Direktur Lembaga Studi dan Advokasi Kebijakan (Elsaka) kepada wartawan, Selasa (13/6) menanggapi pernyataan Menteri Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah tentang penghapusan kredit bagi para korban gempa di Yogya dan Jawa Tengah. (more…)

Pengusaha Wisata Australia Lirik Nias dan Samosir

Medan (Tempo Interaktif Online),

Lima orang pengusaha pariwisata asal Australia berminat mengembangkan daerah tujuan wisata Nias dan Pulau Samosir, Sumatera Utara. Max Millie, salah seorang pengusaha film layar lebar dari Melbourne, negara bagian Victoria, menyatakan keinginannya tersebut dihadapan pelaku industri pariwisata di Kantor Badan Pariwisata Sumatera Utara, Selasa. (more…)

Penyaluran Raskin untuk Nias dan Nisel 100.634 RTM

Gunungsitoli (Analisa)

Pemerintah melalui Seksi Logistik Gunungsitoli, akan melakukan penyaluran beras miskin (Raskin), untuk 100.634 Rumah Tangga Miskin (RTM) yang ada di Kabupaten Nias dan Nias Selatan.Penyaluran akan rencakan dilaksanakan awal Juli mendatang, kata Kepala Seksi Logistik Gunungsitoli Rustam Efendi Pane melalui Staf Kasilog Burhanudin saat dihubungi Analisa, di kantornya Jalan Yos Sudarso Kecamatan Gunungsitoli. (more…)

65% Wilayah Sumut Rawan Longsor

Medan - Sebanyak 19 daerah dari keseluruhan 25 kabupaten dan kota di Sumatera Utara (Sumut) rawan longsor. Penyebabnya karena degradasi hutan konversi lahan yang terus menerus terjadi. Koordinator Dewan Pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Utara - Nanggroe Aceh Darussalam, Jonathan I Tarigan, menyebutkan, dari total wilayah Sumut yang luasnya 71.680 kilometer persegi, lahan yang berpotensi terjadi longsor mencapai 46.592 kilometer persegi. (more…)

SMAN 3 T. Dalam, Nisel, Juara Dua Pidato Bahasa Inggris se Sumut

Medan (SIB)

Lomba Cerdas Cermat Bahasa Inggeris tingkat SMP sederajat, Lomba Pidato Berbahasa Inggeris tingkat SMA sederajat dan Lomba Debat Berbahasa Inggeris tingkat Guru SD/SMP/SMA Sederajat se-Sumut di LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Sumut Jl Bunga Raya Asam Kumbang Medan Sunggal secara resmi ditutup oleh Kepala LPMP SU Drs H Achlaq Shiddiq Tanjung MM MPd, Rabu (31/5) malam. (more…)