Rusak Berat, Jalan ke Pedalaman Nias – Longsor di Jalinteng Semakin Lebar

Tuesday, May 23, 2006
By susuwongi

GunungSitoli, Kompas – Lebih dari setahun gempa Nias terjadi, kondisi jalan ke pedalaman masih rusak berat, sebagian kondisinya amat membahayakan pengguna jalan. Jalanan berlubang-lubang dan licin, sementara beberapa jembatan posisinya miring.
Jalan ke Kecamatan Tögizita dan Kecamatan Lölömatua di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, rusak berat. Jarak sekitar 80 kilometer ditempuh dalam waktu lebih dari tiga jam.
Dalam perjalanan Kompas pada Kamis hingga Sabtu (20/5), selepas ibu kota Nias Gunungsitoli, jalan mulus sampai sekitar 21 kilometer meski banyak aspal mengelupas, berlubang besar, bahkan hilang di beberapa titik.
Memasuki Dola, di Kecamatan Lölöfitumoi jalan mulai rusak hingga ke Kecamatan Lölöwau. Badan jalan turun, menyebabkan banyak cekungan di tengah jalan dan sisi jalan longsor.
Topografi tanah naik turun, bergelombang, dan berkelok-kelok, sementara jurang yang dalam menganga di kanan atau kiri jalan. Banyak jalan masih berupa jalan tanah dan berbatu-batu yang sempit. Kecepatan kendaraan hanya bisa 20-30 kilometer per jam. Di beberapa tempat, jalan tanah menjadi jalan lumpur.
Jembatan pertama di Lölöfitumoi miring akibat gempa dan belum diperbaiki. Di jembatan kedua di jalan menuju Tögizita di atas Sungai Oyo, sungai terbesar di Nias, papan-papan penghubung banyak hilang.
Hal yang sama ditemui di Kecamatan Botomuzöi, Kabupaten Nias. Kecamatan Botomuzöi berjarak sekitar 25 kilometer dari Gunungsitoli. Namun, waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam dan hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua.
Selain akibat gempa, kondisi tanah di daerah Nias bagian tengah memang labil sehingga jalan sering bergeser dan rusak. Banyak kendaraan berat seperti truk pengangkut material bahan bangunan melewati jalan itu.
Tidak ada angkutan umum ke daerah itu. Jika menggunakan ojek dari Gunungsitoli, warga harus membayar lebih dari Rp 100.000. Ojek itu pun diisi tiga sampai empat orang.
Akibat tidak ada akses jalan yang memadai, banyak desa di pedalaman Nias terisolasi dan terbelakang, tanpa listrik. Makanan pun harganya mahal.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Sumatera Utara RE Nainggolan mengatakan, jalan-jalan rusak itu akan diperbaiki tahun ini. “Alokasi dananya sekitar Rp 20 miliar,” katanya, Minggu (21/5). Ia mengakui, Indeks Pembangunan Manusia (HDI) Nias termasuk paling rendah di Sumut.
Sementara itu, jalinteng Sumatera di Kabupaten Lahat, Sumsel, hampir putus total karena longsor di badan jalan yang tak kunjung diperbaiki. Longsor di Desa Muara Danau, Kecamatan Kikim Timur, ini semakin melebar ke badan jalan dan semakin panjang. (FRO/MUL/IAM)

Sumber: KCM Online, Senin, 22 Mei 2006

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

May 2006
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031